Selasa, 22 September 2026
22:43 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Bekel

Bekel

permainan anak-anak

250px-The_Childrens_Museum_of_Indianapolis_-_Jacks.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekumpulan bekel yang disimpan dalam koleksi permanen Museum Anak-Anak Indianapolis.

Bekel atau Seremban adalah sebuah permainan anak-anak asal Jawa Barat. Permainan ini adalah sebuah permainan tradisional kuno yang telah dimainkan selama berabad-abad, biasanya menggunakan lima benda kecil, atau sepuluh dalam kasus permainan berkelompok. Benda-benda tersebut pada zaman dahulu umumnya berupa batu kerikil, biji-bijian, atau tulang kecil hewan yang dihaluskan, sebelum akhirnya digantikan oleh benda buatan dari logam maupun plastik. Di Indonesia, permainan ini dikenal dengan nama bekel, dan awalnya diperkenalkan melalui pengaruh budaya Belanda semasa era kolonial, diadaptasi dari permainan yang disebut bikkelen atau bikkelspel. Seiring waktu, permainan ini berkembang menjadi bagian dari budaya bermain anak-anak lokal, khususnya di kalangan anak perempuan, dan tetap dikenang sebagai salah satu warisan permainan tradisional yang kaya nilai budaya hingga saat ini.[1][2]

Permainan

Permainan bola bekel dimainkan oleh 2 hingga 10 orang secara bergantian, menggunakan dua alat utama yaitu bola karet kecil yang bisa memantul dan sejumlah kecik (biji bekel) yang terbuat dari plastik atau logam. Jumlah kecik yang digunakan biasanya disepakati bersama oleh para pemain, dan seringkali merupakan kelipatan enam.

Cara bermainnya cukup sederhana namun membutuhkan ketangkasan:

  1. Memantulkan bola. Pemain memantulkan bola karet ke lantai sebagai tanda dimulainya giliran.
  2. Mengambil kecik. Selagi bola memantul, pemain harus mengambil kecik satu per satu, lalu dua per dua, dan seterusnya hingga seluruh kecik berhasil diambil.
  3. Membalik kecik. Setelah diambil, kecik-kecik harus dibalik ke posisi tertentu sesuai aturan yang berlaku.
  4. Menangkap bola. Semua langkah di atas harus diselesaikan dalam waktu satu pantulan bola, dan bola boleh memantul satu kali sebelum ditangkap.

Adapun membuat permainan ini unik adalah bola tidak harus langsung ditangkap, melainkan boleh memantul satu kali terlebih dahulu. Namun, jika pemain gagal mengambil kecik atau membiarkan bola memantul lebih dari sekali, maka pemain tersebut dinyatakan gugur dan giliran berpindah ke pemain berikutnya.[3]

Manfaat

Permainan bola bekel ternyata menyimpan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Melalui permainan ini, anak secara tidak langsung melatih kemampuan motorik, ketangkasan, konsentrasi, serta koordinasi tangan dan mata. Selain itu, karena dimainkan secara berkelompok, bekel juga mengasah keterampilan sosial seperti sportivitas, kejujuran, toleransi, dan saling menghormati antar pemain.

Tidak hanya itu, bekel juga terbukti bermanfaat dalam mendukung proses belajar anak, khususnya dalam pembelajaran matematika. Ketika diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar, permainan ini mampu meningkatkan semangat dan motivasi siswa karena suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Anak pun lebih mudah memahami materi seperti operasi hitung bilangan bulat karena belajar sambil bermain secara langsung.[4]

Galeri

  • 120px-Roman_knucklebones_from_Silchester.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Bekel_atau_Bekles.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. http://www.indogamers.com/read/19/02/2013/6960/permainan_bola_bekel__game_tradisional_yang_semakin_langka/
  2. "Seremban". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. Nurhidayah, Wika Ayu; Hasanudin, Cahyo (2025-07-05). "Peran Permainan Bola Bekel untuk Meningkatkan Keterampilan Berhitung pada Siswa Sekolah Dasar". Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (dalam bahasa Inggris). 3 (1): 188–195. ISSN 3031-9412.
  4. Badariah, Bai; Pristiwanti, Desi; Rosmilawati, Ila (2022-12-20). "Pemanfaatan Permainan Tradisional Bola Bekel dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa". Journal on Teacher Education (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 1252–1259. doi:10.31004/jote.v4i2.10001. ISSN 2686-1798.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Knucklebones.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan