Rabu, 28 Oktober 2026
17:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang Agama Prancis

Perang Agama Prancis

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Agama Prancis
Bagian dari Perang agama Eropa
330px-Francois_Dubois_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran pembantaian Hari Santo Bartolomeus oleh François Dubois
TanggalMaret 1562 – April 1598
Lokasi
Prancis
Hasil Gencatan senjata yang tidak tenang.
Maklumat Nantes memberikan hak-hak untuk Huguenot dalam beberapa hal;
Paris dan beberapa wilayah lain dinyatakan sebagai wilayah Katolik secara permanen.
Musuh-musuh Prancis tidak berhasil melemahkan Prancis atau merebut wilayahnya.
Pihak yang terlibat
 Prancis
 Spanyol (hingga 1588)
 Negara Gereja (hingga 1588)
Toscana
Katolik:
border=no Liga Katolik
 Spanyol (sejak 1588)
 Savoia
 Imperium Portugal
Pemimpin atau tokoh terkemuka
1595–1598:
Kekaisaran Spanyol Pedro Henriquez de Acevedo
Kekaisaran Spanyol Carlos Coloma
Kekaisaran Spanyol Albert VII
Kekaisaran Spanyol Girolamo Caraffa
Kekaisaran Spanyol Juan Fernández de Velasco y Tovar
40px-Flag_of_the_Catholic_League_%28French_Wars_of_Religion%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Charles dari Mayenne
Korban jiwa dan kerugian
Antara 2 juta atau 4 juta orang tewas[1]

Perang Agama Prancis (1562–98) adalah istilah yang mengacu pada periode perang saudara antara orang-orang Katolik dan Protestan di Kerajaan Prancis. Konflik ini melibatkan wangsa-wangsa aristokrat seperti Wangsa Bourbon dan Wangsa Guise (Lorraine), dan kedua belah pihak menerima bantuan asing.

Diperkirakan 2.000.000 hingga 4.000.000 orang tewas akibat perang, kelaparan, dan penyakit.[2] Saat konflik berakhir pada tahun 1598, Maklumat Nantes memberikan berbagai hak dan kebebasan untuk Huguenot, walaupun maklumat ini tidak mengakhiri permusuhan antara Katolik dengan Protestan. Perang ini melemahkan otoritas monarki, walaupun nantinya Raja Henri IV berhasil memperkuatnya kembali.

Periodisasi

Sejarawan hingga kini masih memperdebatkan banyaknya perang yang terjadi, penanggalannya, dan juga lama berlangsungnya perang. Beberapa sejarawan meyakini bahwa Maklumat Nantes pada tanggal 13 April 1598 dan Perdamaian Vervins pada tanggal 2 Mei 1598 mengakhiri peperangan ini,[3] walaupun pemberontakan Huguenot masih berlanjut sehingga menurut sejarawan lain menilai Perdamaian Alais pada tahun 1629 merupakan akhir dari peperangan.[4] Kendati demikian, sejarawan pada umumnya setuju bahwa perang agama ini dimulai dari Pembantaian Vassy pada tahun 1562 dan diakhiri oleh Maklumat Nantes pada tahun 1562.[2]

Referensi

  1. ↑ Knecht 2002, hlm. 91.
  2. 1 2 Knecht, Robert J. (2002). The French Religious Wars 1562-1598. Osprey Publishing. hlm. 91. ISBN 9781841763958.
  3. ↑ Clodfelter, Micheal (2017). Warfare and Armed Conflicts: A Statistical Encyclopedia of Casualty and Other Figures, 1492–2015 (Edisi 4). Jefferson, Carolina Utara: McFarland. hlm. 14-16, 537. ISBN 978-0786474707.
  4. ↑ Holt, Mack P. The French wars of religion, 1562-1629. cambridge. ISBN 052183872X.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai French Wars of Religion.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan