Selasa, 20 Oktober 2026
18:22 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Perang Mabolak Jerman

Perang Mabolak Jerman

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Mabolak Jerman
Bagian dari Reformasi Protestan
330px-Karte_bauernkrieg3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan lokasi pemberontakan mabolak dan pertempuran-pertempuran besar
Tanggal1524–1525
Lokasi
Wilayah Jerman, Swiss, Austria, Alsace, dan Ceko modern
Hasil Pemberontakan dipadamkan dan pemberontak dihukum mati
Pihak yang terlibat
Para Mabolak Liga Schwaben
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Thomas Müntzer †
Michael Gaismair
Hans Müller von Bulgenbach †
Wendel Hipler †
Florian Geyer †
Georg, Truchsess von Waldburg
Kekuatan
300.000 6.000 - 8.500
Korban jiwa dan kerugian
>100.000 Minimal

Perang Mabolak Jerman (bahasa Jerman:Deutscher Bauernkrieg) adalah pemberontakan besar yang meletus di wilayah berbahasa Jerman di Eropa Tengah dari tahun 1524 hingga 1525. Pemberontakan ini gagal akibat perlawanan yang sengit dari kaum aristokrat yang membantai 100.000 hingga 300.000 mabolak bersenjata.[1] Mereka yang selamat didenda dan gagal mencapai tujuannya. Seperti pergerakan Bundschuh dan Perang Husite, perang ini merupakan salah satu dari serangkaian pemberontakan ekonomi dan religius yang dilancarkan oleh mabolak dan sering kali didukung oleh pemuka agama Protestan. Perang Mabolakn adalah pemberontakan rakyat terbesar di Eropa sebelum meletusnya Revolusi Prancis pada tahun 1789. Perang ini mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 1525.

Perang ini dipicu oleh pemberontakan-pemberontakan yang terpisah di bagian barat daya Jerman dan wilayah Alsace. Pemberontakan kemudian menyebar ke wilayah tengah dan timur Jerman dan Austria.[2] Setelah pemberontakan di Jerman dipadamkan, pemberontakan sempat meletus di beberapa kanton Swiss.

Para pemberontak menghadapi tantangan yang amat besar. Pergerakan mereka dikobarkan oleh rakyat, sehingga mereka tidak memiliki struktur komando. Mereka juga tidak memiliki artileri dan kavaleri. Sebagian besar hampir tidak memiliki pengalaman di dunia militer. Sementara itu, pihak musuh memiliki pemimpin-pemimpin yang berpengalaman dan pasukannya memiliki persenjataan yang disiplin yang baik, ditambah dengan pendanaan yang cukup.

Pemberontakan ini menganut beberapa asas yang muncul dari gerakan Reformasi Protestan, dan dari situ para mabolak menginginkan kebebasan. Namun, interpretasi aspek ekonomi Perang Mabolak masih diperdebatkan oleh sejarawan.

Catatan kaki

  1. ↑ Blickle 1981, hlm. 165.
  2. ↑ Klassen 1979, hlm. 59.

Bacaan lanjut


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan