Sabtu, 24 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Manifesto Bagdad

Bagikan:
Bismillahir Rahmanir Rahim
Bagian dari seri mengenai Islam
Ismailiyah
Kaligram singa Ismail
Cabang / sekte
Negara
Tokoh
Pusat
Lainnya
PortalIslam

Manifesto Bagdad adalah maklumat yang dikeluarkan Kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 1011 oleh Khalifah al-Qadir untuk menegakkan ortodoksi Sunni dan menentang Kekhalifahan Dinasti Fatimiyah yang bermadzhab Syiah Ismailiyah dan merupakan saingannya.

Latar belakang

Manifesto Baghdad dipicu oleh perluasan wilayah Khekhalifahan Fatimiyah dan menggerogoti wilayah Kekhalifahan Abbasiyah, selain juga aktivitas dakwah Syiah Ismailiyah di seantero Timur Tengah yang merupakan madzhab pendukung dinasti Fatimiyah. Pada tahun 1010/1011, aktivitas dakwah Ismailiyah memperoleh hasil signifikan ketika kaum Syiah Uqaylid, yang menguasai Mosul, Mada'in, Kufa, dan kota-kota lain di sekitar Syria dan Irak, secara terbuka mengakui kedaulatan Khalifah Fatimiyah, ditandai dengan menyebut nama Khalifah al-Hakim dalam setiap khutbah Jumat. Pengakuan ini kemudian diikuti oleh suku Banu Asad yang berada di Irak.[1]

Perluasan pengaruh Fatimiyah hingga keperbatasan Baghdad membuat khalifah Abbasiyah al-Qadir khawatir dan segera melancarkan serangkaian gerakan balasan. Pada tahun yang sama, ia berhasil memaksa penguasa Uqaylid, Qirwash, untuk kembali mengakui kedaulatan Abbasiyah dengan ancaman akan menyerang wilayahnya jika mengabaikan Baghdad dan tetap mengakui khalifah di Mesir.[2]

Manifesto

Khalifah al-Qadir mengumpulkan para ulama dari kalangan Sunni dan Syiah Dua Belas, termasuk beberapa pemuka dari keturunan Ali bin Abi Thalib. Majelis tersebut mengeluarkan manifesto yang mengecam klaim Fatimiyah bahwa mereka adalah keturunan sah dari Ali bin Abi Thalib dan Ahlul-Bayt, dan dengan demikian menggugurkan klaim khalifah Dinasti Fatimiyah di dunia Islam.[2][3]

Isi dari manifesto di antaranya memuat silsisah Dinasti Fatimiyah sebagai keturunan Daysan Ibnu Sa'id, yang diambil dari karya Ibn Rizam dan Akhu Muhsin.[4] Dokumen ini kemudian diperintahkan untuk dibaca di masjid-masjid di seluruh wilayah Abbasiyah, dan Khalifah al-Qadir menugaskan sejumlah teolog (ahli kalam) untuk menulis risalah anti-Fatimiyah.[2] Manifesto ini, beserta daftar nama-nama yang menandatanganinya, direproduksi oleh berbagai sumber abad pertengahan,[5] dan hingga awal abad ke-20 digunakan sebagai sumber utama tentang asal-usul dan sejarah awal Dinasti Fatimiyah.[3]

Referensi

  1. ↑ Daftary 2007, hlm. 184–185.
  2. 1 2 3 Daftary 2007, hlm. 185.
  3. 1 2 Jiwa 2018, hlm. 22.
  4. ↑ Daftary 2007, hlm. 101–102, 185.
  5. ↑ cf. Jiwa 2018

Sumber

Imam-khalifah
Sejarah
Awal dan kemajuan (909–973)
Puncak dan krisis (973–1073)
Pemulihan dan kejatuhan (1073–1171)
Pemerintahan
dan militer
Wazir
dan pemangku kuasa
Dinasti vasal
Pejabat, gubernur
dan jenderal
Militer
Isma'ilisme
Doktrin
Cabang dan pecahan
Pendakwah
dan teolog
Gerakan
anti-Fathimiyah
Budaya
Seni dan arsitektur
Sastra dan Pembelajaran
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan