Teks miring
| Eng Hian | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Negara | |
| Lahir | 17 Mei 1977 (umur 49) |
| Pegangan | Kanan |
| Rekor bertanding | Ganda Pria |
| Rekam medali | ||
|---|---|---|
| Bulu tangkis Putra | ||
| Olimpiade Athena 2004 | Ganda Putra | |
Eng Hian (lahir 17 Mei 1977) adalah seorang pemain bulu tangkis dari Indonesia asal Solo. Eng Hian ikut serta dalam cabang bulu tangkis pada Olimpiade 2004 dalam nomor ganda putra berpasangan dengan Flandy Limpele. Mereka terhenti pada babak semifinal setelah dikalahkan Kim Dong-moon dan Ha Tae-kwon dari Korea Selatan, 15-8, 15-2 tetapi memenangkan pertandingan perebutan medali perunggu, mengalahkan pasangan Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen dari Denmark dengan hasil 15-13, 15-7.
Antara tahun 2001 dan 2003, dia dan Flandy Limpele sempat pindah untuk bermain di Inggris. Eng Hian mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional di Cipayung, Jakarta Timur pada 1 Februari 2006.
Sejak Maret 2014, Eng Hian diberikan tugas oleh PBSI sebagai pelatih ganda putri pelatnas Cipayung. Prestasi terkini Eng Hian terlihat ketika membawa pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari meraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Eng Hian kemudian berhasil membawa Ganda Putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 mengalahkan Ganda Putri China. Sebuah prestasi yang mengantarkan Indonesia menjadi negara yang berhasil meraih medali emas Olimpiade Bulutangkis di semua kategori, menyamai China.
Artikel bertopik biografi terkait bulu tangkis Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |