Senin, 12 Oktober 2026
09:26 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km

Perang Kappel

Bagikan:
Bagian dari seri
Reformasi Protestan
250px-95Thesen_facsimile_colour.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Musik
Ragam

Liturgi

  • Sekuens (dipertahankan Lutheran, sebagian besar dilarang oleh Konsili Trento)

Puji-Pujian

Penamat dan Peringatan
Protestanisme

Peperangan Kappel (Kappelerkriege) adalah istilah kolektif untuk dua konflik bersenjata yang terjadi di dekat Kappel am Albis antara kanton Katolik dan Protestan di Konfederasi Swiss Lama selama Reformasi di Swiss.

Perang Pertama

Artikel utama: Perang Kappel Pertama

Pada konflik pertama, dibentuklah "Uni Kristen" (terdiri dari kanton Lucerne, Uri, Schwyz, Unterwalden, dan Zug) untuk menghentikan penyebaran Protestanisme di seluruh Swiss.[1] Uni ini merupakan penolakan terhadap upaya reformasi paksa yang dilakukan oleh pemimpin Swiss Ulrich Zwingli.[2]

Peristiwa

Pada tahun 1529, setelah meminta bantuan para pemimpin kanton hutan,[3] Zwingli berusaha mereformasi kanton-kanton tersebut secara paksa. Namun, diplomasi yang dimenangkan oleh Uni Kristen memaksa kaum Protestan untuk tidak melewati batas, menunda konflik hingga tahun 1531.

Perang Kedua

Artikel utama: Perang Kappel Kedua

Kanton Zürich adalah pendukung utama Zwingli dan gerakan reformasi Swiss. Ketika mereka berperang dalam Perang Musso melawan Kadipaten Milan, negara-negara anggota Uni Katolik menolak memberikan bantuan. Zwingli segera memberikan sanksi kepada kanton-kanton Katolik.

Referensi

  1. ↑ "Kappel wars "...Lucerne, Uri, Schwyz, Unterwalden, and Zug, formed the Christian Union". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-07.
  2. ↑ "WHKMLA : First War of Kappel". www.zum.de. Diakses tanggal 2020-06-07.
  3. ↑ Kanton hutan - atau "Waldkantone" - merujuk pada empat kanton berhutan lebat dan bergunung-gunung di tepi Danau Lucerne, yaitu Uri, Schwyz, Unterwalden, dan Lucerne. Lucerne, meskipun cukup datar, memiliki sebuah gelung yang berhutan lebat di Danau Lucerne; dan Unterwalden kemudian terpecah menjadi Obwalden dan Nidwalden.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan