Jumat, 23 Oktober 2026
10:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Orang Pangasinan

kelompok etnik

Bagikan:
Pangasinan
Totoon Pangasinan
Jumlah populasi
1.823.865[1]
(1,98% populasi Filipina)
Daerah dengan populasi signifikan
 Filipina
(Pangasinan, Tarlac, La Union, Benguet, Nueva Ecija, Zambales, Nueva Vizcaya, Metro Manila)  Amerika Serikat  Kanada Seluruh dunia
Bahasa
Pangasinan, Ilokano, Tagalog, Inggris
Agama
Umumnya Katolik Roma, minoritas Protestantisme, Iglesia ni Cristo, Islam, Buddhisme dan Animisme
Kelompok etnik terkait
Orang Filipina (Kapampangan, Sambal, Ilokano, Ibanag, Igorot, Ivatan)

Orang Pangasinan (bahasa Pangasinan: Totoon Pangasinan), adalah suku bangsa asli Filipina. Dengan jumlah 1.823.865 pada tahun 2010, mereka adalah suku bangsa terbesar kesepuluh di negara ini.[2] Mereka sebagian besar tinggal di provinsi Pangasinan dan provinsi yang berdekatan: La Union dan Tarlac, serta Benguet, Nueva Ecija, Zambales, dan Nueva Vizcaya. Jumlah yang lebih kecil tersebar di tempat lain di Filipina dan di seluruh dunia sebagai diaspora Filipina.

Etimologi

Nama Pangasinan memiliki arti “tanah garam” atau “tempat pembuatan garam”. Nama ini adalah turunan dari kata asin yang berarti "garam" dalam bahasa Pangasinan. Istilah Pangasinan bisa merujuk pada penutur asli bahasa Pangasinan atau orang-orang yang memiliki darah Pangasinan.

Demografi

Diperkirakan, penduduk suku Pangasinan di provinsi Pangasinan mencapai 2,5 juta jiwa. Orang Pangasinan juga tinggal di provinsi tetangga seperti Tarlac dan La Union (yang dulu merupakan bagian dari Provinsi Pangasinan), Benguet, Nueva Ecija, Zambales, dan Nueva Vizcaya; serta di tempat lain di Filipina dan di luar negeri.

Agama asli

Sebelum penjajahan Spanyol, orang Pangasinan menyembah dewa-dewi.[3] Ketika Spanyol tiba, mereka membakar dan menghancurkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan pribumi, termasuk berhala dan aksara asli, lalu menggantinya dengan agama Katolik Roma dan alfabet Latin.[3]

Dewa dan dewi

  • Ama: dewa tertinggi, penguasa dan pencipta umat manusia; melihat segala sesuatu dari tempat tinggalnya di udara; ayah dari Agueo dan Bulan[4] ini juga disebut sebagai Ama-Gaolay[5]
  • Agueo: dewa matahari pemurung dan pendiam yang taat kepada ayahnya, Ama; tinggal di istana cahaya[6]
  • Bulan: dewa bulan yang ceria dan nakal, istananya redup karena menjadi sumber cahaya abadi bagi bintang; mengajari manusia cara mencuri[7]

Manusia

  • Urduja: seorang pahlawan wanita

Referensi

  1. ↑ "2010 Census of Population and Housing, Report No. 2A: Demographic and Housing Characteristics (Non-Sample Variables) - Philippines" (PDF). Philippine Statistics Authority.
  2. ↑ "2010 Census of Population and Housing, Report No. 2A: Demographic and Housing Characteristics (Non-Sample Variables) - Philippines" (PDF). Philippine Statistics Authority. Diakses tanggal 19 Mei 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-18. Diakses tanggal 2021-01-01.
  4. ↑ Eugenio, D. L. (2007). Philippine Folk Literature: An Anthology. University of the Philippines Press.
  5. ↑ Andico, F. L. The Lowland Cultural Community of Pangasinan. National Commission for Culture and the Arts.
  6. ↑ Eugenio, D. L. (2007). Philippine Folk Literature: An Anthology. University of the Philippines Press.
  7. ↑ Eugenio, D. L. (2007). Philippine Folk Literature: An Anthology. University of the Philippines Press.
Pribumi
Dataran rendah
Luzon
Moro
Visayan
Dataran tinggi
Igorot
Lumad
Mangyan
Negrito
Palaweño
Suludnon
Non-pribumi
Amerika
Asia
Eropa
Timur Tengah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan