Sabtu, 31 Oktober 2026
19:02 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Oscar Zariski

Oscar Zariski

Bagikan:
Oscar Zariski
250px-Oscar_Zariski.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Oscar Zariski (1899–1986)
Lahir(1899-04-24)24 April 1899
Meninggal4 Juli 1986(1986-07-04) (umur 87)
AlmamaterUniversitas Rome
Universitas Kiev
Dikenal karenaGeometri aljabar
Karier ilmiah
BidangMatematika
Tempat kerjaUniversitas Johns Hopkins
Universitas Illinois
Universitas Harvard
Guido Castelnuovo
Mahasiswa doktoral
S. S. Abhyankar
Michael Artin
Iacopo Barsotti
Irvin Cohen
Daniel Gorenstein
Robin Hartshorne
Heisuke Hironaka
Steven Kleiman
Joseph Lipman
David Mumford
Maxwell Rosenlicht
Pierre Samuel
Abraham Seidenberg

Oscar Zariski (lahir Oscher Zaritsky (bahasa Rusia:О́шер Зари́цкий) 24 April 1899 – 4 Juli 1986) adalah matematikawan Amerika Serikat yang lahir di Rusia. Ia juga merupakan salah satu ahli geometri aljabar yang paling berpengaruh pada abad ke-20.

Pendidikan

Zariski dilahirkan dengan nama Oscher (juga ditransliterasikan menjadi Ascher atau Osher) Zaritsky dari sepasang suami-istri Yahudi, Bezalel Zaritsky dan Hanna Tennenbaum. Ia kuliah di Universitas Kiev pada tahun 1918. Ia meninggalkan Kiev pada tahun 1920 untuk melanjutkan studinya di Roma dan menjadi pengikut mazhab geometri aljabar Italia bersama Guido Castelnuovo, Federigo Enriques, dan Francesco Severi.

Pada tahun 1924, Zariski menulis disertasi doktoral tentang teori Galois. Pada waktu penerbitannya, ia mengganti namanya menjadi Oscar Zariski.

Karier

Universitas Johns Hopkins

Zariski pindah ke Amerika Serikat tahun 1927 berkat bantuan Solomon Lefschetz. Ia menjadi profesor di Universitas Johns Hopkins pada tahun 1937. Pada masa-masa itu, ia menulis Algebraic Surfaces yang berisi ringkasan mazhab Italia. Bukunya diterbitkan tahun 1935 dan diterbitkan lagi 36 tahun kemudian disertai catatan mahasiswa Zariski yang mengilustrasikan perubahan ilmu geometri aljabar. Buku ini masih menjadi rujukan utama di kalangan matematikawan.

Tampaknya buku tersebut memperjelas ketidakpuasan Zariski terhadap pendekatan mazhab Italia terhadap geometri birasional. Masalah rigor ia selesaikan dengan beralih ke aljabar komutatif. Topologi Zariski cocok dengan geomteri bireguler yang variasi-variasinya dipetakan oleh fungsi polinomial. Teori tersebut terlalu dibatasi pada permukaan aljabar saja, dan bahkan pada kurva-kurva yang memiliki titik tunggal (singuler). Peta rasional terhadap peta reguler sama seperti fungsi rasional terhadap suatu polinomial, artinya ada beberapa titik yang tak dapat ditentukan. Dalam dunia geometri, seseorang harus menggunakan fungsi yang ditetapkan pada himpunan padat terbuka dalam variasi tertentu. Penjelasan perilaku tambahan ini bisa jadi memerlukan pengenalan titik hampir tak terbatas untuk membatasi perilaku di sepanjang arah yang berbeda. Hal tersebut kelak memperkenalkan penggunaan teori valuasi dalam kasus permukaan untuk menjelaskan fenomena seperti peniupan (blowing up) bergaya balon yang tidak meledak.

Universitas Harvard

Setelah menghabiskan satu tahun (1946–1947) di Universitas Illinois, Zariski menjadi profesor di Universitas Harvard pada 1947 sampai pensiun pada 1969. Tahun 1945, ia mendikusikan hal-hal dasar geometri aljabar bersama André Weil. Weil tertarik untuk menetapkan teori variasi abstrak, mendukung penggunaan variasi Jacob dalam pembuktiannya terhadap hipotesis Riemann untuk kurva di bidang terbatas, suatu tindakan yang berlawanan dengan keinginan Zariski. Dua dasar ini tidak disepakati pada waktu itu.

Di Harvard, mahasiswa Zariski meliputi Shreeram Abhyankar, Heisuke Hironaka, David Mumford, Michael Artin, dan Steven Kleiman. Generasi penerusnya ini memperluas bidang-bidang utama dalam teori singularitas, teori moduli, dan kohomologi. Zariski sendiri lebih berfokus pada teori ekuisingularitas. Beberapa pembuktian utamanya, teorema utama Zariski dan teorema Zariski tentang fungsi holomorf, termasuk di antara hasil pembuktian yang digeneralisasikan dan disertakan dalam program Alexander Grothendieck yang kelak menyatukan geometri aljabar.

Zariski memaparkan contoh pertama permukaan Zariski pada tahun 1958.

Penghargaan

Zariski dianugerahi Steele Prize pada tahun 1981, dan Wolf Prize in Mathematics bersama Lars Ahlfors pada tahun yang sama. Ia juga menulis Commutative Algebra bersama Pierre Samuel dalam dua volume. Makalah-makalahnya diterbitkan oleh MIT Press dalam empat volume.

Lihat pula

Publikasi

Referensi

  1. ↑ Lefschetz, Solomon (1936). "Review: Algebraic Surfaces, by Oscar Zariski" (PDF). Bull. Amer. Math. Soc. 42 (1, Part 2): 13–14.
  2. ↑ Herstein, I. N. (1959). "Review: Commutative algebra, Vol. 1, by Oscar Zariski and Pierre Samuel" (PDF). Bull. Amer. Math. Soc. 6 (1): 26–30.
  3. ↑ Auslander, M. (1962). "Review: Commutative algebra, Vol. II, by O. Zariski and P. Samuel" (PDF). Bull. Amer. Math. Soc. 68 (1): 12–13.
  4. ↑ Washburn, Sherwood (1988). "Review: Le problème des modules pour les branches planes, by Oscar Zariski, with an appendix by Bernard Teissier" (PDF). Bull. Amer. Math. Soc. (N.S.). 18 (2): 209–214.

Pranala luar

Ilmu perilaku dan ilmu sosial
1960-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Ilmu biologi
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Kimia
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Ilmu teknik
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Matematika, statistik, dan ilmu komputer
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Ilmu fisika
1960-an
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
2010-an
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan