Minggu, 27 September 2026
14:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Serentam

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Permainan Serentam merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia. Sebutan serentam dikenal oleh masyarakat Suku Serawai di Kecamatan Mauna, Kecamatan Talo, dan Kecamatan Pino. Di Kecamatan Seluna, permainan serentam ini dikenal dengan sebutan entan ayam. Umumnya permainan ini dilakukan sore hari ketika orang akan turun mandi di sungai.[1]

Cara Bermain

Langkah-langkah dalam Permainan Serentam antara lain:

  1. Dilakukan oleh anak laki-laki dengan tingkatan usia bebas. Jumlah pemain genap dan setelah dibagi menjadi 2 kelompok kekuatannya harus berimbang.
  2. Menggunakan alat dari bahasan atau telasan yang terbuat dari bahan belacu (ukuran 1 m x 0,5 m) yang dililitkan di pinggang masing-masing pemain.
  3. Lokasi bermain adalah pemandian dengan kondisi air yang tidak begitu dalam.
  4. Menentukan ketua regu masing-masing, sedangkan pemain yang lainnya mengadakan sut untuk menentukam masuk ke kelompok regu yang ada.

Peraturan permainan

Peraturan yang perlu dipatuhi dalam permainan ini adalah :

  1. Tidak diperkenankan menerjang bagian leher ke atas, bagian dada, dan sekitar kemaluan. Menerjang hanya diperkenankan dengan kedua belah kaki
  2. Tidak dibenarkan berlari ke daratan atau berlari terlepas dari air
  3. Pemimpin kelompok berhak mengeluarkan/memberhentikan pemain yang tidak patuh dengan aturan permainan
  4. Apabila seluruh anggota kelompok mengaku telah kehabisan tenaga dan tidak mampu melawan serangan lawan, maka pada saai itu kelompok tersebut dinyatakan kalah.

Referensi

  1. ↑ Siregar, Tiarma (1998). Permainan Tradisional. Jakarta: Proyek Pembinaan Permuseuman. hlm. 128.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan