Senin, 21 September 2026
03:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Olimpiade

Olimpiade

Ajang Olahraga terbesar di dunia, diselenggarakan setiap empat tahun sekali

Artikel ini berisi tentang ajang olahraga internasional. Untuk satuan waktu yang digunakan in ajang ini, lihat Olimpiade (satuan waktu).
Olimpiade
Jeux olympiques  (Prancis)
250px-Olympic_rings_without_rims.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SingkatanOlimpiade (khusus untuk pertandingan musim panas)
Moto
  • Faster, Higher, Stronger – Together
  • (Latin: Citius, Altius, Fortius – Communiter
  • (Prancis: Plus vite, Plus haut, Plus fort – Ensemble)
Acara pertamaMusim panas
Athena, Yunani pada tahun 1896
Musim dingin
Chamonix, Prancis pada tahun 1924
Terjadi setiapEmpat tahun, dengan dua tahun bergantian selama siklus empat tahun
Markas besarLausanne, Swiss
PresidenKirsty Coventry
Situshttps://www.olympics.com/
Olimpiade
Lima Cincin Olimpiade
Topik utama
Pertandingan

Olimpiade (bahasa Prancis: les Jeux olympiques, JO)[1] adalah ajang olahraga internasional empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga. Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 200 negara berpartisipasi.[2]

Awalnya, Olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M Olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi, Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Prancis bernama Pierre Frèdy Baron de Coubertin pada tahun 1896. Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Selanjutnya, sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II. Edisi khusus untuk olahraga musim dingin; Olimpiade Musim Dingin, mulai diadakan pada tahun 1924. Awalnya Olimpiade Musim Dingin diadakan pada tahun yang sama dengan Olimpiade Musim Panas, tetapi sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap empat tahun sekali, dengan selang waktu dua tahun dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.

Evolusi yang dilakukan oleh IOC selama abad ke-20 dan 21 telah menyebabkan beberapa perubahan pada penyelenggaraan Olimpiade. Beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk penciptaan Olimpiade Musim Dingin untuk olahraga es dan salju, Paralimpiade untuk atlet dengan kekurangan fisik dan Olimpiade Remaja untuk para atlet remaja. Dalam perkembangannya, Olimpiade telah menghadapi berbagai tantangan, seperti pemboikotan, penggunaan obat-obatan, penyuapan dan terorisme. Olimpiade juga merupakan kesempatan besar bagi kota dan negara tuan rumah untuk menampilkan diri kepada dunia.

Gerakan Olimpiade terdiri dari Federasi Olahraga Internasional (IF), Komite Olimpiade Nasional (NOC), dan Komite Pengorganisasian Olimpiade (OCOG). Sebagai badan pembuat keputusan, IOC bertanggung jawab untuk memilih kota tuan rumah untuk setiap Pertandingan, serta mengatur dan mendanai Olimpiade sesuai dengan Piagam Olimpiade. IOC juga menentukan program Olimpiade, yang terdiri dari cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade. Ada beberapa ritual dan simbol Olimpiade, seperti bendera dan obor Olimpiade, serta upacara pembukaan dan penutupan. Lebih dari 13.000 atlet bersaing di Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin di 33 olahraga yang berbeda dan hampir 400 pertandingan. Para pemenang pertama, kedua, dan ketiga di masing-masing pertandingan menerima medali Olimpiade: emas, perak, dan perunggu, masing-masing.

Di Indonesia, Olimpiade yang sering dikenal dan secara rutin diikuti adalah Olimpiade Musim Panas. Indonesia sendiri pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia,[3] dan tak pernah absen berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya, kecuali pada tahun 1964 dan 1980.

Olimpiade kuno

250px-20090725_olympia22.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stadion Olimpiade kuno di Olympia, Yunani.

Pertandingan Olimpiade kuno adalah festival keagamaan dan atletik yang diadakan setiap empat tahun di suaka Zeus, di Olympia, Yunani. [4]Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa negara kota dan kerajaan Yunani Kuno. Kompetisi ini menampilkan olahraga atletik sebagai kompetisi olahraga utama dan kompetisi olahraga pertempuran seperti gulat, pankration, pacuan kuda dan balap kereta perang.[5] Sebuah tulisan di tablet perunggu menjelaskan bahwa selama Olimpiade, semua konflik di antara negara-negara kota yang berpartisipasi dihentikan selama Olimpiade berlangsung dan yang melanggar akan dikenai denda sebanyak satu talenta perak. Gencatan senjata ini dikenal sebagai gencatan senjata Olimpiade.[6] Ide ini adalah mitos modern karena orang-orang Yunani tidak pernah menangguhkan perang mereka. Gencatan senjata itu hanya memungkinkan para peziarah religius yang sedang melakukan perjalanan ke Olympia untuk melewati wilayah yang berperang tanpa gangguan karena mereka dilindungi oleh Zeus.[7] Pada perhelatan pesta Olimpiade, perjanjian perdamaian atau persekutuan antar bangsa beberapa kali terjadi.[8]

Asal-usul Olimpiade diselimuti legenda dan mitos; salah satu mitos paling populer mengidentifikasi Herakles dan ayahnya Zeus sebagai nenek moyang dari Olimpiade.[9] Menurut legenda, Herakles lah yang pertama kali menyebut pertandingan "Olimpiade" dan menetapkan kebiasaan penyelenggaraannya setiap empat tahun.[10][11] Mitos berlanjut bahwa setelah Heracles menyelesaikan dua belas tugas Herakles, dia membangun Stadion Olimpiade sebagai penghormatan untuk Zeus. Setelah selesai, ia berjalan lurus sebanyak 200 langkah dan menyebut jarak ini sebagai "stadion" (bahasa Yunani:στάδιον, Bahasa Latin: stadium, "panggung"), yang kemudian menjadi satuan jarak. Tanggal awal mula pelaksaan Olimpiade Kuno yang paling banyak disetujui adalah 776 SM yang bersumber dari sebuah prasasti yanlakukg ditemukan di Olympia. Prasasti ini berisi daftar pemenang lomba lari yang diadakan setiap empat tahun sekali yang pertama kali dimulai pada 776 SM.[12] Pertandingan Olimpiade kuno menampilkan lomba lari, pancalomba (terdiri dari melompat, lempar cakram, lempar lembing, lomba lari, dan gulat), tinju, gulat, pankration, dan berkuda.[13] Berdasarkan pahatan di nisannya, Coroebus, juru masak dari kota Elis merupakan juara Olimpiade pertama.[14]

Olimpiade memiliki kepentingan keagamaan yang besar karena acara ritual pengorbanan untuk menghormati Zeus ( patung oleh Feidias yang pernah ada di Olympia) dan Pelops, pahlawan suci dan raja mitos dari olympia dilaksanakan bersamaan dengan acara olahraga. Pelops terkenal karena cerita tentang dirinya yang melakukan balap kereta perang dengan Raja Oenomaus dari Pisatis.[15] Perlombaan ini diadakan setiap empat tahun sekali dan rentang waktu ini dikenal dengan nama Olimpiade dan digunakan oleh Bangsa Yunani Kuno sebagai satuan waktu. Kompetisi ini menjadi bagian siklus yang dikenal dengan nama Pesta Olahraga Panhellenik yang juga memasukkan Pesta Olahraga Pitia, Pesta Olahraga Nemea dan Pesta Olahraga Isthmia,[16]

Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno memiliki peraturan yang keras. Pada pertandingan lari, pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki dan telanjang.[17] Para penunggang kuda juga diperlombakan tanpa menggunakan pelana atau sanggurdi.[18] Para peloncat membawa halteres yang berfungsi sebagai pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju yang menambah jarak lompat. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional.[19] Para atlet boleh menyerang bagian tubuh manapun, kecuali mencungkil mata, hidung, mulut, menggigit, dan menyerang alat kelamin. Atlet yang melanggar peraturan ini akan dihukum oleh wasit.[20] Tidak ada peraturan waktu, poin dan kategori beat badan dalam olahraga tinju. Pihak yang kalah dalam olahraga pertarungan harus mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda mengaku kalah untuk menghindari kematiannya.[21]

Olimpiade kuno hanya boleh diikuti oleh para pria dan perempuan yang telah menikah tidak boleh menonton perlombaan ini, kecuali pendeta Dewi Demeter. Perempuan yang melanggar peraturan ini akan dikenakan hukuman mati.[22][23] Pemenang pertandingan mendapatkan bumban zaitun sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi.[24] Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan negara mendirikan patung mereka atau menjadi gambar di koin-koin khusus.[25]

Saat ini di wilayah Olympia, Yunani, banyak bangunan-bangunan peninggalan olimpiade kuno, seperti stadion, gelanggang dan hipodrom yang dilestarikan dan dilindungi oleh pemerintah Yunani.[26] Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan. Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton karena dianggap lucu.[27] Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta perang dengan empat kuda yang dimulai sejak 680 SM. Kompetisi diikuti hingga 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali putaran mengelilingi lintasan. Berbeda dengan Olimpiade modern, dulu bumban zaitun tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya.[28] Pada suatu perlombaan, Alkibiades memperlombakan tujuh buah kereta perang sekaligus dan memenangkan peringkat pertama, kedua dan keempat sehingga disimpulkan bahwa kemenangan biasanya ditujukan kepada pemilik kereta, bukan sais kereta perang.[29]

Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan popularitas seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus yang menyatakan secara resmi mengenai kapan berakhirnya Olimpiade, tetapi teori yang paling umum dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius I menyatakan bahwa semua budaya praktik-praktik kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.[30]

Olimpiade modern

Pelopor

Brookes_1876.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Dr. William Penny Brookes.

Berbagai penggunaan istilah "Olimpiade" untuk menggambarkan kejadian atletik pada era modern telah didokumentasikan sejak abad ke-17. Acara pertama tersebut adalah Olimpiade Cotswold atau "Cotswold Olimpick Games", sebuah pertemuan tahunan di dekat Chipping Campden, Inggris, melibatkan berbagai olahraga. Ini pertama kali diselenggarakan oleh pengacara Robert Dover antara 1612 dan 1642, dengan beberapa perayaan berlanjut hingga hari ini. Asosiasi Olimpiade Britania Raya, dalam tawarannya untuk Olimpiade 2012 di London, menyebutkan Olimpiade ini sebagai "yang pertama dari awal Olimpiade Inggris". Ajang olahraga pertama yang pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno adalah L'Olympiade de la République, sebuah festival olahraga nasional yang diadakan pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa Revolusi Prancis.[31] Dalam pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturan-peraturan yang berlaku dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai diterapkannya sistem metrik ke dalam cabang-cabang olahraga.[31] Pada tahun 1834 dan 1836 Olimpiade diadakan di Ramlösa (Swedia) dan ditambah di Stockholm (Swedia) 1843, semuanya diselenggarakan oleh Gustaf Johan Schartau dan lainnya. Sebanyak 25.000 penonton menyaksikan permainan.

Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny Brookes di Much Wenlock, Shropshire, Inggris. Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr. Brookes mengganti nama Kelas Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut tetap diadakan hingga hari ini.[32] Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk Perkumpulan Olimpiade Wenlock.[33]:28 Antara tahun 1862 dan 1867, di Liverpool diadakan ajang Grand Olympic Festival. Ajang ini dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly dan merupakan ajang olahraga pertama yang bersifat internasional, meskipun atlet-atlet yang berpartisipasi kebanyakan merupakan "atlet amatir".[34][35] Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896 hampir identik dengan Olimpiade Liverpool.[36] Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein mendirikan Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang bernama Olimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di London untuk pertama kalinya.[37]

Kebangkitan

Pierre_Fr%C3%A9dy_Baron_de_Coubertin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Baron Pierre de Coubertin.

Semangat bangsa Yunani untuk menghidupkan kembali Olimpiade dimulai seiring dengan berlangsungnya Perang Kemerdekaan antara Yunani dengan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1821. Ide untuk membangkitkan Olimpiade pertama kali dicetuskan oleh seorang penyair dan editor majalah bernama Panagiotis Soutsos lewat puisinya yang berjudul "Dialogue of the Dead" yang diterbitkan pada tahun 1833.[33]:1 Evangelis Zappas, seorang pengusaha Yunani-Rumania adalah orang yang pertama kali menulis kepada Raja Otto, menawarkan untuk mendanai kebangkitan Olimpiade.[33]:14 Zappas mensponsori penyelenggaraan Olimpiade pada tahun 1859 yang diselenggarakan di pusat kota Athena. Atlet-atlet yang berpartisipasi dalam ajang tersebut berasal dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman. Zappas juga mendanai perenovasian Stadion Panathinaiko kuno agar dapat dipakai sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade pada tahun-tahun berikutnya.[33]:14

Stadion Panathinaiko digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade tahun 1870 dan 1875.[33]:2,13–23,81 Sekitar Tiga puluh ribu penonton menghadiri Olimpiade pada tahun 1870 tetapi tidak ada catatan kehadiran resmi yang tersedia untuk penyelenggaraan Olimpiade tahun 1875.[33]:44 Pada tahun 1890, setelah menghadiri Olimpiade Wenlock, seorang sejarawan Prancis bernama Baron Pierre de Coubertin terinspirasi untuk mendirikan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC).[38] Coubertin punya ide untuk menyelenggarakan suatu ajang Olimpiade internasional setiap empat tahun sekali berdasarkan ajang Olimpiade Yunani yang dibangkitkan oleh Brookes dan Zappas.[38] Dia mempresentasikan ide ini dalam kongres pertama IOC yang berlangsung pada tanggal 16-23 Juni 1894 di Universitas Sorbonne, Paris. Pada hari terakhir kongres, diputuskan bahwa penyelenggaraan Olimpiade internasional berada di bawah naungan IOC dan penyelenggaraan pertamanya akan dilangsungkan di Athena, Yunani pada tahun 1896.[39] Hasil kongres juga memutuskan bahwa penulis Demetrius Vikelas dari Yunani terpilih sebagai presiden IOC pertama.[33]:100–105

Olimpiade 1896

Stamp_of_Greece._1896_Olympic_Games._2l.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Perangko peringatan Olimpiade Athena 1896.
250px-1906_Intercalated_Olympic_Games_Opening_Ceremony.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Upacara pembukaan Olimpiade Athena 1896.
Artikel utama: Olimpiade Athena 1896

Olimpiade pertama yang diadakan di bawah naungan IOC berlangsung di stadion Panathinaiko, Athena, pada tahun 1896. Olimpiade pertama ini diikuti oleh 14 negara dengan total 241 atlet yang berlaga dalam 43 pertandingan.[40] Seperti janjinya pada Pemerintah Yunani, Zappas dan sepupunya, Konstantinos Zappas turut membantu membiayai penyelenggaraan Olimpiade 1896.[33]:117[41][42] George Averoff, seorang pengusaha Yunani bersedia untuk mendanai perenovasian stadion dalam rangka persiapan Olimpiade.[33]:128 Pemerintah Yunani juga turut menyediakan dana, berharap dana tersebut dapat diperoleh kembali melalui penjualan tiket dan dari penjualan set prangko peringatan Olimpiade pertama.[33]:128

Sebagian besar atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Athena 1896 berasal dari Yunani, Jerman, Prancis, dan Britania Raya. Negara-negara tersebut juga menguasai perolehan medali.[33]:128 Pada saat itu, wanita tidak boleh berpartisipasi. Penyelenggara menyebut kesertaan mereka tidak praktis, tidak menarik, dan tidak tepat. Sekitar 80.000 penonton hadir, termasuk Raja George I dari Yunani.[43]

Meskipun Yunani tidak berpengalaman dalam menyelenggarakan ajang olahraga internasional dan awalnya juga mempunyai masalah keuangan, tetapi akhirnya berhasil mempersiapkan segalanya tepat waktu. Jumlah atlet yang berpartisipasi juga terbilang kecil jika dibandingkan dengan ukuran saat ini, tetapi Olimpiade 1896 merupakan keikutsertaan internasional terbesar untuk ajang olahraga pada masanya. Olimpiade tersebut pun terbukti sukses bagi rakyat Yunani.[33]:128

Perubahan dan adaptasi

Setelah kesuksesan Olimpiade 1896, Olimpiade memasuki masa-masa stagnasi yang mengancam keberlangsungan ajang tersebut. Olimpiade Paris 1900 dan Olimpiade St. Louis 1904 adalah buktinya. Olimpiade Paris tidak memiliki stadion, tetapi ini adalah Olimpiade di mana pertama kalinya wanita diizinkan ikut serta dalam pertandingan. Olimpiade St. Louis tahun 1904 diikuti oleh 650 atlet, tetapi 580 di antaranya berasal dari Amerika Serikat. Hal-hal di atas menjadi dasar bagi IOC untuk melakukan perubahan pada Olimpiade.[44] Olimpiade ditata ulang setelah diadakannya Olimpiade Interkala (disebut demikian karena Olimpiade ini adalah Olimpiade ketiga yang diadakan sebelum waktu penyelenggaraan Olimpiade ketiga) pada tahun 1906 di Athena. Olimpiade Interkala ini tidak diakui secara resmi oleh IOC dan tidak pernah diselenggarakan lagi sejak saat itu. Namun, Olimpiade Interkala yang diselenggarakan di Stadion Panathinaiko, Athena ini telah menarik minat banyak peserta secara internasional dan menghasilkan kepentingan publik yang besar, menandai kenaikan popularitas dan ukuran dari Olimpiade itu sendiri.[45]

Olimpiade Musim Dingin

Artikel utama: Olimpiade Musim Dingin
250px-Bundesarchiv_Bild_102-05472%2C_St._Moritz%2C_Winterolympiade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertandingan hoki dalam Olimpiade Musim Dingin 1928 di St. Moritz.

Olimpiade Musim Dingin (pertama kali diadakan di Chamonix, Prancis, pada tahun 1924) diciptakan untuk memperlombakan cabang-cabang olahraga musim dingin seperti seluncur es dan ski yang tidak bisa diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Seluncur es (tahun 1908 dan 1920) serta hoki (tahun 1920) pernah diperlombakan dalam ajang Olimpiade Musim Panas. IOC ingin memperluas daftar tersebut dengan ikut memperlombakan cabang-cabang olahraga untuk musim dingin lainnya. Pada kongres Olimpiade tahun 1921 di Lausanne, diputuskan untuk menyelenggarakan versi musim dingin dari Olimpiade. Acara bertajuk Pekan Olahraga Musim Dingin diadakan pada tahun 1924 di Chamonix, Prancis. Acara ini menjadi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin pertama.[46]

Pada awalnya, IOC memutuskan untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.[47] Tradisi ini bertahan sampai Olimpiade Musim Dingin 1992 di Albertville, Prancis. Setelah itu, sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap dua tahun berselang setelah penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.[46] Jumlah negara yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin juga lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di ekuator tidak mengenal olahraga musim dingin dan juga tidak memiliki fasilitas untuk olahraga tersebut.[46]

Paralimpiade

Artikel utama: Paralimpiade

Pada tahun 1948, Sir Ludwig Guttmann, yang bertekad untuk mempromosikan rehabilitasi prajurit yang cacat akibat Perang Dunia II menyelenggarakan pertandingan olahraga antar rumah sakit bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade London 1948. Pertandingan tersebut dikenal sebagai Stoke Mandeville Games dan selanjutnya diselenggarakan setiap tahunnya selama dua belas tahun. Kemudian, dalam Olimpiade Roma 1960, Guttman membawa 400 atlet untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Paralel, yang kemudian dikenal sebagai Paralimpiade pertama. Sejak itu, Paralimpiade telah diselenggarakan di setiap tahun penyelenggaraan Olimpiade. Dalam Olimpiade 1988, Seoul sebagai kota tuan rumah juga menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Paralimpiade.[48] Pada tahun 2001, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) menandatangani perjanjian yang menjamin bahwa kota tuan rumah Olimpiade juga akan dikontrak untuk menjadi tuan rumah Paralimpiade.[49][50] Perjanjian ini mulai diberlakukan dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010. Ketua panitia Olimpiade Musim Panas London 2012, Lord Coe, menyatakan soal penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2012 di London:

250px-031164_-_Tokyo_opening_ceremony_-7_-_1a_-_adjusted.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 1964.

Kami ingin mengubah sikap publik terhadap kecacatan, merayakan kehebatan olahraga Paralimpik dan untuk menegaskan bahwa dua pertandingan ini adalah satu keseluruhan yang utuh.[51]

Olimpiade Remaja

Artikel utama: Olimpiade Remaja

Pada tahun 2010, Olimpiade menambah daftar pertandingannya dengan menyertakan Olimpiade Remaja ke dalam penyelenggaraan Olimpiade. Olimpiade Remaja ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada atlet yang berusia antara 14 sampai 18 tahun untuk berkompetisi dalam Olimpiade. Olimpiade Remaja sebenarnya sudah dicetuskan oleh Presiden IOC, Jacques Rogge pada tahun 2001 dan baru disetujui dalam Kongres IOC ke 119 pada tahun 2007.[52][53] Olimpiade Remaja Musim Panas pertama diselenggarakan di Singapura pada tanggal 14-26 Agustus 2010, sedangkan Olimpiade Remaja Musim Dingin pertama diselenggarakan di Innsbruck, Austria pada bulan Januari 2012.[54] Waktu penyelenggaraan Olimpiade Remaja ini akan lebih singkat dibanding Olimpiade yang lainnya; versi musim panasnya berlangsung selama dua belas hari, sedangkan versi musim dinginnya berlangsung selama sembilan hari.[55] IOC mengizinkan 3.500 atlet dan 875 ofisial untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Remaja Musim Panas, serta 970 atlet dan 580 ofisial di Olimpiade Remaja Musim Dingin.[56][57] Cabang olahraga yang diperlombakan akan disesuaikan dengan Olimpiade yang lainnya, tetapi akan ada variasi pada beberapa cabang olahraga, misalnya tim negara campuran dan tim gender campuran serta dikuranginya beberapa cabang dan peraturan pertandingan.[58]

Olimpiade masa kini

Dengan 241 atlet yang mewakili 14 negara pada tahun 1896, peserta Olimpiade terus tumbuh sepanjang tahun. Pada Olimpiade Beijing 2008, terhitung sebanyak 10.500 atlet dari 204 negara turut berkompetisi dalam Olimpiade.[59] Sedangkan ruang lingkup dan skala dari Olimpiade Musim Dingin lebih kecil. Dalam Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia, cuma sekitar 2.508 atlet dari 80 negara yang berpartisipasi.[60] Selama Olimpiade berlangsung, para atlet dan ofisial mereka tinggal di sebuah lokasi yang dinamakan "desa Olimpiade". Desa ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah lokasi mandiri bagi semua peserta Olimpiade. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan kafetaria, klinik kesehatan dan tempat ibadah.[61]

IOC memperbolehkan pembentukan Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang mewakili negara-negara yang tidak berdaulat namun diakui secara internasional. Akibatnya, negara-negara koloni, teritori dan dependensi diizinkan untuk berlaga di Olimpiade. Negara-negara ini termasuk wilayah seperti Puerto Riko, Bermuda, Palestina dan Hong Kong, yang semuanya berkompetisi membawa nama negara mereka sendiri meskipun secara hukum merupakan bagian dari negara lain.[62] Pada tahun 2011, terdapat 206 NOC yang mewakili negara berdaulat dan daerah geografis lainnya. Kesemua 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai Komite Olimpiade Nasional beserta 14 teritori lainnya. Sedangkan NOC lainnya yang belum diakui oleh IOC meliputi Catalan,[63] Gibraltar Britania,[64] Polinesia Prancis,[65] Niue,[66] Kosovo,[67] Somaliland,[68] Kaledonia Baru,[69] Kurdistan Irak,[70][71] Siprus Utara,[72] Abkhazia,[73] Kepulauan Faroe,[74] Anguilla, Montserrat, dan Kepulauan Turk & Caicos[75]

Komite Olimpiade Internasional

250px-Siege_cio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor pusat IOC di Lausanne, Swiss.

Gerakan Olimpiade terdiri dari sejumlah besar organisasi dan federasi olahraga nasional dan internasional, termasuk mitra media beserta atlet, ofisial, juri serta setiap orang dan lembaga yang setuju untuk mematuhi aturan dari Piagam Olimpiade.[76] Sebagai organisasi payung dari Gerakan Olimpiade, Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertanggung jawab untuk memilih kota tuan rumah, mengawasi perencanaan dan pelaksanaan Olimpiade, memperbaharui dan menyetujui cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dan bernegosiasi dengan sponsor serta pemberian hak siar pada media.[77] Komite Olimpiade Internasional terdiri dari tiga badan utama, yaitu:

Bahasa Prancis dan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dari Gerakan Olimpiade. Bahasa lain yang digunakan pada setiap Olimpiade adalah bahasa negara tuan rumah. Setiap acara proklamasi (pengumuman nama-nama negara peserta dalam upacara pembukaan) diucapkan dalam tiga atau dua bahasa, tergantung pada negara tuan rumah; apakah negara tersebut menggunakan bahasa Inggris atau Prancis.[79]

Kritik

IOC sering dikritik dan dicap sebagai "organisasi yang keras kepala" dengan para pemimpin yang penuh kontroversi. Avery Brundage dan Juan Antonio Samaranch adalah dua Presiden IOC yang paling kontroversial. Brundage adalah presiden yang menjabat lebih dari 20 tahun, dan selama masa jabatannya, Brundage melarang dan melindungi Olimpiade dari keterlibatan politik.[80] Dia juga dituduh rasisme karena melarang delegasi dari Afrika Selatan bergabung dalam IOC.[81] Sedangkan Di bawah pemerintahan Samaranch, IOC terpuruk kedalam kasus nepotisme dan korupsi.[82] Hubungan antara Samaranch dengan rezim Franco di Spanyol juga menjadi sumber kritik.[83]

Pada tahun 1998, terungkap bahwa beberapa anggota IOC telah menerima suap dari anggota komite Salt Lake City untuk menjadikan kota tersebut sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002. Atas peristiwa ini, empat orang anggota IOC mengundurkan diri dan enam lainnya dipecat. Skandal ini telah memicu dilakukannya reformasi lebih lanjut mengenai pemilihan kota-kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade untuk menghindari terjadinya kasus serupa pada masa mendatang.[84]

Sebuah film dokumenter BBC berjudul Panorama: Buying the Games ditayangkan pada bulan Agustus 2004. Film ini menyelidiki tentang adanya dugaan suap dalam prosesi pemilihan London sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012.[85] Disebutkan bahwa anggota Komite Olimpiade Britania Raya kemungkinan besar menyuap IOC setelah London kalah tipis dari Paris dalam pemilihan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2012.[86] Wali kota Paris, Bertrand Delanoë menuduh Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan anggota Komite Olimpiade London (yang diketuai oleh mantan juara Olimpiade Sebastian Coe) telah melakukan kecurangan dalam pemilihan kota tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012, tetapi tuduhan itu tidak pernah benar-benar diselidiki. Dia mengutip Presiden Prancis Jacques Chirac sebagai saksi; Chirac memberi wawancara dengan keterlibatannya.[87] Pemilihan Turin, Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2006 juga penuh kontroversi. Seorang anggota IOC terkemuka bernama Marc Hodler menduga telah terjadi kasus suap oleh anggota panitia Turin terhadap anggota IOC. Tuduhan ini menyebabkan penyelidikan luas dan dari hasil penyelidikan, terbukti bahwa sebagian besar anggota IOC menolak pencalonan Sion, Swiss sebagai kota tuan rumah supaya Turin bisa mendapatkan status tersebut.[88]

Joan_Antonio_Samaranch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Juan Antonio Samaranch.

Pada bulan Juli 2012, Liga Anti-Pencemaran Internasional menyebut penolakan terus menerus oleh Komite Olimpiade Internasional untuk mengadakan keheningan pada upacara pembukaan untuk sebelas atlet Israel yang dibunuh oleh teroris Palestina di Olimpiade Munich tahun 1972, "ketidakpekaan dan kecerobohan yang membandel untuk mengenang para atlet Israel yang terbunuh. "

Komersialisasi

IOC awalnya menolak pendanaan Olimpiade dari perusahaan sponsor. Namun, setelah presiden Avery Brundage pensiun pada tahun 1972, IOC mulai mengeksplorasi potensi media televisi dan pasar iklan yang akan menguntungkan mereka.[89] Di bawah kepemimpinan Juan Antonio Samaranch, Olimpiade mulai membuka diri terhadap sponsor-sponsor internasional yang ingin mendanai Olimpiade dan menciptakan produk-produk dagang dengan logo Olimpiade.[90]

Anggaran

Pada awal dan pertengahan abad ke-20, IOC dibiayai dengan anggaran yang kecil.[90][91] Avery Brundage, presiden IOC periode 1952-1972 menolak mengomersialisasikan IOC.[89] Brundage menganggap bahwa komersialisasi di tubuh IOC akan berdampak terhadap pengambilan keputusan dalam organisasi tersebut.[89] Brundage melarang perusahaan-perusahaan yang ingin mendanai Olimpiade dan menolak penggunaan logo Olimpiade untuk tujuan komersial.[89] Ketika Brundage pensiun tahun 1972, IOC hanya memiliki aset sebesar $2 juta. Delapan tahun kemudian, pundi-pundi IOC telah membengkak menjadi $45 juta.[89] Hal ini terutama sekali disebabkan oleh pergeseran ideologi IOC ke arah perluasan pendanaan Olimpiade melalui penarikan sponsor dan penjualan hak siar ke stasiun-stasiun televisi.[89] Saat Juan Antonio Samaranch terpilih sebagai presiden IOC pada tahun 1980, dia berkeinginan untuk menjadikan IOC sebagai organisasi yang mandiri secara finansial.[91]

Olimpiade Los Angeles 1984 merupakan Olimpiade yang paling menguntungkan dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade. Panitia Olimpiade Los Angeles yang dipimpin oleh Peter Ueberroth mampu menghasilkan surplus sebesar $ 225 juta, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada waktu itu.[92] Surplus sebesar itu sukses diraup oleh panitia berkat menjual hak sponsor hanya kepada perusahaan-perusahaan terpilih.[92] IOC berusaha mengontrol hak-hak sponsor tersebut. Samaranch kemudian mendirikan The Olympic Program (TOP) pada tahun 1985 untuk menciptakan sebuah merek dagang Olimpiade.[90] Keanggotaan di TOP sangat eksklusif dan mahal. Biaya untuk masuk saja sebesar $50 juta untuk keanggotaan selama 4 tahun.[91] Perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota TOP menerima hak eksklusif global untuk mengiklankan produk mereka dalam penyelenggaraan Olimpiade serta bebas menggunakan logo Olimpiade dalam publikasi dan iklan produk mereka.[93]

Pengaruh televisi

330px-Olympic_Final_2000_%281936_cartoon%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kartun dari Olimpiade Berlin 1936 yang menggambarkan suasana Olimpiade pada tahun 2000, di mana penonton digantikan oleh radio dan televisi.

Olimpiade Berlin 1936 adalah Olimpiade pertama yang penyelenggaraannya disiarkan melalui televisi, meskipun hanya untuk penonton lokal.[94] Baru pada Olimpiade Musim Dingin 1956 di Cortina d'Ampezzo, Italia, acara Olimpiade disiarkan oleh televisi secara Internasional,[95] dan pada Olimpiade Musim Dingin berikutnya, untuk pertama kalinya hak siar Olimpiade dijual ke saluran televisi CBS, yang membayar sebesar $394.000 untuk hak siar di Amerika Serikat,[96] serta Uni Penyiaran Eropa (EBU) yang membayar sebesar $660.000 untuk hak siar di seluruh Eropa.[90] Pada dekade berikutnya, Olimpiade memanfaatkan Perang Dingin untuk mengeruk keuntungan. Negara adidaya saling berebut supremasi politik, dan IOC ingin mengambil keuntungan melalui media penyiaran.[96] Penjualan hak siar memungkinkan IOC untuk meningkatkan eksposur Olimpiade, sehingga menghasilkan keuntungan dan jumlah pemirsa yang lebih banyak, yang pada gilirannya akan menciptakan daya tarik bagi para pengiklan di televisi. Siklus ini memungkinkan IOC untuk menaikkan biaya penjualan hak siar Olimpiade.[96] Sebagai contoh, CBS merogoh $375 juta untuk membeli hak siar Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano,[97] sedangkan NBC menghabiskan $3,5 miliar untuk mendapatkan hak siar seluruh pertandingan Olimpiade dari tahun 2000 sampai tahun 2012.[90]

Jumlah pemirsa yang menonton Olimpiade meningkat secara eksponensial dari tahun 1960 sampai akhir abad ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan satelit untuk menyiarkan siaran langsung di seluruh dunia pada tahun 1964 dan pengenalan televisi berwarna pada tahun 1968.[98] Perkiraan penonton global dalam Olimpiade Mexico City 1968 adalah 600 juta, sedangkan dalam Olimpiade Los Angeles 1984, jumlah penonton meningkat menjadi 900 juta. Jumlah ini terus membengkak menjadi 3,5 miliar pada Olimpiade Barcelona 1992.[99] Namun, pada Olimpiade Sydney 2000, NBC mencatatkan jumlah pemirsa terendah untuk setiap ajang Olimpiade sejak tahun 1968.[100] Hal ini antara lain disebabkan oleh dua faktor: meningkatnya persaingan dari saluran televisi kabel dan perkembangan internet, yang mampu menampilkan hasil dan video pertandingan secara tepat waktu. Sementara perusahaan televisi masih mengandalkan rekaman tunda pertandingan, suatu hal yang sangat ketinggalan pada era informasi.[101] Penurunan jumlah pemirsa membuat saluran televisi harus mengurangi iklan yang berarti kurangnya pemasukan bagi mereka.[102] Dengan biaya yang tinggi untuk menyiarkan pertandingan ditambah dengan tekanan dari internet dan meningkatnya kompetisi dari TV kabel membuat perusahaan televisi pemegang hak siar menuntut konsesi dari IOC untuk meningkatkan jumlah pemirsa.[103] IOC menanggapinya dengan membuat sejumlah perubahan pada acara pertandingan Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas, kompetisi cabang-cabang olahraga populer seperti senam, renang dan loncat indah ditayangkan pada jam-jam primetime, yaitu pukul 6 hingga 9 malam dan gala Champions ditambahkan untuk menarik minat pemirsa televisi.[104][104] Hasilnya beragam: jumlah pemirsa pada Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin secara signifikan lebih rendah dibanding dengan jumlah pemirsa dalam Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, sementara terjadi peningkatan tajam jumlah pemirsa pada Olimpiade Beijing 2008.[102][105]

Biaya

Biaya Olimpiade (Musim Panas dan Musim Dingin) telah diteliti oleh sarjana Oxford, Bent Flyvbjerg dan Allison Stewart.[106] Mereka menemukan bahwa selama 50 tahun terakhir, penyelenggaraan Olimpiade dengan biaya paling mahal adalah Olimpiade Sochi 2014, yaitu US$ 51 miliar,[107][108] diikuti oleh Olimpiade Beijing 2008 ($44 miliar),[109] dan Olimpiade London 2012 ($14,8 miliar).[106] Biaya di sini hanya mencakup biaya yang berhubungan dengan olahraga, tidak termasuk biaya umum lainnya seperti konstruksi jalan, rel, infrastruktur bandara, atau biaya pribadi lainnya seperti akomodasi dan investasi bisnis yang terjadi dalam persiapan Olimpiade yang besarnya bervariasi, tergantung kondisi ekonomi kota tuan rumah dan sulit untuk membandingkannya secara konsisten.[106]

Flyvbjerg dan Stewart lebih lanjut menemukan bahwa cost overrun (pembengkakan biaya) merupakan masalah yang terus-menerus terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade:

  • Pembengkakan biaya dalam penyelenggaraan Olimpiade mencapai angka 100 %. Tidak ada mega proyek yang bisa diprediksi pembengkakan biayanya. Biasanya, mega proyek seperti konstruksi, infrastruktur, bendungan dan ICT biayanya dianggarkan secara bertahap dari waktu ke waktu, tetapi hal seperti ini tidak berlaku dalam penyelenggaraan Olimpiade.[106]
  • Dengan rata-rata pembengkakan biaya riil 179 % dan 324 % secara nominal, pembengkakan biaya dalam Olimpiade secara historis merupakan yang terbesar dibanding mega proyek lainnya di dunia.[106]
  • Pembengkakan biaya terbesar dalam sejarah Olimpiade terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade Montreal 1976 (796%), Barcelona 1992 (417%) dan Lake Placid 1980 (321%).[106]
  • Data menunjukkan bahwa kota dan negara yang memutuskan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade harus siap menghadapi risiko finansial terburuk mereka. Sebagai contoh, pembengkakan biaya dalam Olimpiade 2004 menyebabkan Athena mengalami kebangkrutan dan harus berutang, secara substansial turut memperburuk kondisi keuangan negara dan menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi Yunani 2008-2012. Sementara itu, Montreal membutuhkan waktu 30 tahun untuk melunasi utang akibat pembengkakan biaya yang terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade 1976.[106]

Pada akhirnya, Flyvbjerg dan Stewart menyimpulkan bahwa selama satu dekade terakhir, pembengkakan biaya dalam Olimpiade sudah mengalami penurunan. Untuk periode 2000-2010 rata-rata pembengkakan biaya adalah 47 %, padahal sebelum itu rata-ratanya mencapai 258 %. Namun, Olimpiade London 2012 telah mengembalikan tren ini dengan pembengkakan biaya yang dikeluarkannya yang menembus angka 101 persen; mengembalikannya ke angka tiga digit. Ke depannya, merupakan tantangan bagi para perencana dan pengelola Olimpiade untuk menurunkan kembali pembengkakan biaya tersebut.[106]

Simbol, motto dan maskot

Informasi lebih lanjut: Maskot Olimpiade dan Api Olimpiade
250px-Olympic-flag-Victoria.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Olimpiade.

Gerakan Olimpiade menggunakan simbol untuk mewakili cita-cita yang terkandung dalam Piagam Olimpiade. Simbol Olimpiade- yang lebih dikenal dengan nama cincin Olimpiade- terdiri dari lima buah cincin yang saling berkait dan merupakan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi (Amerika, Afrika, Asia, Australasia dan Eropa). Versi berwarna dari simbol itu berupa cincin-cincin yang berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera Olimpiade. Warna-warna ini dipilih karena setiap negara setidaknya memiliki satu dari warna-warna tersebut dalam bendera nasionalnya. Bendera ini diadopsi pada tahun 1914 tetapi baru dikibarkan pertama kali dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia. Setelah itu, bendera ini selalu berkibar dalam perayaan Olimpiade setiap tahunnya.[110]

250px-Olympic_Flame_of_Vancouver_2010_Olympics_%28night%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obor Olimpiade dalam Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010.

Moto Olimpiade adalah "Citius, Altius, Fortius", yang merupakan ungkapan dalam bahasa Latin yang berarti "Faster, Higher, Stronger" (bahasa Inggris) atau "Lebih cepat, Lebih tinggi, Lebih kuat" (bahasa Indonesia). Kutipan Coubertin selanjutnya dinyatakan dalam kredo Olimpiade, yang berbunyi:

250px-London_2012_Mascots.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wenlock dan Mandeville, maskot Olimpiade London 2012.

"Hal terpenting dalam Olimpiade bukanlah untuk menang, tetapi untuk berpartisipasi. Seperti juga hal yang paling penting dalam hidup bukanlah kemenangan, tetapi perjuangan. Hal terpenting bukannya karena telah berhasil mengalahkan, tetapi karena telah berjuang dengan baik."[110]

Sebulan sebelum perayaan Olimpiade dimulai, api Olimpiade menyala di Olympia, Yunani dalam sebuah upacara ritual yang mencerminkan budaya Yunani kuno. Seorang pendeta wanita yang bertindak sebagai imam membakar obor dengan menempatkannya di dalam cermin parabola yang memfokuskan sinar matahari, ia kemudian menyalakan obor pembawa estafet pertama, yang akan memulai estafet obor Olimpiade ke berbagai kota di dunia dan berakhir di stadion di kota tuan rumah penyelenggara Olimpiade.[111] Meskipun api telah menjadi simbol Olimpiade sejak tahun 1928, estafet obor baru diperkenalkan dalam Olimpiade Berlin 1936 sebagai bagian dari upaya pemerintah Jerman saat itu untuk mempromosikan ideologi Sosialis Nasionalis-nya.[110]

Maskot Olimpiade biasanya berupa binatang atau sosok manusia yang mewakili warisan budaya negara tuan rumah dan mulai diperkenalkan pada tahun 1968. Pemilihan maskot ini berperan penting dalam mempromosikan identitas Olimpiade pada penyelenggaraan Olimpiade Moskow 1980 di Rusia saat beruang Misha, maskot Olimpiade saat itu, mencapai ketenaran internasional.[112] Maskot dari Olimpiade Beijing 2008 adalah Fuwa, lima makhluk yang mewakili lima fengshui; unsur penting dalam kebudayaan Tiongkok.[113] Sedangkan maskot untuk Olimpiade London 2012 bernama Wenlock dan Mandeville; dua karakter animasi yang menggambarkan dua tetes baja dari industri baja di Bolton.[114]

Perayaan

250px-2000_Summer_Olympics_opening_ceremony_1.JPEG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertunjukan artistik dalam sesi upacara pembukaan Olimpiade Sydney 2000.

Pembukaan

Sebagaimana yang diamanatkan oleh Piagam Olimpiade, berbagai elemen pertunjukan dilakukan dalam upacara pembukaan Olimpiade.[115][116] Tata cara penyelenggaraan upacara pembukaan Olimpiade ditetapkan dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia.[117] Upacara pembukaan biasanya dimulai dengan pengibaran bendera dan pengumandangan lagu kebangsaan negara tuan rumah.[115][116] Negara tuan rumah kemudian menampilkan pertunjukan tari, musik, nyanyian dan teater yang memperlihatkan identitas lokal mereka.[117] Pertunjukan artistik ini telah menjadi ajang prestise sendiri bagi negara-negara tuan rumah Olimpiade untuk menyajikan pembukaan yang lebih meriah dan lebih memorable dari negara tuan rumah sebelumnya. Upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008 dilaporkan menelan biaya sebesar $100 juta, sebagian besar terpakai untuk sesi pertunjukan artistik.[118]

Setelah sesi pertunjukan artistik, para atlet berparade ke dalam stadion yang dikelompokkan menurut negaranya masing-masing. Yunani secara tradisional ditetapkan sebagai negara pertama yang berparade untuk menghormati asal-usul Olimpiade. Selanjutnya, masing-masing negara berparade sesuai dengan urutan abjad dan negara tuan rumah menjadi negara terakhir yang berparade. Pada Olimpiade Athena 2004, bendera Yunani diparadekan pertama kali memasuki stadion, sementara kontingen Yunani berparade paling terakhir. Kemudian, obor Olimpiade dibawa masuk ke dalam stadion dan diteruskan sampai mencapai tempat penyalaan obor -biasanya dibawa oleh atlet Olimpiade terkenal dari negara tuan rumah- untuk selanjutnya dinyalakan, yang menandai berakhirnya sesi upacara pembukaan Olimpiade.[115][116]

250px-RIAN_archive_488317_Festive_closing_ceremony_of_the_22nd_Olympic_games..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Parade atlet dalam upacara penutupan Olimpiade Moskow 1980.

Penutupan

Upacara penutupan Olimpiade berlangsung setelah semua pertandingan olahraga selesai. Pembawa bendera dari masing-masing negara memasuki stadion, diikuti oleh keseluruhan kontingen secara bersama-sama tanpa adanya pengelompokkan berdasarkan negara. Tiga bendera nasional dikibarkan bersamaan dengan pengumandangan lagu kebangsaan negara tuan rumah: bendera Yunani; untuk menghormati tempat kelahiran Olimpiade, bendera negara tuan rumah saat ini, dan bendera negara tuan rumah penyelenggara Olimpiade berikutnya.[119] Ketua panitia penyelenggara dan Presiden IOC petahana berpidato untuk menyatakan Olimpiade secara resmi ditutup kemudian diikuti dengan pemadaman obor Olimpiade.[120] Dalam sesi upacara penutupan Olimpiade Antwerpen 1920, wali kota tuan rumah menyerahkan bendera Olimpiade kepada presiden IOC kemudian diteruskan kepada wali kota tuan rumah Olimpiade berikutnya.[121] Setelah upacara penutupan, negara tuan rumah secara singkat memperkenalkan dirinya dengan menampilkan seni tari dan teater yang mewakili budaya mereka.[119]

250px-CyclingTeamPursuitBeijing2008.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Upacara penyerahan medali dalam Olimpiade Beijing 2008.

Penyerahan medali

Upacara penyerahan medali diadakan setelah hasil dari masing-masing pertandingan diputuskan. Peringkat pertama, kedua dan ketiga dari masing-masing cabang olahraga berdiri di atas podium bertingkat tiga untuk selanjutnya dikalungkan medali.[122] Setelah medali dikalungkan oleh salah seorang pejabat IOC, bendera nasional dari ketiga negara pemenang dikibarkan diiringi dengan pengumandangan lagu kebangsaan negara peraih medali emas.[123] Kesukarelaan warga negara tuan rumah juga diperlukan dalam prosesi penyerahan medali untuk membantu para pejabat yang mengalungkan medali dan mengibarkan bendera negara pemenang.[124] Dalam setiap perayaan Olimpiade, upacara penyerahan medali biasanya diadakan setelah hasil pertandingan diputuskan. Untuk cabang olahraga maraton putra, pertandingan biasanya diadakan pada pagi hari terakhir pelaksanaan Olimpiade dan penyerahan medalinya diadakan pada malam upacara penutupan.[119]

Cabang olahraga

250px-1904_tug_of_war.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tarik tambang dalam Olimpiade St. Louis 1904. Cabang olahraga ini dieliminasi dari program Olimpiade tetapi tetap diakui oleh IOC.

Olimpiade terdiri dari 35 cabang olahraga, 30 disiplin dan hampir 400 pertandingan. Sebagai contoh, gulat adalah olahraga Olimpiade Musim Panas yang terdiri dari dua disiplin: Greco-Roman dan Freestyle. Masing-masing disiplin diperlombakan ke dalam empat belas pertandingan untuk pria dan empat pertandingan untuk wanita, masing-masing mewakili kelas berat yang berbeda.[125] Olimpiade Musim Panas mempertandingkan 26 cabang olahraga, sedangkan Olimpiade Musim Dingin hanya menawarkan 15 cabang olahraga untuk diperlombakan.[126] Atletik, renang, anggar dan senam artistik adalah cabang-cabang olahraga yang tidak pernah absen diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Sedangkan ski lintas alam, seluncur indah, hoki dan seluncur es merupakan cabang-cabang olahraga yang rutin diperlombakan dalam Olimpiade Musim Dingin. Bulu tangkis, bola basket dan bola voli pada awalnya dipertandingkan sebagai cabang olahraga demonstrasi, kemudian dipromosikan sebagai cabang olahraga Olimpiade tetap. Beberapa cabang olahraga seperti tarik tambang, polo dan golf pernah dipertandingkan dalam Olimpiade sebelumnya, tetapi tidak dilanjutkan pada Olimpiade baru-baru ini.[127]

Olahraga Olimpiade diatur oleh Federasi Olahraga Internasional (IF) yang dikelola oleh IOC. Saat ini terdapat 35 IF dalam Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.[126] Ada cabang olahraga yang diakui oleh IOC tetapi tidak termasuk dalam program Olimpiade seperti rugbi dan boling. Olahraga ini tidak di klasifikasikan sebagai olahraga Olimpiade, tetapi dapat di promosikan ke status ini.[128][129] Beberapa cabang olahraga yang sama sekali belum pernah dipromosikan sebagai olahraga Olimpiade antara lain catur dan selancar.[130]

Kongres IOC ke-112 pada tahun 2002 membatasi cabang olahraga dalam Olimpiade maksimal 28 cabang olahraga, 301 pertandingan dan 10.500 atlet.[131] Tiga tahun kemudian, dalam kongres IOC ke-117, revisi dilakukan, yang mengakibatkan tersingkirnya sofbol dan bisbol dari daftar cabang olahraga dalam Olimpiade London 2012. Karena tidak ada kesepakatan untuk mempromosikan dua olahraga tersebut, Olimpiade London berlangsung dengan hanya mempertandingkan 26 cabang olahraga.[131] Pada pelaksanaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 nanti, Olimpiade akan kembali ke sistem maksimum 28 cabang olahraga dengan menambahkan rugbi dan golf ke dalam daftar.[132]

Kontroversi

Pemboikotan

330px-Olympic_boycotts_1976_1980_1984.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta negara-negara yang memboikot Olimpiade Musim Panas 1976 (kuning), 1980 (biru) dan 1984 (merah).

Prancis, Britania Raya dan Swiss adalah negara-negara yang tidak pernah absen mengirimkan delegasinya pada ajang Olimpiade sejak 1896. Sebagian besar negara melewatkan Olimpiade karena kurangnya atlet yang berkualitas, tetapi beberapa negara memilih untuk memboikot perayaan Olimpiade karena alasan tertentu. Pada Olimpiade London 1908, Irlandia memboikot negaranya sendiri, Britania Raya, setelah Britania Raya menolak memberikan kemerdekaan pada Irlandia.[133] Irlandia juga memboikot Olimpiade Berlin 1936 karena IOC membatasi tim yang boleh berpartisipasi hanya dari Negara Bebas Irlandia, bukannya dari Kepulauan Irlandia.[134] Ada tiga peristiwa pemboikotan dalam Olimpiade Melbourne 1956; Belanda dan Spanyol menolak berpartisipasi karena keterlibatan Uni Soviet dalam Revolusi Hungaria, Kamboja, Mesir, Irak dan Lebanon memboikot Olimpiade Melbourne karena Krisis Suez, sedangkan Tiongkok (Republik Rakyat Tiongkok) juga ikut-ikutan memboikot karena keikutsertaan Taiwan (Republik Tiongkok) dalam Olimpiade.[133] Pada Olimpiade Tokyo 1964, Indonesia dan Korea Utara mencabut diri dari Olimpiade, setelah beberapa atlet mereka didiskualifikasi karena mengikuti Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang (GANEFO) di Jakarta. Pada waktu itu, GANEFO dianggap sebagai pertandingan saingan Olimpiade.[133]

Pada Olimpiade München 1972 dan Olimpiade Montreal 1976, sebagian besar negara Afrika mengancam untuk memboikot Olimpiade sebelum IOC melarang Afrika Selatan dan Rhodesia untuk berpartisipasi karena rezim Apartheid mereka. Selandia Baru juga salah satu alasan pemboikotan Afrika, sebab tim nasional rugbi mereka yang telah bertandang ke Afrika Selatan untuk bertanding juga diperbolehkan ikut Olimpiade. IOC mengakui kasus yang pertama, tetapi menolak melarang Selandia Baru dengan alasan bahwa rugbi bukanlah bagian dari olahraga Olimpiade.[135] Memenuhi ancaman mereka, dua puluh negara Afrika beserta Guyana dan Irak mengundurkan diri dari Olimpiade Montreal 1976 setelah beberapa atlet mereka berlaga dalam pertandingan.[135][136] Taiwan juga memutuskan untuk memboikot Olimpiade Montreal karena RRT mengintimidasi panitia untuk melarang Taiwan berkompetisi menggunakan nama, bendera dan lagu kebangsaan Republik Tiongkok.[137] Taiwan tidak berpartisipasi lagi sampai Olimpiade Los Angeles 1984, di mana saat itu mereka berlaga di bawah nama Tiongkok Taipei serta menggunakan bendera dan lagu kebangsaan yang baru.[138]

Pada tahun 1980 dan 1984, negara-negara penentang Perang Dingin memboikot Olimpiade di Moskow dan Los Angeles. Enam puluh lima negara menolak untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Moskow 1980 karena invasi Soviet ke Afghanistan. Pemboikotan ini mengurangi jumlah negara yang berpartisipasi menjadi 81 negara, jumlah terendah sejak tahun 1956. Amerika Serikat juga mengancam akan memboikot Olimpiade di Moskow jika pasukan Soviet tidak segera mundur dari Afghanistan, dan boikot tersebut akhirnya terjadi pada tanggal 21 Maret 1980[139] Empat tahun kemudian, Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur (kecuali Rumania) juga memboikot balik Olimpiade Los Angeles 1984, dengan alasan bahwa mereka tidak bisa menjamin keselamatan atlet mereka. Tanggal 8 Mei 1984, Uni Soviet mengeluarkan pernyataan pemboikotan yang berisi bahwa pemboikotan disebabkan oleh sentimen "anti-Soviet" yang muncul di AS pada saat itu.[140] Negara-negara Blok Timur yang memboikot Olimpiade Los Angeles kemudian menggelar pertandingan mereka sendiri yang bernama Pertandingan Persahabatan pada bulan Juli dan Agustus 1984.[141][142]

Beberapa ancaman pemboikotan juga terjadi dalam Olimpiade Beijing 2008 sebagai protes terhadap catatan Hak Asasi Manusia Tiongkok mengenai kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah RRT terhadap etnis Tibet, meskipun pada akhirnya tidak satupun negara yang melakukan pemboikotan dalam Olimpiade Beijing 2008.[143][144] Pada bulan Agustus 2008, pemerintah Georgia menyatakan boikot terhadap Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 di Rusia sebagai bentuk protes atas keterlibatan Rusia dalam Perang Ossetia Selatan tahun 2008.[145][146]

Pada bulan Februari 2011, Iran mengancam akan memboikot Olimpiade London 2012 karena tampilan logo London 2012 yang tampak mengeja kata "Zion".[147] Iran mengirimkan keluhannya kepada Komite Olimpiade Internasional, sambil menyatakan logo ini "rasis" dan meminta logo tersebut ditarik dan desainernya "dikecam". IOC "diam-diam" menolak permintaan tersebut, dan Iran pada akhirnya mengumumkan bahwa mereka tidak jadi memboikot ajang tersebut.[148]

Politik

120px-Ibolya_Csak.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ibolya Csak, atlet Yahudi Hungaria yang meraih medali emas dalam Olimpiade Berlin 1936.
250px-Carlos-Smith.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tommie Smith dan John Carlos memberikan "salam kulit hitam" di podium pada Olimpiade Mexico City 1968.

Sejak awal, Olimpiade telah digunakan sebagai ajang untuk mempromosikan ideologi politik. Nazi memanfaatkan Olimpiade Berlin 1936 sebagai propaganda untuk menunjukkan pada dunia bahwa Partai Sosialis Nasionalis itu baik hati dan cinta damai, meskipun pada kenyataannya mereka memanfaatkan Olimpiade untuk menunjukkan superioritas bangsa Arya.[149] Jerman dengan superioritas bangsa Arya-nya memang menjadi negara yang paling sukses dalam Olimpiade Berlin 1936, tetapi patut dicatat, kemenangan paling gemilang pada saat itu justru diraih oleh seorang atlet keturunan Afrika-Amerika bernama Jesse Owens, yang meraih 4 medali emas dan Ibolya Csák; seorang atlet Yahudi asal Hungaria.[150] Uni Soviet tidak berpartisipasi sampai Olimpiade Helsinki 1952. Sebaliknya, sejak tahun tahun 1928, Soviet menyelenggarakan ajang olahraga internasional sendiri bernama Spartakiad. Selama masa-masa perang tahun 1920-an dan 1930-an, organisasi komunis dan sosialis di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, berusaha menentang apa yang mereka sebut sebagai "Olimpiade Borjuis" dengan menyelenggarakan ajang tandingan bernama Olimpiade Pekerja.[151][152] Dalam Olimpiade Melbourne 1956, Uni Soviet berjaya dan muncul sebagai negara adidaya baru dalam dunia olahraga. Uni Soviet memanfaatkan publisitas yang muncul karena memenangkan Olimpiade dengan menyebarkan ideologi politiknya.[153] Beberapa atlet secara individu juga telah memanfaatkan Olimpiade untuk mempromosikan agenda politik mereka. Dalam Olimpiade Mexico City 1968, dua orang atlet atletik Amerika Serikat, Tommie Smith dan John Carlos, yang memenangkan tempat pertama dan ketiga dalam lari 200 meter, mengangkat tangan dan memberikan hormat yang diartikan sebagai salam orang kulit hitam (black power salute) di atas podium kemenangan. Runner-up saat itu, Peter Norman dari Australia mengenakan lencana bertuliskan "Proyek Olimpiade untuk Hak Asasi Manusia" untuk menunjukkan dukungannya pada Smith dan Carlos. Atas hal ini, Presiden IOC saat itu, Avery Brundage mengeluarkan dan mencabut gelar juara mereka karena salam rasis dan berbau politik tidak diperbolehkan dalam Olimpiade. Namun insiden ini mempunyai pengaruh kuat ke media.[154]

Baru-baru ini, dikabarkan bahwa pemerintah Iran mengambil langkah untuk menghindari segala macam bentuk pertandingan dengan atlet asal Israel. Seorang atlet judo asal Iran, Arash Miresmaeli, menolak untuk bertanding dengan atlet Israel dalam Olimpiade Athena 2004. Walaupun kemudian ia di diskualifikasi karena kelebihan berat badan, Miresmaeli malah dianugerahi hadiah uang sebesar $125.000 oleh pemerintah Iran, jumlah yang dibayarkan kepada semua atlet peraih medali emas di Iran. Miresmaeli dibebaskan dari tuduhan sengaja menghindari pertandingan oleh panitia tetapi tetap saja penerimaan hadiah uang tersebut menimbulkan kecurigaan.[155]

Penggunaan obat-obatan PED

Pada awal abad ke-20, para atlet Olimpiade mulai menggunakan Obat-obatan Peningkat Kinerja (Performance Enhancing Drugs/PED) untuk meningkatkan kemampuan atletik mereka. Sebagai contoh, pemenang maraton dalam Olimpiade St. Louis 1904; Thomas Hicks diberikan strychnine dan brendi oleh pelatihnya.[156] Kematian yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terjadi dalam Olimpiade Roma 1960. Saat pertandingan balap sepeda, atlet sepeda Denmark; Knud Enemark Jensen jatuh dari sepedanya dan meninggal. Otopsi menemukan bahwa saat bertanding ia berada di bawah pengaruh amfetamin.[157] Atas peristiwa ini, IOC melarang penggunaan PED dalam Olimpiade.[158]

Atlet Olimpiade pertama yang dites positif menggunakan PED adalah Hans-Gunnar Liljenwall, seorang pelari Swedia dalam Olimpiade Mexico City 1968. Dia kehilangan medali perunggunya setelah terbukti positif menggunakan alkohol selama pertandingan.[159] Penggunaan PED dalam Olimpiade yang paling dipublikasikan adalah Ben Johnson, seorang pelari cepat Kanada yang memenangkan lari 100 meter dalam Olimpiade Seoul 1988, tetapi Johnson dinyatakan positif menggunakan stanozolol. Medali emasnya kemudian dicabut dan diberikan kepada runner-up; Carl Lewis.[160]

Pada tahun 1999, IOC mengambil inisiatif untuk berjuang dengan lebih terorganisasi melawan penggunaan PED dengan membentuk World Anti-Doping Agency (WADA). Ada peningkatan tajam jumlah atlet yang positif menggunakan PED dalam tes yang dilakukan pada Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Musim Dingin Salt Lake City 2002. Beberapa peraih medali dalam cabang angkat besi dan ski lintas alam didiskualifikasi karena menggunakan PED. Dalam Olimpiade Musim Dingin Turin 2006, hanya satu atlet yang terbukti positif menggunakan PED. IOC membentuk rejimen pengujian obat-obatan (sekarang dikenal dengan Standar Olimpiade) yang menetapkan kadar obat-obatan yang diizinkan bagi para atlet.[161] Dalam Olimpiade Beijing 2008, sekitar 3.667 atlet diuji oleh IOC di bawah naungan WADA. Pengujian ini meliputi tes urin dan tes darah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hanya tiga atlet yang terbukti menggunakan PED.[157][162]

Larangan Rusia dari Olimpiade Musim Dingin 2018

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan bahwa Rusia dilarang mengikuti Olimpiade Musim Dingin 2018, yang akan diselenggarakan di Pyeongchang, Korea Selatan, karena masalah doping pada tanggal Selasa, 6 Desember 2017

IOC telah membekukan Komite Olimpiade Rusia, tetapi para atlet Rusia masih akan diperbolehkan untuk berkompetisi di Olimpiade Musim Dingin 2018 asal mereka menggunakan seragam "Atlet Olimpiade dari Rusia" (bahasa Inggris:The Olympic Athletes from Russia) di bawah Bendera Olimpiade, dan Lagu Olimpiade akan dimainkan dalam upacara.

Diskriminasi gender

250px-Charlotte_Cooper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Charlotte Cooper dari Britania Raya, atlet wanita pertama yang meraih medali dalam Olimpiade Paris 1900.

Atlet wanita pertama kalinya diizinkan untuk ikut serta dalam Olimpiade Paris 1900, tetapi dalam Olimpiade Barcelona 1992, sekitar tiga puluh lima negara masih mengirimkan semua kontingen pria ke Olimpiade.[163] Jumlah ini turun pesat selama tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1996, Lita Fariman adalah atlet wanita pertama yang mewakili Iran dalam Olimpiade lewat cabang olahraga menembak.[164] Dalam Olimpiade Sidney 2000, Bahrain mengirimkan dua atlet wanita untuk pertama kalinya ke ajang Olimpiade: Fatema Hameed Gerashi dan Mariam Mohamed Hadi Al Hilli.[165] Tahun 2004, Robina Muqim Yaar dan Friba Razayee mencatatkan diri sebagai atlet wanita pertama yang berlaga mewakili Afganistan dalam ajang Olimpiade.[166] Empat tahun berikutnya, Uni Emirat Arab juga mengirim atlet wanita ke Olimpiade Beijing untuk pertama kalinya: Maitha Al Maktoum (taekwondo) dan Latifa Al Maktoum (berkuda).[167]

Hingga tahun 2010, tercatat tiga negara yang sama sekali belum pernah mengirimkan atlet wanita ke ajang Olimpiade. Negara-negara tersebut adalah: Brunei, Arab Saudi dan Qatar. Brunei cuma pernah berpartisipasi dalam tiga perayaan Olimpiade, itupun dengan jumlah atlet yang sangat sedikit. Arab Saudi dan Qatar telah berpartisipasi dalam banyak ajang dan tetap konsisten mengirim kontingen pria ke Olimpiade. Tahun 2010, Komite Olimpiade Internasional menyatakan akan "menekan" negara-negara tersebut untuk memperbolehkan dan memfasilitasi keikutsertaan atlet-atlet wanita dalam Olimpiade London 2012. Anita DeFrantz, ketua Komisi Perempuan IOC menyarankan agar negara-negara yang mencegah keikutsertaan atlet-atlet wanita supaya dilarang untuk mengikuti Olimpiade. Tak lama kemudian, Komite Olimpiade Qatar mengumumkan bahwa mereka akan mengirim empat atlet wanita dari cabang menembak dan anggar pada Olimpiade London 2012. Di Arab Saudi, hukum nasional di negara tersebut secara eksplisit memang melarang wanita untuk berlaga dalam Olimpiade.[168][169]

Pada bulan Juni 2012, secara mengejutkan Kedutaan Arab Saudi di London mengumumkan akan mengirimkan atlet wanita untuk berkompetisi dalam ajang Olimpiade 2012 untuk pertama kalinya. Brunei juga mengumumkan kalau mereka akan mengirimkan atlet wanitanya ke ajang Olimpiade yang mulai berlangsung pada tanggal 27 Juli 2012 di London, Inggris.[170] Pada akhirnya, Arab Saudi mengirim dua atlet wanita ke London (Wodjan Ali Seraj Abdulrahim Shahrkhani; judo dan Sarah Attar; lari 800-meter); Qatar 4 atlet dan Brunei satu (Maziah Mahusin; rintangan 400m).[171] Dengan demikian, Olimpiade London 2012 menjadi Olimpiade pertama di mana kesemua negara peserta mengikutsertakan atlet perempuan dalam kontingennya.[172]

Cabang olahraga pada Olimpiade yang menampilkan pria dan wanita berlaga secara bersamaan adalah berkuda. Tidak ada istilah "olahraga wanita" atau "olahraga pria" dalam Olimpiade. Meskipun demikian, pada tahun 2008 cabang olahraga yang diperlombakan untuk atlet pria masih lebih banyak dibanding atlet wanita. Dengan penambahan cabang tinju wanita dalam Olimpiade London 2012, diharapkan para atlet wanita akan dapat bersaing di semua cabang olahraga yang sama dengan para atlet pria.[173]

Kekerasan

250px-MunichMassacrePlaque.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen peringatan Peristiwa München.

Tiga ajang Olimpiade tidak dirayakan karena peperangan: tahun 1916, Olimpiade dibatalkan karena Perang Dunia I, sedangkan Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin tahun 1940 dan 1944 tidak dirayakan karena Perang Dunia II. Perang Ossetia Selatan antara Rusia dan Georgia meletus pada hari pertama pembukaan Olimpiade Beijing 2008. Presiden Amerika Serikat, George W. Bush dan Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin sama-sama menghadiri pembukaan Olimpiade saat itu dan saling mengobrol tentang konflik tersebut pada acara jamuan makan malam yang diadakan oleh Presiden RRT, Hu Jintao.[174] Saat Nino Salukvadze dari Georgia memenangkan medali perunggu dari cabang menembak, dia berdiri di podium kemenangan berdampingan dengan Natalia Paderina, atlet menembak dari Rusia yang meraih medali perak. Dari apa yang dipublikasikan oleh media, dikabarkan kalau Salukvadze dan Paderina saling memeluk di podium setelah upacara penyerahan medali berakhir.[175]

Terorisme juga pernah menghantui penyelenggaraan Olimpiade. Dalam Olimpiade München 1972 di Jerman, sekelompok teroris dari Palestinian Black September berhasil memasuki kamp atlet Israel lalu menyandera dan membunuh 11 atlet Israel beserta seorang polisi Jerman. Tragedi tersebut dikenal sebagai Peristiwa München. Atas peristiwa ini, penyelenggaraan Olimpiade saat itu dijeda untuk memberi penghormatan pada para korban dan kemudian dilanjutkan kembali.[176] Dalam Olimpiade Atlanta 1996 di Amerika Serikat, sebuah bom diledakkan di Centennial Olympic Park, menewaskan 2 orang dan melukai 111 lainnya. Pengeboman tersebut di gembongi oleh Eric Robert Rudolph, seorang teroris domestik Amerika yang kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup atas perbuatannya.[177] Tingkat pengamanan dalam perayaan Olimpiade juga semakin diperketat setelah terjadinya serangan 11 September 2001.[178]

Pemenang dan medali

Atlet atau tim yang berhasil menempati posisi pertama, kedua dan ketiga dalam Olimpiade masing-masing dianugerahi sebuah medali. Pemenang pertama dianugerahi medali emas, yang betul-betul terbuat dari emas murni sampai Olimpiade Stockholm 1912, setelah itu terbuat dari perak berlapis emas sampai sekarang. Setiap medali emas harus mengandung setidaknya enam gram emas murni.[179] Runner-up atau juara kedua dianugerahi medali perak dan juara ketiga mendapatkan medali perunggu. Dalam cabang olahraga yang memakai sistem gugur (terutama tinju), tempat ketiga biasanya tidak ditentukan dan kedua semifinalis akan mendapatkan medali perunggu. Dalam Olimpiade Athena 1896, hanya medali perak dan perunggu yang diberikan. Format tiga medali ini baru diperkenalkan dalam Olimpiade St. Louis 1904.[180] Sejak Olimpiade London 1948, urutan keempat, kelima, dan keenam diberi sertifikat, yang selanjutnya dikenal sebagai diploma kemenangan. Kemudian, dalam Olimpiade Los Angeles 1984, urutan ketujuh dan kedelapan juga diberi diploma kemenangan. Dalam Olimpiade Athena 2004, penerima medali emas, perak dan perunggu juga dikalungkan bunga zaitun.[181]

Berikut ini merupakan atlet-atlet peraih medali terbanyak berdasarkan perolehan medali emas sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade:

Atlet Cabang olahraga Periode
Medali emas
Medali emas
Medali perak
Medali perak
Medali perunggu
Medali perunggu
Total
Amerika Serikat Michael Phelps Renang 2004–2016 23 3 2 28
Uni Soviet Larisa Latynina Senam artistik 1956–1964 09 5 4 18
Finlandia Paavo Nurmi Atletik 1920–1928 09 3 12
Amerika Serikat Mark Spitz Renang 1968–1972 09 1 1 11
Amerika Serikat Carl Lewis Atletik 1984–1996 09 1 10
Norwegia Marit Bjørgen Ski lintas alam 2002–2018 08 4 3 15
Norwegia Ole Einar Bjørndalen Biatlon 1998–2014 08 4 1 13
Norwegia Bjørn Dæhlie Ski lintas alam 1992–1998 08 4 12
Jerman Birgit Fischer Dayung 1980–2004 08 4 12
Jepang Sawao Kato Senam artistik 1968–1976 08 3 1 12
Amerika Serikat Jenny Thompson Renang 1992–2004 08 3 1 12
Sumber: Situs resmi Olimpiade[182]

Mengenai perolehan medali, IOC memang tidak mengakui urutan global berdasarkan negara, tabulasi medali ditampilkan sekadar untuk informasi saja. Lebih lanjut, hasil-hasil yang ditampilkan merupakan hasil resmi dan diambil dari "Laporan Resmi" - sebuah dokumen yang diterbitkan untuk setiap Olimpiade oleh Komite Organisasi. Namun untuk Olimpiade-Olimpiade mula-mula hingga Olimpiade Antwerpen 1920, terdapat kesulitan dalam menghitung jumlah medali per negara, karena banyak tim yang mengikutsertakan atlet dari negara-negara lainnya. Tabulasi medali berdasarkan negara ini bersumber dari jumlah medali emas yang diperoleh, dengan medali emas mendapat prioritas lebih tinggi dari perak dan perunggu. Kemenangan beregu dianggap sebagai satu medali saja.[183] Dengan mengacu kepada data yang dirilis oleh Komite Olimpiade Internasional, berikut ini adalah sepuluh negara dengan perolehan medali emas terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade (hingga tahun 2014), baik Musim Panas maupun Musim Dingin:

PeringkatNegaraJumlah Olimpiade
yang diikuti
Medali emas
Medali emas
Medali perak
Medali perak
Medali perunggu
Medali perunggu
TotalSumber
1  Amerika Serikat5111669488362941[184]
2  Uni Soviet184733763551204[185]
3  Jerman28283282290855[186]
4  Britania Raya51274299310883[187]
5  Prancis51248276316840[188]
6  Italia50246214241701[189]
7  RRT21237195176608[190]
8  Swedia51202216234652[191]
9  Rusia12195163188546[192]
10  Jerman Timur11192165162519[193]
...
51  Indonesia1610151540[194]
     Bekas negara

Kota dan negara tuan rumah

330px-Summer_olympics_all_cities.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta lokasi Olimpiade Musim Panas. Negara-negara yang telah menjadi tuan rumah Olimpiade sebanyak satu kali ditandai dengan warna hijau, lebih dari sekali ditandai dengan warna biru.
330px-Winter_olympics_all_cities.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta lokasi Olimpiade Musim Dingin. Negara-negara yang telah menjadi tuan rumah Olimpiade sebanyak satu kali ditandai dengan warna hijau, lebih dari sekali ditandai dengan warna biru.

Kota tuan rumah untuk Olimpiade biasanya dipilih tujuh tahun menjelang perayaan Olimpiade.[195] Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap yang memakan waktu dua tahun. Calon kota tuan rumah mengajukan proposal ke NOC di negaranya. Jika terdapat lebih dari satu kota dari negara yang sama mengajukan proposal ke NOC nya, maka NOC di negara tersebut biasanya menggunakan seleksi internal, karena hanya satu kota per NOC yang dapat diajukan ke IOC sebagai nominasi kota tuan rumah. Setelah batas waktu pengajuan proposal kepada NOC tercapai, tahap pertama (aplikasi) dimulai dengan kota-kota pemohon diminta untuk mengisi kuesioner tentang kriteria utama yang terkait dengan penyelenggaraan Olimpiade.[196] Dalam tahap ini, kota pemohon harus memberikan jaminan bahwa mereka akan mematuhi Piagam Olimpiade dan peraturan lainnya yang ditetapkan oleh IOC.[195] Kuesioner yang telah diisi oleh kota pemohon di evaluasi oleh kelompok khusus yang ditugaskan oleh IOC. Dari hasil evaluasi ini, Dewan Eksekutif IOC memilih kota kandidat yang akan dilanjutkan ke tahap pencalonan.[196]

Setelah kota-kota kandidat tuan rumah Olimpiade terpilih, mereka akan di analisis oleh Komisi Evaluasi. Komisi ini akan mengunjungi kota-kota kandidat, mewawancarai pejabat setempat dan memeriksa tempat-tempat yang prospektif. Selama proses wawancara, kota kandidat juga harus menjamin bahwa mereka sanggup untuk mendanai Olimpiade. Berikutnya, Komisi Evaluasi melaporkan hasil analisisnya pada IOC sebulan sebelum keputusan akhir diputuskan.[195] Setelah tugas Komisi Evaluasi selesai, daftar calon dipresentasikan dalam sidang umum IOC. Sidang umum ini diselenggarakan di suatu negara yang tidak memiliki kota kandidat dalam pencalonan. Para anggota IOC memberikan masing-masing satu suara untuk memilih kota tuan rumah Olimpiade. Setelah terpilih, kota tuan rumah beserta NOC nya akan menandatangani kontrak dengan IOC dan secara resmi dinobatkan sebagai kota tuan rumah penyelenggara Olimpiade.[195]

Hingga tahun 2016, Olimpiade telah diselenggarakan oleh 44 kota di 23 negara, tetapi sebagian besarnya adalah kota-kota di Eropa dan Amerika Utara. Kota-kota di luar itu yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade terhitung hanya delapan kota. Sejak Olimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan, Olimpiade telah diselenggarakan di Asia dan Oseania sebanyak empat kali, meningkat tajam dibandingkan dengan 92 tahun sebelumnya (cuma dua kota). Rio de Janeiro menjadi kota pertama di Amerika Selatan yang menjadi kota penyelenggara Olimpiade (2016). Sedangkan kota-kota di Afrika tidak ada yang berhasil lolos ke tahap pencalonan.[196]

Amerika Serikat telah menyelenggarakan empat Olimpiade Musim Panas dan empat Olimpiade Musim Dingin, paling banyak dibanding negara lain. Britania Raya telah menjadi tuan rumah dua Olimpiade Musim Panas, dan menjadi tuan rumah yang ketiga kalinya pada Olimpiade London 2012. Jerman, Australia, Prancis dan Yunani adalah negara-negara yang telah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas sebanyak dua kali. Di antara kota-kota tuan rumah, hanya Los Angeles, Paris, Athena dan London yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas lebih dari sekali (masing-masing dua kali). Dengan diselenggarakannya Olimpiade Musim Panas 2012 di London, kota ini memegang rekor baru sebagai satu-satunya kota yang telah menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas sebanyak tiga kali.

Mengenai Olimpiade Musim Dingin, Prancis telah menjadi tuan rumah untuk tiga Olimpiade, sementara Swiss, Austria, Norwegia, Jepang dan Italia telah menyelenggarakan dua kali Olimpiade. Olimpiade Musim Dingin terakhir diadakan di Vancouver, Kanada, menjadi Olimpiade Musim Dingin kedua dan ketiga secara keseluruhan yang diselenggarakan di Kanada. Olimpiade Musim Dingin berikutnya akan diselenggarakan untuk pertama kalinya di Rusia pada tahun 2014.

120px-Olympic_flag.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Olimpiade Musim Panas Olimpiade Musim Dingin
Logo Tahun Perayaan Tuan rumah Logo Tahun Perayaan Tuan rumah
Kota Negara Kota Negara
40px-Athens_1896_report_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1896 Ke-I Athena 60px-State_Flag_of_Greece_%281863-1924_and_1935-1973%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yunani
40px-Poster_van_zomerspelen_1900.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1900 Ke-II Paris 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
40px-1904summerolympicsposter.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1904 Ke-III St. Louis 60px-Flag_of_the_United_States_%281896%E2%80%931908%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-1906_olympics.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1906 Olimpiade Interkala
(Tidak resmi)
Athena 60px-State_Flag_of_Greece_%281863-1924_and_1935-1973%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yunani
40px-Olimpiad_medal_1908.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1908 Ke-IV London 60px-Flag_of_the_United_Kingdom_%283-5%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Britania Raya
40px-1912_Baseball_Olympics.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1912 Ke-V Stockholm 60px-Flag_of_Sweden.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Swedia
Olimpiade ke-VI dibatalkan karena Perang Dunia I
- 1916 Ke-VI Berlin 60px-Flag_of_Germany_%281867%E2%80%931918%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekaisaran Jerman
40px-1920_olympics_poster.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1920 Ke-VII Antwerpen 40px-Flag_of_Belgium.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belgia
Awal penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin
1924 Ke-VIII Paris 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
40px-1924WOlympicPoster.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1924 Ke-I Chamonix 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
1928 Ke-IX Amsterdam 60px-Flag_of_the_Netherlands.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belanda
Berkas:1928 Winter Olympics (logo).jpg 1928 Ke-II St. Moritz 40px-Flag_of_Switzerland_%28Pantone%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Swiss
Berkas:Los Angeles1932 logo.gif 1932 Ke-X Los Angeles 60px-Flag_of_the_United_States_%281912-1959%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-Olympic_Bobsled_Run_Lake_Placid2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1932 Ke-III Lake Placid 60px-Flag_of_the_United_States_%281912-1959%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
1936 Ke-XI Berlin 60px-Flag_of_Germany_%281933%E2%80%931935%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jerman Nazi
40px-1936_Winter_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1936 Ke-IV Garmisch-Partenkirchen 60px-Flag_of_Germany_%281933%E2%80%931935%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jerman Nazi
Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin tahun 1940 dan 1944 dibatalkan karena Perang Dunia II
- 1940 Ke-XII Tokyo 60px-Flag_of_Japan_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
- 1940 Sapporo 60px-Flag_of_Japan_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
- 1944 Ke-XIII London 60px-Flag_of_the_United_Kingdom_%283-5%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Britania Raya
- 1944 Cortina d'Ampezzo 60px-Flag_of_Italy_%281861%E2%80%931946%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Italia
40px-Olympic_logo_1948.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1948 Ke-XIV London 60px-Flag_of_the_United_Kingdom_%283-5%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Britania Raya
1948 Ke-V St. Moritz 40px-Flag_of_Switzerland_%28Pantone%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Swiss
40px-Olympia-1952.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1952 Ke-XV Helsinki 60px-Flag_of_Finland_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Finlandia
1952 Ke-VI Oslo 60px-Flag_of_Norway.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Norwegia
40px-Olympic_logo_1956.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1956 Ke-XVI Melbourne 60px-Flag_of_Australia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Australia
1956 Ke-VII Cortina d'Ampezzo 60px-Flag_of_Italy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Italia
40px-Olympic_logo_1960.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1960 Ke-XVII Roma 60px-Flag_of_Italy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Italia
1960 Ke-VIII Squaw Valley 60px-US_flag_49_stars.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-1964_solympics_logo.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1964 Ke-XVIII Tokyo 60px-Flag_of_Japan_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
1964 Ke-IX Innsbruck 60px-Flag_of_Austria.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Austria
40px-1968_Mexico_emblem.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1968 Ke-XIX Mexico City 60px-Flag_of_Mexico.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mexico
1968 Ke-X Grenoble 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
40px-1972_Summer_Olympics_emblem.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1972 Ke-XX München 60px-Flag_of_Germany.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jerman Barat
1972 Ke-XI Sapporo 60px-Flag_of_Japan_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
Berkas:1976summerolympicslogo.png 1976 Ke-XXI Montreal 60px-Flag_of_Canada.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kanada
1976 Ke-XII Innsbruck 60px-Flag_of_Austria.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Austria
Berkas:1980S emblem b.png 1980 Ke-XXII Moskow 60px-Flag_of_the_Soviet_Union_%28dark_version%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uni Soviet
- 1980 Ke-XIII Lake Placid 60px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-84summerolympicslogo.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1984 Ke-XXIII Los Angeles 60px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
1984 Ke-XIV Sarajevo 60px-Flag_of_Yugoslavia_%281946-1992%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yugoslavia
Berkas:1988summerolympicslogo.jpg 1988 Ke-XXIV Seoul 60px-Flag_of_South_Korea_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Korea Selatan
Berkas:1988 wolympics logo.png 1988 Ke-XV Calgary 60px-Flag_of_Canada.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kanada
40px-1992summerolympicslogo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1992 Ke-XXV Barcelona 60px-Flag_of_Spain.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spanyol
40px-1992_wolympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1992 Ke-XVI Albertville 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
Olimpiade Musim Dingin ke-XVII dan seterusnya diselenggarakan dua tahun berselang dari Olimpiade Musim Panas
40px-1996_Summer_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1996 Ke-XXVI Atlanta 60px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-1994_Winter_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1994 Ke-XVII Lillehammer 60px-Flag_of_Norway.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Norwegia
40px-2000_Summer_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2000 Ke-XXVII Sydney 60px-Flag_of_Australia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Australia
40px-1998_Winter_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1998 Ke-XVIII Nagano 60px-Flag_of_Japan_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
40px-2004_Summer_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2004 Ke-XXVIII Athena 60px-Flag_of_Greece.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yunani
40px-2002_Winter_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2002 Ke-XIX Salt Lake City 60px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
40px-2008_Summer_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2008 Ke-XXIX Beijing 60px-Flag_of_the_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RRT
Berkas:Torino 2006.png 2006 Ke-XX Turin 60px-Flag_of_Italy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Italia
40px-2012_Summer_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2012 Ke-XXX London 60px-Flag_of_the_United_Kingdom_%283-5%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Britania Raya
40px-2010_Winter_Olympics_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2010 Ke-XXI Vancouver 60px-Flag_of_Canada.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kanada
40px-Olympia_2016_-_Rio.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2016 Ke-XXXI Rio de Janeiro 60px-Flag_of_Brazil.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Brasil
40px-Sochi_2014_%28Emblem%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2014 Ke-XXII Sochi 60px-Flag_of_Russia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rusia
40px-2020_Summer_Olympics_logo_new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2020 *Olimpiade kemudian ditunda penyelenggaraannya hingga 2021 dikarenakan wabah covid-19 Ke-XXXII Tokyo 60px-Flag_of_Japan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jepang
40px-Pyeongchang_2018_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 2018 Ke-XXIII Pyeongchang 60px-Flag_of_South_Korea_%28bordered%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Korea Selatan
2024 Ke-XXXIII Paris 60px-Flag_of_France.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prancis
2022 Ke-XXIV Beijing 60px-Flag_of_the_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RRT
2028 Ke-XXXIV Los Angeles 60px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat
2026 Ke-XXV Milan
Cortina d'Ampezzo
60px-Flag_of_Italy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Italia
2032 Ke-XXXV Brisbane 60px-Flag_of_Australia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Australia
2030 Ke-XXVI TBA

Sumber: Encyclopædia Britannica.[197]

Partisipasi Indonesia

250px-Indonesian_Olympic_Hopefuls_1956.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kontingen Olimpiade Indonesia dalam Olimpiade Melbourne 1956.

Indonesia pertama kali berpartisipasi dalam Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia. Setelah itu Indonesia sempat dua kali tidak ikut Olimpiade yaitu pada Olimpiade Tokyo 1964 dan Olimpiade Moskow 1980 karena boikot sehubungan dengan perang Soviet-Afganistan. Sejak awal keikutsertaannya, tercatat Indonesia sudah mengumpulkan total 37 medali, dengan rincian: 8 medali emas, 14 medali perak dan 15 medali perunggu.[194] Berikut pencapaian Indonesia selama mengikuti Olimpiade:

250px-Susi-Mia_Barcelona.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mia Audina (kiri) dan Susi Susanti (kanan), saat meraih medali perak dan perunggu dalam Olimpiade Musim Panas 1996.

Pada Olimpiade London 2012, Indonesia mengirimkan 22 atlet, dengan rincian sembilan atlet berasal dari cabang bulu tangkis, kemudian diikuti oleh cabang angkat besi sebanyak enam atlet. Sementara cabang atletik meloloskan dua atlet. Sedangkan anggar, panahan, renang, judo dan menembak masing-masing meloloskan satu atlet.[198] Jumlah atlet kali ini lebih sedikit dibanding kontingen yang dikirim pada Olimpiade Beijing 2008. Di mana pada saat itu, Indonesia mengirimkan 24 orang atlet.[199][200] Dalam ajang ini, Indonesia berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu, di mana keduanya dipersembahkan oleh atlet dari cabang angkat besi (Triyatno; perak dan Eko Yuli Irawan; perunggu).

Pada Olimpiade Rio 2016, Indonesia mengirimkan 28 atlet yang terdiri dari cabang bulu tangkis, atletik, panahan, dayung, angkat besi, balap sepeda dan renang.[201]

Olimpiade Rio 2016: Indonesia mendapatkan emas pertama melalui cabang bulu tangkis lewat pasangan ganda campuran Tantowi Ahmad-Liliyana Natsir. Sedangkan medali perak diraih oleh Eko Yuli Irawan (angkat besi 318 kg) dan Sri Wahyuni Agustiani (angkat besi 200 kg).[202]

Lihat juga

Referensi

  1. "French and English are the official languages for the Olympic Games." Diakses pada 7 Juli 2012
  2. "National Olympic Committees (NOC) - Olympic Movement". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 28 April 2021. Diakses tanggal 19 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Indonesia - National Olympic Committee (NOC)". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 28 April 2021. Diakses tanggal 19 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Swaddling 2000, hlm. 8.
  5. Swaddling 2000, hlm. 54.
  6. Swaddling 2000, hlm. 11-12.
  7. Abrams, Harvey (2000). "The Olympic Truce - Myth and Reality". www.sportlibrary.org. Diakses tanggal 19 Mei 2021.
  8. "Did politics ever affect the ancient Games?". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 21 Mei 2021.
  9. Young 2008, hlm. 11-13.
  10. Pausanias (1918). "Pausanias, Description of Greece, Elis 1, chapter 7, section 9". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 19 mei 2021.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  11. Pindar (1990). Svarlien, Diane Arnson (ed.). "Olympian 10:For Hagesidamus of Western Locri Boys' Boxing 476 B.C." www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 19 Mei 2021.
  12. Young, David C (1998). "Olympic Games". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Mei 2021.
  13. "Ancient Sports". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 19 Mei 2021.
  14. Grasso, John; Mallon, Bill; Heijmans, Jeroen (2015). Historical Dictionary of the Olympic Movement (dalam bahasa Inggris). Rowman & Littlefield. hlm. 127. ISBN 978-1-4422-4860-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Burkert 1983, hlm. 95.
  16. Olympic Museum, "The Olympic Games in Antiquity", hal. 3
  17. "Running". ancientolympics.arts.kuleuven.be. Diakses tanggal 27 Mei 2021.
  18. "Ancient Olympics". ancientolympics.arts.kuleuven.be. Diakses tanggal 27 Mei 2021.
  19. "Ancient Olympic Sports - running, long jump, discus, pankration". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 27 April 2021. Diakses tanggal 27 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. "Pankration". ancientolympics.arts.kuleuven.be. Diakses tanggal 27 Mei 2021.
  21. "Welcome to the Ancient Olympic Games". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 27 April 2021. Diakses tanggal 27 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. "Ancient Olympic Athletes". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 27 April 2021. Diakses tanggal 28 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. "Ancient Olympics FAQ 5". www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 28 Mei 2021.
  24. Swadling 1999, hlm. 90-93.
  25. Klein, Christopher (10 Agustus 2012). "5 Myths About the Ancient Olympics". HISTORY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 28 Mei 2021.
  26. "Archaeological Site of Olympia". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 Mei 2021.
  27. Golden (2009), hal. 24
  28. "The all-time greats of the Ancient Olympic Games". International Olympic Committee (dalam bahasa Inggris). 27 April 2021. Diakses tanggal 25 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Thucydides. History of the Peloponnesian War, 6.16.2.
  30. Crowther, Nigel B. (2007). Sport in Ancient Times (dalam bahasa Inggris). Greenwood Publishing Group. hlm. 54. ISBN 978-0-275-98739-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  31. 1 2 "Histoire et évolution des Jeux olympiques". Potentiel (dalam bahasa French). 2005. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. Young (2004), hal. 144
  33. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Young (1996)
  34. Matthews, George R. (2005). America's first Olympics: the St. Louis games of 1904. University of Missouri Press. ISBN 978-0-8262-1588-8.
  35. Ingomar Weiler (2004). The predecessors of the Olympic movement, and Pierre de Coubertin European Review, Vol. 12, No. 3, Cambridge University Press
  36. Craig Reedie, Jim Parry, Vassil Girginov (2005). The Olympic Games Explained: A Student Guide to the Evolution of the Modern Olympic Games. Routledge. ISBN 978-0-415-34604-7. Diakses tanggal 3 Juli 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. "Much Wenlock & the Olympian Connection". Wenlock Olympian Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-23. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. 1 2 "Rugby School motivated founder of Games". Reuters. SI.com. 8 Juli 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-08-23. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. Coubertin, Philemon, Politis & Anninos (1897), Part 2, hal. 8
  40. "Athens 1896". The International Olympic Committee. Diakses tanggal 8 Februari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. Memoire sure le conflit entre la Grece et la Roumanie concernant l'affaire Zappa – Athens 1893, by F. Martens
  42. L'affaire Zappa – Paris 1894, by G. Streit
  43. BBCIndonesia - Dari masa ke masa: Kekuatan Olimpiade Diakses 5 Juli 2012
  44. "St. Louis 1904 — Overview". ESPN. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-22. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. "1906 Olympics mark 10th anniversary of the Olympic revival". Canadian Broadcasting Centre. 28 Mei 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-06-03. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. 1 2 3 "Chamonix 1924". International Olympic Committee. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-02. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. "Winter Olympics History". Utah Athletic Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-12. Diakses tanggal 31 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  48. "History of the Paralympics". BBC Sport. 4 September 2008. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. "History of the Paralympic Games". Government of Canada. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-12. Diakses tanggal 7 April 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. IPC-IOC Co-operation "IPC-IOC Cooperation". International Paralympic Committee. Diakses tanggal 3 Mei 2010.{{cite web}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  51. Gibson, Owen (4 Mei 2010). "Sainsbury's announces sponsorship of 2012 Paralympics". The Guardian. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  52. "Rogge wants Youth Olympic Games". BBC Sport. 19 Maret 2007. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. Rice, John (5 Juli 2007). "IOC approves Youth Olympics; first set for 2010". USA Today. Associated Press. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. "Innsbruck is the host city for the first Winter Youth Olympic Games". The Vancouver Organizing Committee for the 2010 Olympic and Paralympic Winter Games. 12 Desember 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-06-10. Diakses tanggal 30 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. "IOC to Introduce Youth Olympic Games in 2010". CRIenglish.com. 25 April 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-08. Diakses tanggal 29 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. "IOC session: A "go" for Youth Olympic Games". International Olympic Committee. 5 Juli 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-21. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. Wade, Stephen (25 April 2007). "No kidding: Teens to get Youth Olympic Games". USA Today. Diakses tanggal 27 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. Michaelis, Vicky (5 Juli 2007). "IOC votes to start Youth Olympics in 2010". USA Today. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. 1 2 3 "IOC Factsheet" (PDF). International Olympic Committee. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-04-29. Diakses tanggal 2 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. "Turin 2006". International Olympic Committee. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-22. Diakses tanggal 26 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. "Beijing to build convenient Olympic village". The Beijing Organizing Committee for the Games of the XXIX Olympiad. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-14. Diakses tanggal 4 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. "Olympic Charter" (PDF). International Olympic Committee. hlm. 61. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 29 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. Freedom for Catalonia?: Catalan Nationalism, Spanish Identity and the Barcelona Olympic Games (Cambridge Cultural Social Sciences) (9780521586153): John Hargreaves: Books. Amazon.com. Retrieved on 2009-10-24.
  64. Gibraltar Olympic Committee Diarsipkan 2009-08-27 di Wayback Machine. Diakses 5 Juli 2012
  65. Article: Miss Tahiti 2003 stripped of her title. | AccessMyLibrary - Promoting library advocacy. AccessMyLibrary (2005-06-03). Retrieved on 2009-10-24.
  66. SportingPulse Homepage for Niue Island Sports Association and National Olympic Committee Diarsipkan 2013-07-02 di Wayback Machine.. Sportingpulse.com. Retrieved on 2009-10-24.
  67. Olympic Committee of Kosovo - Wikipedia, the free encyclopedia. En.wikipedia.org (2009-08-29). Retrieved on 2009-10-24.
  68. somaliland olympic Diarsipkan 2013-06-18 di Wayback Machine. Diakses 5 Juli 2012
  69. About the NOC Diarsipkan 2013-07-02 di Wayback Machine. Diakses 5 Juli 2012
  70. Kurdistan Olympic Committee becomes an issue Diarsipkan 2011-07-16 di Wayback Machine. kurdishglobe. Diakses 5 Juli 2012
  71. Inscrits Defenitiu conference 2008[pranala nonaktif permanen] Diakses 5 Juli 2012
  72. Turkish Cypriots to Stage Human Rights Protest in Brussels Diarsipkan 2011-09-30 di Wayback Machine. Embargoed.org. Diakses 4 Juli 2012
  73. The ABC Republic: Abkhazia Attempts to Invent Itself - SPIEGEL ONLINE - News - International. Spiegel.de. Retrieved on 2009-10-24.
  74. The Faroese Confederation of Sports and Olympic Committee Diarsipkan 2010-01-10 di Wayback Machine. isf.fo. Diakses 12 Juni 2012
  75. CANOC Members Diarsipkan 2009-10-02 di Wayback Machine. Diakses 12 Juni 2012
  76. "The Olympic Movement". International Olympic Committee. Diakses tanggal 2 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. "Roles and responsibilities during the Olympic Games" (PDF). International Olympic Committee. Februari 2008. hlm. 1–2. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2011-04-29. Diakses tanggal 2 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. "For the Good of the Athletes". The Beijing Organizing Committee for the Games of the XXIX Olympiad. 31 Oktober 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-23. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. Olympic Charter (2007), Rule 24, hal. 53.
  80. Maraniss (2008), hal. 52–60
  81. Maraniss (2008), hal. 60–69
  82. "Samaranch Defends Nominating Son for IOC Post". CBC Sports. 18 Mei 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-12-05. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. Riding, Alan (30 Juni 1992). "Olympics:Barcelona Profile; Samaranch, Under the Gun Shoots Back". New York Times. Diakses tanggal 30 Januari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  84. Abrahamson, Alan (6 Desember 2003). "Judge Drops Olympic Bid Case". Los Angeles Times. Diakses tanggal 21 Maret 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. Rowlatt, Justin (29 Juli 2004). "Buying the Games". BBC. Diakses tanggal 16 April 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. Zinser, Lynn (7 Juli 2005). "London Wins 2012 Olympics New York Lags". The New York Times. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. "Paris Mayor Slams London Tactics". Sportinglife.com. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  88. Berkes, Howard (7 Februari 2006). "How Turin got the Games". National Public Radio. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  89. 1 2 3 4 5 6 Cooper-Chen (2005), hal. 231
  90. 1 2 3 4 5 "Issues of the Olympic Games". Olympic Primer. LA84 Foundation of Los Angeles. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-25. Diakses tanggal 30 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. 1 2 3 Buchanon & Mallon (2006), hal. ci
  92. 1 2 Findling & Pelle (2000), hal. 209
  93. Slack (2004), hal. 194
  94. "Berlin 1936". International Olympic Committee. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-22. Diakses tanggal 31 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  95. "Cortina d'Ampezzo". International Olympic Committee. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-22. Diakses tanggal 31 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. 1 2 3 Slack (2004), hal. 192
  97. Gershon (2000), hal. 17
  98. Whannel, G. (1984) The television spectacular In A. Tomlinson & G. Whannel (Eds.), Five-ring circus (hal. 30–43). London: Pluto Press
  99. Tomlinson (2005), hal. 14
  100. "World Series TV ratings slump". CBS News. Associated Press. 27 Oktober 2000. Diakses tanggal 4 Mei 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. Walters, Walters (2 Oktober 2000). "All fall down". Sports Illustrated. Time Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-04-29. Diakses tanggal 2 April 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  102. 1 2 Carter, Bill; Sandomir, Richard (17 Agustus 2008). "A Surprise Winner at the Olympic Games in Beijing: NBC". The New York Times. NYTimes.com. Diakses tanggal 2 April 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  103. Slack (2004), hal. 16–18
  104. 1 2 Slack (2004), hal. 17
  105. Woods (2007), hal. 146
  106. 1 2 3 4 5 6 7 8 Flyvbjerg, Bent and Allison Stewart, 2012, "Olympic Proportions: Cost and Cost Overrun at the Olympics 1960–2012," Working Paper, Saïd Business School, University of Oxford.
  107. [Most expensive Olympics in history: Sochi 2014 Games to cost over $50 billion "Most expensive Olympics in history: Sochi 2014 Games to cost over $50 billion"]. Russia Today. Diakses tanggal 5 Desember 2013.{{cite web}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  108. "Sochi 2014: the costliest Olympics yet but where has all the money gone?". The Guardian. Diakses tanggal 5 Desember 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  109. "The cost of the Beijing Olympics". The Guardian. London. Juli 28, 2008. Diakses tanggal Juni 5, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. 1 2 3 "The Olympic Symbols" (PDF). International Olympic Committee. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  111. "The Olympic flame and the torch relay" (PDF). Olympic Museum. International Olympic Committee. 2007. hlm. 6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 4 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  112. "London's Olympic 2012 mascots are revealed: Wenlock and Mandeville unveiled as the 'faces' of the Games". Daily Mail. 23 May 2010. Diakses tanggal 2011-25-07.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  113. "The Official Mascots of the Beijing 2008 Olympic Games". The Beijing Organizing Committee for the Games of the XXIX Olympiad. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-08-01. Diakses tanggal 28 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  114. Farquhar, Gordon (19 Mei 2010). "London 2012 unveils Games mascots Wenlock & Mandeville". BBC News. Diakses tanggal 19 Mei 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  115. 1 2 3 "Fact sheet: Opening Ceremony of the Summer Olympic Games" (PDF). International Olympic Committee. Februari 2008. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-04-29. Diakses tanggal 14 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  116. 1 2 3 "Fact sheet: Opening Ceremony of the Winter Olympic Games" (PDF). International Olympic Committee. Februari 2008. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 14 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  117. 1 2 "The development of the Games – Between festival and tradition" (PDF). The Modern Olympic Games (PDF). International Olympic Committee. hlm. 5. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  118. "Beijing Dazzles: Chinese History, on Parade as Olympics Begin". Canadian Broadcasting Centre. 8 Agustus 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-08-10. Diakses tanggal 9 September 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  119. 1 2 3 "Olympic Closing Ceremony Protocol". New Dehli Television. 30 Agustus 2008. Diakses tanggal 10 September 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  120. "Closing Ceremony" (PDF). International Olympic Committee. 31 Januari 2002. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 27 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  121. "The Olympic Flags and Emblem". The Vancouver Organizing Committee for the 2010 Olympic and Paralympic Winter Games. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 10 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  122. "Olympic Games – the Medal Ceremonies" (registration required). Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  123. "Symbols and Traditions". USA Today. 12 Juli 1999. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  124. "Medal Ceremony Hostess Outfits Revealed". China Daily. 18 Juli 2008. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  125. "Wrestling". The Beijing Organizing Committee for the Games of the XXIX Olympiad. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-26. Diakses tanggal 25 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  126. 1 2 "Sports". International Olympic Committee. Diakses tanggal 8 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  127. "Olympic Sports of the Past". International Olympic Committee. Diakses tanggal 10 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  128. "International Sports Federations". International Olympic Committee. Diakses tanggal 8 Februari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  129. Olympic Charter (2007), hal. 87
  130. "Recognised Sports". International Olympic Committee. Diakses tanggal 31 Maret 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  131. 1 2 "Factsheet: The sports on the Olympic programme" (PDF). International Olympic Committee. Februari 2008. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 3 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  132. "Golf, rugby added for 2016 and 2020". ESPN.com. Associated Press. 09–10–09. Diakses tanggal 09–10–09.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  133. 1 2 3 "Melbourne/Stockholm 1956". International Olympic Committee. Diakses tanggal 25 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  134. Krüger, Arnd (2003). The Nazi Olympics: sport, politics and appeasement in the 1930s. University of Illinois Press. hlm. 230. ISBN 0-252-02815-5. Diakses tanggal 3 Juli 2012.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  135. 1 2 "African nations boycott costly Montreal Games". CBC Sports. 30 Juli 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-06-03. Diakses tanggal 6 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  136. Africa and the XXIst Olympiad Diarsipkan 2008-04-08 di Wayback Machine. Diakses 5 Februari 2012
  137. "Game playing in Montreal" (PDF). Olympic Review (107–108). International Olympic Committee: 461–462. Oktober 1976. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-03-25. Diakses tanggal 7 Februari 2009.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  138. "China-Olympic History". Chinaorbit.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-31. Diakses tanggal 27 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  139. "Moscow 1980". International Olympic Committee. Diakses tanggal 25 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  140. Burns, John F. (9 Mei 1984). "Protests are Issue: Russians Charge 'Gross Flouting' of the Ideals of the Competition". New York Times. New York Times Company.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  141. "Moscow 1980:Cold War, Cold Shoulder". Deutsche Welle. DW-World.DE. 31 Juli 2008. Diakses tanggal 27 April 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  142. "Los Angeles 1984". International Olympic Committee. Diakses tanggal 25 Juli 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  143. "Australia: Calls to Boycott Beijing Olympics". Inter Press Service. Diarsipkan dari Australia: Calls to Boycott Beijing Olympics asli tanggal 2008-09-12. Diakses tanggal 10 September 2008.{{cite news}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  144. "Diplomats Visit Tibet as EU Split on Olympic Opening Boycott". The Economic Times. 29 Maret 2008. Diakses tanggal 7 Februari 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  145. Putin Faces Green Olympic Challenge: The Sochi 2014 Winter Games are threatened by a looming international boycott, environmental concerns, and public protests against local development, Christian Science Monitor, Retrieved 18 August 2008.
  146. Bernas, Frederick (5 Desember 2009). "Olympic challenge for Sochi Games". London: The Guardian. Diakses tanggal 31 Mei 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  147. "2012 London logo draws ire of Iran". ESPN. Associated Press. 28 Februari 2011. Diakses tanggal 5 Maret 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  148. "London Olympics: Iran to compete despite logo complaint", BBC, 12 March 2011
  149. Findling & Pelle (2004) hal. 107
  150. Findling & Pelle (2004) hal. 111–112
  151. "Spartakiads". Great Soviet Encyclopedia. Vol. Vol. 24 (part 1). Moscow. 1976. hlm. 286.{{cite encyclopedia}}: |volume= memiliki teks tambahan; |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  152. Roche (2000), hal. 106
  153. "The USSR and Olympism" (PDF). Olympic Review (84). Komite Olimpiade Internasional: 530–557. Oktober 1974. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-01-16. Diakses tanggal 4 Mei 2009.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  154. "1968: Black athletes make silent protest". BBC. 17 Oktober 1968. Diakses tanggal 7 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  155. "Iranian Judoka rewarded after snubbing Israeli". NBC Sports. Associated Press. 8 September 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-25. Diakses tanggal 7 Februari 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  156. "Tom Hicks". Sports-reference.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-05. Diakses tanggal 30 Januari 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  157. 1 2 "A Brief History of Anti-Doping". World Anti-Doping Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-16. Diakses tanggal 10 September 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  158. Begley, Sharon (7 Januari 2008). "The Drug Charade". Newsweek. Diakses tanggal 27 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  159. Porterfield (2008), hal. 15
  160. Magnay, Jacquelin (18 April 2003). "Carl Lewis's positive test covered up". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 28 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  161. Coile, Zachary (27 April 2005). "Bill Seeks to Toughen Drug Testing in Pro Sports". The San Francisco Chronicle. Diakses tanggal 3 September 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  162. "Doping: 3667 athletes tested, IOC seeks action against Halkia's coach". Express India Newspapers. 19 Agustus 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-01. Diakses tanggal 28 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  163. "Bar countries that ban women athletes", Ali Al-Ahmed, New York Times, 19 May 2008
  164. Henderson, John. "Iranian Olympic skier Kalhor a pioneer", Denver Post, 27 February 2010
  165. "Arab women make breakthrough at Games", CNN, 23 September 2000
  166. "Afghan women's Olympic dream", BBC, 22 June 2004
  167. Wallechinsky, David (29 Juli 2008). "Should Saudi Arabia be Banned from the Olympics?". Huffington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  168. "Qatar decision to send female athletes to London 2012 increases pressure on Saudi Arabia", Inside the Games, 1 July 2010
  169. "Inside Lines: Protests at 2012 if Saudis say 'no girls allowed'", The Independent, 4 July 2010
  170. "Saudi Arabia to let women compete in Olympics for first time". CNN. Diakses tanggal 25 Juni 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  171. "London 2012 Olympics: Saudi Arabian women to compete", BBC, 12 July 2012
  172. "Saudis to send 2 women to London, make history". SI.com. Diakses tanggal 13 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  173. "Women's boxing gains Olympic spot", British Broadcasting Corporation, 13 August 2009
  174. "Bush turns attention from politics to Olympics". MSNBC. Associated Press. 7 August 2008. Diakses tanggal 2009=01=30.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  175. "Olympic Shooters Hug as their Countries do Battle". CNN. 10 Agustus 2008. Diakses tanggal 10 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  176. "Olympic archive". Canadian Broadcasting Corporation. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-17. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  177. "Olympic Park Bombing". CNN. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  178. "IOC on bin Laden killing: no bearing on Olympic security". Gazettenet.com. Associated Press. 3 Mei 2011. Diakses tanggal 25 Juli 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  179. "Medals of Beijing Olympic Games Unveiled". The International Olympic Committee. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-03. Diakses tanggal 3 September 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  180. "St Louis 1904". Olympic Games. Diakses tanggal 3 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  181. "The Modern Olympic Games" (PDF). The Olympic Museum. Diakses tanggal 29 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  182. "RECORDS AND MEDALS GAMES OF THE OLYMPIAD" (PDF). olympic.org. Diakses tanggal 9 Mei 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  183. Munro, James (25 Agustus 2008). "Britain may aim for third in 2012". BBC Sport. Diakses tanggal 25 Agustus 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  184. "United States of America". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  185. "Sovyet Union on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  186. "Germany". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  187. "Great Britain". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  188. "France on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  189. "Italy". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  190. "China on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  191. "Swedia on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  192. "Russia on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  193. "East Germany on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 17 Mei 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  194. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Indonesia on Olympics". olympic.org. Diakses tanggal 7 Agustus 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  195. 1 2 3 4 "Olympic Charter" (PDF). International Olympic Committee. hlm. 72–75. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-23. Diakses tanggal 2 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  196. 1 2 3 "Choice of the host city". International Olympic Committee. Diakses tanggal 2 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  197. "Olympic Games" (registration required). Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  198. Daftar Atlet Indonesia di Olimpiade London 2012 Diarsipkan 2012-07-30 di Wayback Machine. Kompasiana. Diakses 28 Juli 2012
  199. 21 Atlet Indonesia Berangkat ke Olimpiade London Kompas.com. Diakses 5 Juli 2012
  200. Indonesia kirim 21 atlet ke Olimpiade London Diarsipkan 2012-07-08 di Archive.is BBC Indonesia. Diakses 5 Juli 2012
  201. Nurrahman, Yocta (ed.). "Kontingen Olimpiade Indonesia Bertolak ke Brasil Hari Ini". Tempo.co. Diakses tanggal 2016-08-09.
  202. Bola.com. "Klasemen Akhir Olimpiade: AS Juara, Indonesia Peringkat 46". bola.com. Diakses tanggal 2017-04-23.

Bibliografi

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Olimpiade.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Olympic Games.
Olimpiade
Musim Panas
Cincin Olimpiade
Olimpiade
Musim Dingin
Artikel terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan