Jumat, 23 Oktober 2026
21:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Maurice Hilleman

Maurice Hilleman

Bagikan:
Maurice Hilleman
250px-Hilleman-Walter-Reed.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hilleman ca 1958
Lahir
Maurice Ralph Hilleman

30 Agustus 1919
Meninggal11 April 2005(2005-04-11) (umur 85)
AlmamaterMontana State University
University of Chicago
PekerjaanMikrobiologis, vaksinologis
Dikenal karenaMengembangkan banyak vaksin penting
Pasangan menikah
Thelma Mason
​
​
(m. 1943;w. 1963)​

Lorraine Witmer
​
​
(m. 1964)​
[1]
Anak2
Penghargaan

Maurice Ralph Hilleman (30 Agustus 1919 – 11 April 2005) adalah seorang mikrobiologis Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam bidang vaksinologi dan telah mengembangkan lebih dari 40 vaksin, sebuah rekor produktivitas yang tak tertandingi .[2][3] Ia dikenal karena lebih banyak menyelamatkan nyawa ketimbang ilmuwan medis lainnya pada abad ke-20.[4][5][6] Robert Gallo menyebutnya sebagai "vaksinologis paling sukses dalam sejarah".[4]

Referensi

  1. ↑ "About Dr. Hilleman". hillemanfilm.com.
  2. ↑ Offit, Paul A. (2007). Vaccinated: One Man's Quest to Defeat the World's Deadliest Diseases. Washington, DC: Smithsonian. ISBN 0-06-122796-X.
  3. ↑ Maurice Hilleman (Obituary). The Telegraph. April 14, 2005.
  4. 1 2 Maugh, Thomas H. II (2005-04-13). "Maurice R. Hilleman, 85; Scientist Developed Many Vaccines That Saved Millions of Lives". Los Angeles Times. Diakses tanggal 2010-10-20.
  5. ↑ Sullivan P (2005-04-13). "Maurice R. Hilleman dies; created vaccines". Washington Post. Diakses tanggal 2009-11-13.
  6. ↑ Johnson LA (2005-04-12). "Maurice Hilleman, at 85; was pioneer in vaccine research". Associated Press. Diakses tanggal 2009-11-13.

Pranala luar

Cari tahu mengenai Maurice Hilleman pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Gambar dan media dari Commons
Entri basisdata #Q983898 di Wikidata
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan