Rabu, 21 Oktober 2026
17:12 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Belanjakan

Bagikan:
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. Bantu kami untuk mengembangkannya dengan memberikan pranala ke artikel lain secukupnya. (Januari 2023)

Belanjakan merupakan warisan budaya masyarakat Masbagik," Ada dua penamaan terhadap tradisi ini, Belanjakan dan Pelanjakan. Dua sebutan ini memiliki arti yang sama. Belanjakan berasal dari suku kata bahasa Sasak (Lombok), yaitu “Lanjak” yang berarti menendang sambil mendorong. Diberikan imbuhan "Be" untuk menunjukan kegiatan itu sedang dipertunjukan. Dan kata Belanjakan disebutnya populer hingga sekarang. Belanjakan merupakan pertarungan dua orang laki-laki dengan tangan kosong. kaki sebagai senjata dan tangan sebagai prisai.

Secara umum,, tradisi ini berkambang di masyarakat Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pada permainan Belanjakan diperbolehkan satu lawan dua orang atau lebih, tetapi dalam perkembangannya dilaksanakan dengan system permainan satu lawan satu (duel).[1]

Tata Cara

Awalnya rombongan dari beberapa desa datang ke arena pertandingan dan mengambil tempat pada salah satu sisi sesuai arah angin (barat-selatan, timur-barat). Pemain di sisi barat akan dipertemukan dengan lawan di sisi timur, pemain sisi utara akan dipertemukan dengan lawan di sisi selatan dan seterusnya. Permainan dipimpin oleh pengembar. Pengembar biasanya adalah pimpinan atau ketua kelompok masing-masing. Pada saat pengembar sisi barat telah mendapatkan jago dan telah masuk arena. Jago yang masuk arena biasanya memberi isyarat tantangan dengan menghentak-hentakkan kaki. Maka pengembar sisi timur harus mencari jago yang seimbang. Dalam permainan ini pemain sekaligus juga penonton. Jika kedua jago sudah merasa cocok, maka permainan dapat dilaksanakan. Namun, bila salah satunya merasa takut atau keder, maka dibolehkan untuk mundur. Setelah ada kecocokan, maka keduanya berada di arena lalu gumbang yaitu semacam sesumbar. Selanjutnya wasit akan memeriksa jari pemain, karena pemain tidak boleh memanjangkan kuku, tidak boleh menggunakan cincin atau barang/benda yang dapat membahayakan lawan. Pakaian yang boleh dikenakan hanyalah bekancut yaitu semacam cawat dari kain. Wasit juga menyampaikan peraturan pertandingan termasuk larangan dan peringatan.

Pada saat permainan dimulai, pemain mulai saling tendang, saling sepak dan saling menghindar serta menepis. Pemain diperkenankan menangkap kaki lawan, menyepak dan melempar tubuh lawan kemana saja. Tindakan pemain harus berhenti ketika lawan berteriak "cop" yang artinya berhenti. Jika tidak ada yang menyerah, maka wasit bisa menghentikan permainan dengan mengatakan "sapih" yang artinya sama kuat.

Penentuan Pemenang

Untuk menentukan pemenang dalam permainan ini adalah:

1. Pemain dinyatakan kalah apabila mengucapkan cop lebih dari tiga kali

2. Pemain dinyatakan kalah jika mengucapkan cop lebih banyak dari lawannya

3. Pemain dinyatakan kalah jika telah menyatakan menyerah

4. Pemain dinyatakan kalah jika melakukan kecurangan

Referensi

  1. ↑ Hamzuri, Drs (1998). Permainan Tradisional Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Permuseuman. hlm. 270.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan