Rabu, 04 November 2026
06:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Perang Schmalkalden

Perang Schmalkalden

Bagikan:
Perang Schmalkalden
Bagian dari Perang agama Eropa
dan Reformasi Protestan
330px-Carlos_V_en_M%C3%BChlberg%2C_by_Titian%2C_from_Prado_in_Google_Earth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Karl V yang Menunggangi Kuda (1548)
karya Titian merayakan kemenangan Karl di Pertempuran Mühlberg.
Tanggal10 Juli 1546 – 23 Mei 1547
Lokasi
Hasil

Kemenangan Kekaisaran-Spanyol[1]

Pihak yang terlibat

20px-Charles_V_Arms-personal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kekaisaran Karl V:

Liga Schmalkalden:

 Elektorat Sachsen
Hessen Hessen
Elektorat Pfalz
20px-Bremen_Wappen%28Mittel%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bremen (kota)
20px-DEU_Luebeck_COA.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lübeck
20px-Coat_of_arms_of_Brunswick-L%C3%BCneburg.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kadipaten Braunschweig-Lüneburg
dibantu wilayah Jerman lainnya
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Perang Schmalkalden merupakan perang antara pasukan Karl V dari Kekaisaran Romawi Suci (dibantu oleh Spanyol) dan kelompok Lutheran Liga Schmalkalden yang terjadi pada 1546 hingga 1547 yang terjadi di Kekaisaran Romawi Suci.[2] Kekaisaran Romawi Suci dikomandani oleh Fernando Alvarez dari Toledo.

Latar Belakang

Setelah reformasi yang dilakukan Martin Luther, beberapa negara bagian Kekaisaran Romawi Suci menolak beberapa perjanjian yang berasal dari Habsburg dan langsung berpindah haluan menjadi Lutheran. Wangsa Habsburg menganggap konversi ini sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan mereka termasuk melawan Kekaisaran Romawi Suci.[3] Hal ini kemudian diperkuat rencana Karl V pada 1521 untuk segera menghapus kaum Lutheran dari wilayah kekaisarannya.[4]

Liga Schmalkalden

250px-Schmallkalden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Liga Schmalkalden pada peringatan 400 tahun Reformasi Protestan

Perjanjian Augsburg yang ditandatangani pada 1530 (yang didasari oleh pemikiran Philipp Melanchthon) tidak dapat mencegah konflik yang muncul antara kubu Katolik dan Protestan sehingga dibentuklah Liga Schmalkalden yang dibentuk oleh penguasa (Johann Friedrich I dari Sachsen dan Philipp I dari Hessen) serta wilayah-wilayah yang didominasi kaum Protestan[5] (pendukung Martin Luther) antara lain Anhalt-Bernburg, Mansfeld-Hinterort, Lübeck, Magdeburg, Bremen, Strasbourg, Ulm, Memmingen, Konstanz, Biberach, Lindau, dan Isny) di Schmalkalden, Thuringen pada Desember 1530 dan diperkuat pada Februari 1531.[2] Liga ini semakin berkembang luas dengan semakin bertambahnya jumlah pengikut[6] yang ditandai dengan masuknya kota Esslingen, Braunschweig, Goslar, Einbeck, dan Göttingen pada 1531 dan 1535. Kemudian pada 1535 adipati di Pommern dan Württemberg, bangsawan di Pfalz-Zweibrücken, penguasa di Anhalt-Dessau, dan kota Frankfurt am Main, Kempten, Hamburg, dan Hannover masuk ke Liga Schmalkalden.[2]

Konflik

Perang dimulai ketika Moritz dari Albertine Sachsen menyerang dan menduduki lahan di elektorat Sachsen milik Johann Friedrich I.[6] Karena Moritz dari Albertine Sachsen merupakan seorang Lutheran, dia dianggap sebagai "Pengkhianat dari Meissen".[6] Johann Friedrich I bersama pasukan dari Wurttemberg kemudian berhasil membebaskan lahan tersebut, menduduki Albertine Sachsen, sekaligus menduduki Bohemia di mana Ferdinand dari Bohemia merupakan musuhnya.[6]

Pada Pertempuran Mühlberg (1547), pasukan Liga Schmalkalden ditaklukkan, Johann Friedrich I ditundukkan, ditahan serta dipaksa menyerah kepada Karl V.[6] Setelah Muhlberg, hanya kota Bremen dan Magdeburg yang tetap mempertahankan perlawanan. Kemudian, Philipp dari Hessen ditahan (menyusul Johann Friedrich I).[6]

Akibat

Penangkapan Johann Friedrich I yang pada awalnya dijatuhi putusan hukuman mati pada akhirnya diusahakan supaya mendapat pengampunan melalui kapitulasi Wittenberg yang ditandatangani pada 19 Mei 1547. Ia kehilangan kedaulatan di beberapa elektorat dan wilayah teritori kecil Ernestine yang diserahkan ke sepupunya Moritz yang dinobatkan sebagai elektor baru wilayah Sachsen pada 4 Juni 1547. Dengan bantuan Joachim II Hector, sang elektor Brandenburg, bersama-sama berusaha untuk memediasi ayah mertuanya Philip I dari Hessen.

250px-Schmalkaldic_war_1547.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah di Jerman yang terdampak Perang Schmalkalden

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Schmalkaldic War.

Referensi

  1. ↑ Pál Zsigmond Pach; Ágnes Várkonyi R., ed. (1985). Magyarország története tíz kötetben [History of Hungary in ten volumes] (dalam bahasa Hungaria). Vol. 1 (1526–1686). Budapest: Akadémiai Kiadó. ISBN 963-05-0929-6.
  2. 1 2 3 "Schmalkaldic War (1546–1547) - Dictionary definition of Schmalkaldic War (1546–1547) | Encyclopedia.com: FREE online dictionary". www.encyclopedia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-10.
  3. ↑ Dietmar., Regensburger,; Dietmar., Regensburger, Harriet Rudolph & (2016). The European Wars of Religion : an Interdisciplinary Reassessment of Sources, Interpretations, and Myths. Florence: Taylor and Francis. ISBN 9781317032762. OCLC 965773452.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  4. ↑ "The Schmalkaldic League: Reformation War". ThoughtCo. Diakses tanggal 2017-11-11.
  5. ↑ W., Close, Christopher (2009). The negotiated Reformation : imperial cities and the politics of urban reform, 1525-1550. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 9780521760201. OCLC 526106555.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. 1 2 3 4 5 6 "WHKMLA : Schmalkaldic War, 1546-1547". www.zum.de. Diakses tanggal 2017-11-11.

Bacaan lebih lanjut


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan