Rabu, 30 September 2026
01:25 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Perang Kappel

Bagikan:
Bagian dari seri
Reformasi Protestan
250px-95Thesen_facsimile_colour.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Musik
Ragam

Liturgi

  • Sekuens (dipertahankan Lutheran, sebagian besar dilarang oleh Konsili Trento)

Puji-Pujian

Penamat dan Peringatan
Protestanisme

Peperangan Kappel (Kappelerkriege) adalah istilah kolektif untuk dua konflik bersenjata yang terjadi di dekat Kappel am Albis antara kanton Katolik dan Protestan di Konfederasi Swiss Lama selama Reformasi di Swiss.

Perang Pertama

Artikel utama: Perang Kappel Pertama

Pada konflik pertama, dibentuklah "Uni Kristen" (terdiri dari kanton Lucerne, Uri, Schwyz, Unterwalden, dan Zug) untuk menghentikan penyebaran Protestanisme di seluruh Swiss.[1] Uni ini merupakan penolakan terhadap upaya reformasi paksa yang dilakukan oleh pemimpin Swiss Ulrich Zwingli.[2]

Peristiwa

Pada tahun 1529, setelah meminta bantuan para pemimpin kanton hutan,[3] Zwingli berusaha mereformasi kanton-kanton tersebut secara paksa. Namun, diplomasi yang dimenangkan oleh Uni Kristen memaksa kaum Protestan untuk tidak melewati batas, menunda konflik hingga tahun 1531.

Perang Kedua

Artikel utama: Perang Kappel Kedua

Kanton Zürich adalah pendukung utama Zwingli dan gerakan reformasi Swiss. Ketika mereka berperang dalam Perang Musso melawan Kadipaten Milan, negara-negara anggota Uni Katolik menolak memberikan bantuan. Zwingli segera memberikan sanksi kepada kanton-kanton Katolik.

Referensi

  1. ↑ "Kappel wars "...Lucerne, Uri, Schwyz, Unterwalden, and Zug, formed the Christian Union". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-07.
  2. ↑ "WHKMLA : First War of Kappel". www.zum.de. Diakses tanggal 2020-06-07.
  3. ↑ Kanton hutan - atau "Waldkantone" - merujuk pada empat kanton berhutan lebat dan bergunung-gunung di tepi Danau Lucerne, yaitu Uri, Schwyz, Unterwalden, dan Lucerne. Lucerne, meskipun cukup datar, memiliki sebuah gelung yang berhutan lebat di Danau Lucerne; dan Unterwalden kemudian terpecah menjadi Obwalden dan Nidwalden.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan