Sabtu, 10 Oktober 2026
00:17 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Ras Mongoloid

Pengelompokan manusia yang sudah usang

Bagikan:

Ras Mongoloid adalah pengelompokan ras yang sudah usang terhadap pelbagai penduduk asli yang menghuni sebagian besar Asia, Amerika, dan beberapa wilayah di Eropa dan Oseania. Istilah ini berasal dari teori ras biologis yang sekarang sudah tidak terbukti.[1] Di masa lalu, istilah lain seperti "ras Mongolia", "kulit kuning", "Asian", dan "Oriental" telah digunakan sebagai sinonim.

Konsep membagi manusia menjadi ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid diperkenalkan pada tahun 1780-an oleh para anggota mazhab sejarah Göttingen. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para cendekiawan Barat dalam konteks ideologi rasis selama era kolonialisme.[2] Dengan munculnya ilmu pengetahuan modern, konsep ras manusia yang berbeda dalam arti biologis menjadi tidak relevan. Pada tahun 2019, Asosiasi Antropolog Biologi Amerika menyatakan: "Kepercayaan terhadap 'ras' sebagai aspek alamiah dari biologi manusia, dan struktur ketidaksetaraan (rasisme) yang muncul dari kepercayaan semacam itu, merupakan salah satu elemen yang paling merusak dalam kehidupan manusia, baik saat ini maupun pada masa lalu."[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Templeton, A. (2016). "Evolution and Notions of Human Race". Dalam Losos, J.; Lenski, R. (ed.). How Evolution Shapes Our Lives: Essays on Biology and Society. Princeton; Oxford: Princeton University Press. hlm. 346–361. doi:10.2307/j.ctv7h0s6j.26.
  2. 1 2 American Association of Physical Anthropologists (27 Maret 2019). "AAPA Statement on Race and Racism". American Association of Physical Anthropologists. Diakses tanggal 19 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) The organization has since been renamed the American Association of Biological Anthropologists.
Beberapa ras manusia yang dulu pernah dipercayai ada
60px-Female_Male_Figure.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna kulit
Anthropologi
Sub-types
Multirasial
Penulis
Karya/Tulisan
Teori
Hubungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan