Senin, 09 November 2026
04:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Mallogo

Mallogo

Bagikan:
250px-Belogo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pria sedang memainkan logo

Mallogo adalah permainan tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Dalam bahasa Bugis disebut dengan Mallogo sedangkan dalam bahasa Makassar disebut dengan Allogo.[1] Permainan mengandung makna kejujuran dan sportivitas.[1]

Cara

250px-Jong_dalam_Balogo_di_Festival_Racah_Mampulang_Bakarasmin_2025.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jong, penanda jarak dalam Balogo

Permainan Mallogo berupa tempurung kelapa kering yang dibentuk segitiga (logo), lalu dipukul dengan sepotong bambu yang bentuknya seperti pemukul golf.[1] Dahulu Mallogo dimainkan oleh seluruh kalangan masyarakat Sulawesi Selatan, baik rakyat biasa maupun bangsawan.[1] Sehingga ada dua jenis logo (tempurung bentuk segitiga), yakni logo dari tempurung kelapa untuk rakyat biasa dan logo dari tanduk kerbau, seng, atau besi yang disepuh emas untuk kalangan bangsawan.[1] Mallogo (allogo) dimainkan oleh dua orang atau lebih, biasanya di halaman rumah atau pinggiran sawah.[1] Sebelum bermain, terlebih dahulu membentuk tim.[2]

Setelah terbentuk, masing-masing tim memilih undian atau maccede, untuk mengetahui tim yang memulai permainan.[2] Tim yang menang undian, akan menembak pertama kali (MaLLio-lio).[2] Tembakan ditujukan kepada logo yang sudah diatur dengan jarak 2 m.[2] Setiap peserta memiliki hak menembak sampai 3 kali, tetapi jika tembakan tidak kena sasaran, maka peserta tersebut dianggap gugur.[2] Sebaliknya apabila tembakan kena sasaran yang dituju, maka terus diberi kesempatan untuk menembak hingga sasaran terakhir.[2] Bagi peserta yang bisa menembak tepat sasaran dengan jarak 20 m, maka dialah pemenangnya.[2] Aturan permainan ini adalah sebagai berikut:

  • Nilai Pemenang dilihat dari jumlah logo yang telah dijatuhkan.[1]
  • Jika pemain pertama tak bisa menjatuhkan semua logo, maka permainan akan dipindahkan ke tim lawan.[1]
  • Pemain dapat dianggap sebagai pemenang, jika dapat menjatuhkan semua logo dan dapat kembali memukul.[1]

Nilai

Permainan tradisional ini memiliki nilai-nilai sebagai berikut

  1. Menjaga kekompakan: Nilai ini tecermin dari strategi setiap tim dan kerjasama untuk meraih kemenangan.
  2. Seni: Nilai seni dari permainan ini terdapat pada logo yang digunakan sehingga banyak orang yang mengoleksi logo
  3. Olahraga: Nilai olahraga tecermin pada gerakan pemain saat memukul, melempar yang membutuhkan banyak stamina dan energi serta keseimbangan fisik.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "MALLOGO permainan tradisional yang mulai punah". rerealfareezy.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-20. Diakses tanggal 20 Mei 2014.18.30.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "Permainan Rakyat MaLLogo Kembali Dilestarikan Warga Bone". Makassartv.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-21. Diakses tanggal 21 Mei 2014.01.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Permainan tradisional Indonesia
Lomba tradisional
Dengan alat
Menggunakan bambu
Menggunakan bola
Menggunakan kelapa/pinang
Menggunakan batu
Menggunakan kartu
Menggunakan tali
Tanpa alat
Lihat juga: Daftar permainan Indonesia (menurut provinsi)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan