Sabtu, 17 Oktober 2026
20:34 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Hari Reformasi (Protestan)

Hari Reformasi (Protestan)

Bagikan:
"Hari Reformasi" beralih ke halaman ini. Untuk Reformasi yang terjadi di Indonesia, lihat Reformasi Indonesia.
Hari Reformasi
250px-Lucas_Cranach_d.%C3%84._-_Martin_Luther%2C_1528_%28Veste_Coburg%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dirayakan olehKomunitas Protestan
Tanggal31 Oktober
FrekuensiSetiap tahun
Bagian dari seri
Reformasi Protestan
250px-95Thesen_facsimile_colour.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Musik
Ragam

Liturgi

  • Sekuens (dipertahankan Lutheran, sebagian besar dilarang oleh Konsili Trento)

Puji-Pujian

Penamat dan Peringatan
Protestanisme

Hari Reformasi adalah hari besar keagamaan Kristen Protestan yang dirayakan pada tanggal 31 Oktober memperingati dimulainya Reformasi Protestan.

Menurut Philipp Melanchthon, 31 Oktober 1517 merupakan hari di mana Martin Luther memakukan 95 Tesis-nya pada pintu Gereja Semua Orang Kudus di Wittenberg, Elektorat Sachsen, di dalam Kekaisaran Romawi Suci. Sejarawan dan ahli-ahli lainnya dalam bidang ini berpendapat bahwa Luther mungkin sengaja memilih Malam Semua Orang Kudus untuk mendapatkan perhatian masyarakat umum, meski hal tersebut belum pernah dibuktikan. Data yang ada menunjukkan bahwa 31 Oktober adalah hari di mana Luther mengirimkan karyanya kepada Albrecht dari Brandenburg, Uskup Agung Mainz. Hal ini telah diverifikasi; sekarang hal ini dinilai sebagai awal dari Reformasi selain pemakuan yang tidak terkonfirmasi (sepertinya Melanchthon adalah satu-satunya sumber untuk hal ini) 95 Tesis/keberatan pada pintu Gereja Semua Orang Kudus pada hari yang sama.

Hari besar ini penting bagi Gereja Lutheran dan Reformed, meskipun komunitas-komunitas Protestan lainnya juga cenderung memperingati hari tersebut. Gereja Katolik Roma hanya baru-baru ini mengakuinya, dan sering mengirimkan perwakilan resminya dalam semangat ekumenisme ke berbagai acara peringatan yang diadakan oleh umat Protestan. Hari tersebut secara hukum dan resmi diakui dalam beberapa negara bagian Jerman dan negara berdaulat Slovenia dan Chile. Selain itu, negara-negara seperti Swiss dan Austria memberikan secara spesifik hukum yang berkaitan dengan gereja-gereja Protestan, meskipun tidak secara resmi menetapkannya sebagai hari besar nasional.

Sejarah

Pada 1516-1517, Johann Tetzel, seorang biarawan Dominikan dan komisaris kepausan untuk indulgensi, dikirim ke Jerman oleh Gereja Katolik Roma untuk mengumpulkan uang guna membangun kembali Basilika Santo Petrus di Roma.[1] Teologi Roma Katolik menyatakan bahwa iman saja, apakah fiducia atau dogmatis, tidak dapat membenarkan manusia;[2] dan bahwa hanya iman yang aktif dalam amal dan perbuatan baik (fides caritate formata) yang dapat membenarkan manusia.[3]

Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther menulis kepada Albrecht, Uskup Agung Mainz dan Magdeburg, memprotes penjualan indulgensi. Dalam suratnya, ia melampirkan sebuah salinan dari "Perdebatan Martin Luther pada Kekuatan dan Keberhasilan Indulgensi," yang kemudian dikenal sebagai 95 dalil.

Ke-95 dalil ini segera diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Jerman, dicetak dan diperbanyak menggunakan mesin cetak.[4] Hanya dalam waktu dua minggu, salinan tesis telah menyebar ke seluruh Jerman, dan dalam waktu dua bulan berhasil disebarkan ke seluruh Eropa.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Johann Tetzel," Encyclopaedia Britanica, 2007
  2. ↑ (Trent, l. c., can. xii: "Si quis dixerit, fidem justificantem nihil aliud esse quam fiduciam divinae misericordiae, peccata remittentis propter Christum, vel eam fiduciam solam esse, qua justificamur, a.s.")
  3. ↑ (cf. Trent, Sess. VI, cap. iv, xiv)
  4. ↑ Brecht, Martin. Martin Luther. tr. James L. Schaaf, Philadelphia: Fortress Press, 1985–93, 1:204–205.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan