Minggu, 20 September 2026
21:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Daro

Daro adalah permainan rakyat dari Jambi yang hanya terdapat di kabupaten Sarolangun Bangko dan tidak ditemui di kabupaten lain dalam Provinsi Jambi.[1] Permainan ini biasa dimainkan pada saat perkawinan, menanjak padi, dan pada saat keramaian lainnya.[1] Permainan ini dapat dilakukan oleh semua kelompok masyarakat tanpa memerlukan persyaratan khusus.[2]

Petunjuk permainan

Pemain berjumlah 2 orang, biasanya berusia antara 8 sampai 15 tahun dan biasanya dimainkan antara jam 08.00 sampai 17.30 waktu setempat.[2] Permainan ini biasanya dilakukan di halaman rumah, lapangan, atau ruang terbuka lainnya.

Peralatan permainan

Peralatan yang digunakan adalah dua buah sayak (Tempurung). Sayak sudah ditembuk (dilubangi) dengan antan (alu) agar sayak dapat berputar sewaktu permainan berlangsung.

Aturan bermain

Permainan diundi dengan jalan syut untuk menentukan siapa yang harus membidik dan yang harus memasang. yang menang berhak membidik dahulu sementara yang kalah harus memasang terlebih dahulu.

Setelah diundi, pemain menentukan jarak antara pembidik dan pemasang. Biasanya antara 5-7 meter serta pemain menentukan berapa kali permainan akan dilakukan.

Siapapun yang kalah harus mendukung pemain yang menang sejauh 100 meter pulang-pergi.

Skor bertambah apabila pembidik dapat membidik sayak pemasang, masing-masing bidikan yang menang dihitung sebagai 1 poin.

Cara bermain

Dengan jarak 5-7 meter yang sudah ditentukan, pemain berdiri tegak dengan sayak di antara kedia tumit mereka. Sayak dalam keadaan terlentang. Pembidik sambil memutar sayak tadi dengan tumit kanannya melakukan tembakan ke arah sayak pemasang yang berada di kedua tumitnya. Sayak yang ditembakkan apabila sayak si pemasang terkena dan terlepas dari kakinya maka pembidik dianggap menang. Pembidik akan terus melakukan tembakan hingga pembidik kalah. Apabila pembidik kalah, maka pemain bertukar peran.

Referensi

  1. 1 2 Permainan Rakyat Daerah Jambi. 1984: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984. hlm. 24.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  2. 1 2 Permainan Rakyat Daerah Jambi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984. hlm. 25.
Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan