Kamis, 08 Oktober 2026
11:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Pletokan

Pletokan

Bagikan:
250px-Permainan_peletokan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pletokan.

Pletokan adalah sebuah nama senjata mainan yang terbuat dari bambu, dan pelurunya terbuat dari kertas yang dibasahkan, atau biji jambu atau kembang.[1][2] Permainan ini merupakan permainan khas masyarakat Betawi.[2], sedangkan masyarakat keturunan orang jawa yang berada di wilayah Sumatera Selatan menyebut permainan ini dengan nama Dor-doran dikarena bunyi mainan tersebut berbunyi Dor.[2], Pada masyarakat Sunda, mereka menyebut pletokan dengan bebeletokan, sedangkan di Probolinggo dan Madura, mereka menyebutnya dengan tor cetoran.[3][4] Di beberapa wilayah Jawa Tengah mereka menyebut pletokan dengan tulup.

Permainan ini, biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berumuran 6-13 tahun.[2] Mereka yang memainkan permainan ini, seolah-olah sedang menjadi orang yang berada dalam pertempuran, dan terkadang, mereka memainkan permainan ini untuk menirukan adegan film.[1][2][3][5] Dengan peluru yang terbuat dari benda yang tidak berbahaya, membuat permainan ini aman dan murah, karena terbuat dari bambu.[3]

Material

Cara Membuat

Pertama, siapkan bambu yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Kemudian, bambu dibagi menjadi dua, yakni: penyodok dan laras.[5] Dalam membuat penyodok, anda harus membelah bambu sehingga membentuk lidi panjang, berikutnya anda harus meraut bambu sampai bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm.[3][5] Pastikan penyodok ini bisa masuk kedalam laras. Untuk bagian atas penyodok dibuat lebar, gunanya untuk menekan atau memukul-mukul amunisi/pelor agar bisa masuk dengan sempurna.[3] Hal ini dimaksudkan, untuk membuat pletokan lebih mudah dimainkan.[3] Dan, anda dapat menambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit dibentuk seperti kerucut, dengan tujuan supaya suara yang dihasilkan lebih keras.[1] Dan, dalam membuat laras, siapkan sebuah bambu kecil, diameter 1 cm dengan panjang antara 15 – 20 cm.[5] Lebih baik untuk mebuat laras menggunakan bambu yang sudah tua agar tidak mudah pecah.[5]

Kedua, siapkan kertas yang telah dibasahkan, atau buah-buahan berukuran kecil, atau biji jambu, atau kembang sebagai pelurunya.[1][4][5]

Ketiga, permainan siap dimainkan.[5]

Cara menembak

Setelah senjata telah dibuat dan tim telah terbentuk, maka permainan siap untuk dimulai.[1] Tetapi, kita harus mengetahui bagaimana cara menembak dengan pletokan.[1] Peluru dimasukan dengan batang penolak (penyodok) sampai ke ujung laras.[1][2][6] Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak (penyodok).[1][2][6] Peluru kedua ini mempunyai fungsi ganda.[1][2][6] Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan.[1][2][6] Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya.[1][2][6] Tembakan ini akan menimbulkan bunyi "pletok" dan peluru terlontar ± 5 meter dan relatif lurus.[1][2][6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 (Indonesia) "Permainan Tradisional". Diakses tanggal 13 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 (Indonesia) "Pletokan Permainan". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-14. Diakses tanggal 13 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) "Pletokan bambu mainan anak-anak". Diakses tanggal 13 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. 1 2 (Indonesia) "Pletokan". Diakses tanggal 03 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) "Permainan bedil-bedilan ala kampung". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-14. Diakses tanggal 03 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  6. 1 2 3 4 5 6 (Indonesia) "Permainan Tradisional yang sudah punah". Diakses tanggal 13 Mei 2014.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Permainan tradisional Indonesia
Lomba tradisional
Dengan alat
Menggunakan bambu
Menggunakan bola
Menggunakan kelapa/pinang
Menggunakan batu
Menggunakan kartu
Menggunakan tali
Tanpa alat
Lihat juga: Daftar permainan Indonesia (menurut provinsi)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan