Kamis, 24 September 2026
01:47 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Al-Basasiri

Abuʾl-Ḥārits Arslān al-Muẓaffar al-Basāsīrī (meninggal 15 Januari 1059) adalah seorang budak-prajurit Turkoman (mamlūk) yang naik pangkat menjadi komandan militer dinasti Buwaihi di Irak. Ketika Buwaihi digulingkan oleh Seljuk pada tahun 1055, ia mengalihkan kesetiaannya kepada Kekhalifahan Fathimiyah di Mesir, yang atas namanya ia menaklukkan Bagdad, yang ia kuasai selama hampir satu tahun.

Cikal bakal

Nama al-Basāsīrī (atau al-Fasāsīrī, al-Fasāwī) adalah nisbah yang berasal dari tempat asal pertamanya, Basā (Fasā) di provinsi Fars. Nama Abuʾl-Ḥārith adalah kunya, sementara ism (nama pemberiannya) adalah Arslān Turki.[1] Ia menjadi orang merdeka (mawlā) dari emir Buwaihi Baha al-Dawla (m. 988–1012). Namun, karier militernya hanya dapat ditelusuri dari masa pemerintahan putra Baha, Jalal al-Dawla (m. 1025–1044).[2]

Al-Basasiri mengambil bagian dalam konflik Jalal dengan keponakannya, Abu Kalijar, emir Fars, dan dengan dinasti Uqayli saingan Mosul. Dia juga merupakan favorit emir Buwaihi al-Malik ar-Rahim (m. 1048–1055), dari siapa dia menerima kota Anbar sebagai wilayah kekuasaannya. Ini adalah periode meningkatnya keresahan di antara pasukan Turki di Bagdad, meningkatnya pertikaian antara Sunni dan Syiah, serangan Kurdi yang konstan dan perang yang sedang berlangsung dengan Uqayli.[2]

Referensi

Sumber

Bacaan lanjutan

Imam-khalifah
Sejarah
Awal dan kemajuan (909–973)
Puncak dan krisis (973–1073)
Pemulihan dan kejatuhan (1073–1171)
Pemerintahan
dan militer
Wazir
dan pemangku kuasa
Dinasti vasal
Pejabat, gubernur
dan jenderal
Militer
Isma'ilisme
Doktrin
Cabang dan pecahan
Pendakwah
dan teolog
Gerakan
anti-Fathimiyah
Budaya
Seni dan arsitektur
Sastra dan Pembelajaran
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan