Minggu, 20 September 2026
23:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Mangyan

Mangyan

Mangyan
250px-A_Mangyan_woman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
280,000
Daerah dengan populasi signifikan
 Filipina
(Mindoro)
Bahasa
Buhid, Tawbuid, Hanunuo, Alangan, Iraya, Tadyawan, Tagalog, Inggris
Agama
Animisme (mayoritas), Kekristenan (kebanyakan Katolik Roma dan Protestan Evangelikal)

Mangyan adalah nama kolektif yang merujuk pada delapan suku masyarakat adat asli pulau Mindoro dan barat daya pulau Luzon di Filipina. Total populasi mungkin sekitar 280.000, tetapi statistik resmi sulit diperoleh di daerah terpencil, di mana beberapa kelompok suku sangat tertutup dan mengisolasi diri dari dunia luar.

Suku asli pulau itu dari utara ke selatan adalah: Iraya, Alangan, Tadyawan, Tawbuid (disebut Batangan oleh penduduk dataran rendah di sebelah barat pulau), Buhid, Hanunuo, dan Ratagnon.

Sejarah

Mangyan merupakan suku asli Mindoro. Pada mulanya, mereka banyak mendiami pesisir. Lalu berpindah ke pedalaman dan pegunungan untuk menghindari kedatangan dan pengaruh dari pemukim asing seperti Tagalog, Spanyol serta penaklukan dan penyebaran agama; juga perampasan dan perdagangan budak oleh perompak Moro. Saat ini, suku Mangyan tinggal terpencil di bagian terpencil Mindoro meski beberapa di antaranya hijrah ke dataran rendah untuk berdagang. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani dan berburu. Sekelompok Mangyan yang tinggal di Mindoro Selatan menyebut diri mereka Hanunuo Mangyan, yang berarti "benar", "murni" atau "asli", sebuah istilah yang mereka gunakan untuk menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian budaya dan tradisi para leluhur.[1][2]

Sebelum orang Spanyol tiba di Mindoro, orang-orang Mangyan berdagang dengan pedagang dari Tiongkok secara ekstensif, dengan ribuan bukti arkeologi pendukung ditemukan di Puerto Galera dan dalam riwayat tertulis Tiongkok. Orang-orang Mangyan mulai terbagi-bagi ketika orang Spanyol datang. Ada Mangyan Iraya, yang mengisolasi diri dari budaya Spanyol, dan pemukim dataran rendah yang mengadopsi kepercayaan dan budaya dari Spanyol. Kedua kelompok ini hanya berinteraksi untuk urusan ekonomi melalui perdagangan hasil hutan dari Mangyan dan barang konsumsi dari penduduk dataran rendah.[3][4]

Mangyan terdiri dari berbagai suku yang berbeda dalam banyak hal. Sebagai perbandingan, suku-suku di selatan hidup lebih maju seperti terlihat dalam penggunaan tenun, gerabah dan sistem penulisan. Sementara suku-suku di utara hidup sederhana. Bahasa mereka, seperti bahasa di Filipina lainnya, berasal dari rumpun bahasa Austronesia. Namun, meski mereka didefinisikan sebagai satu kelompok etnis, suku-suku tersebut menggunakan bahasa yang berbeda. Suku-suku tersebut juga memiliki penampilan fisik dan etnogenetik yang bervariasi: Iraya memiliki ciri Veddoid; Tadyawan sebagian besar adalah Mongoloid; dan Hanunuo terlihat seperti Proto-Melayu.

Perbedaan lain antar-suku adalah waktu kedatangan mereka di Filipina. Sebuah teori menunjukkan bahwa suku-suku Selatan sudah ada pada 900 M sedangkan suku-suku utara diyakini telah tiba ratusan tahun lebih awal daripada suku-suku selatan. Otoritas Spanyol telah mendokumentasikan keberadaan Mangyan sejak kedatangan mereka pada abad ke-16. Selain itu, sejarawan berpendapat bahwa Mangyan mungkin adalah orang Filipina pertama yang berdagang dengan orang Cina. Bukti hubungan ini terlihat dalam keberadaan porselen dan tembikar di pemakaman.

Referensi

  1. "Mangyan Tribes in Mindoro". Precious Heritage Ministries. Diakses tanggal 29 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  2. Non, Domingo (1993). "Moro Piracy during the Spanish Period and Its Impact" (PDF). Southeast Asian Studies. 30 (4): 401–419. Diakses tanggal 29 Desember 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Lopez, V. B. (1976). The Mangyans of Mindoro: An ethnohistory (1st ed.). Quezon City: University of the Philippines Press.
  4. Bawagan, A. B. (2009). Customary Justice System among the Iraya Mangyans of Mindoro. AGHAMTAO: Journal of Ugnayang Pang-Aghamtao, Inc. (UGAT), Volume 17, 16.

Pranala luar

Pribumi
Dataran rendah
Luzon
Moro
Visayan
Dataran tinggi
Igorot
Lumad
Mangyan
Negrito
Palaweño
Suludnon
Non-pribumi
Amerika
Asia
Eropa
Timur Tengah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan