Minggu, 27 September 2026
21:42 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Yakan

Yakan

suku bangsa di Filipina

Yakan
250px-Basilan_students.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
202.314 (2010):[1] 152,912 in Basilan,[2] 5563 di Kota Zamboanga[3]
Daerah dengan populasi signifikan
Basilan, Semenanjung Zamboanga
Bahasa
Yakan, Tausug, Chavacano, Cebuano, Tagalog, Inggris
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Sama-Bajau, suku Moro lainnya, Lumad, Bisaya,
suku Filipina lainnya,
suku Austronesia lainnya

Orang Yakan adalah salah satu suku bangsa asli Filipina di Kepulauan Sulu. Sama seperti suku Moro lainnya, mereka mayoritas beragama Islam. Suku Yakan sebagian besar tinggal di Basilan, dan beberapa di antaranya juga tinggal di Kota Zamboanga. Mereka berbicara dalam bahasa yang dikenal sebagai Bissa Yakan, yang berkerabat dengan bahasa Sama-Bajau, bahasa Ngaju, Sinama dan Tausug (Jundam 1983: 7-8). Bahasa ini ditulis dalam aksara Arab Melayu.

Suku Yakan terkenal karena tradisi menenun mereka.[4] Secara budaya, mereka adalah orang Sama yang menjalani kehidupan di darat, kebanyakan di Basilan dan Zamboanga. Mereka termasuk dalam kelompok etnis Sama, yang meliputi Bajau, Dilaut, Kalibugan, dan suku lainnya.[5]

Sejarah

Suku Yakan tinggal di Kepulauan Sulu, yang terletak di sebelah barat Zamboanga di Mindanao. Orang Spanyol menyebut mereka sebagai "Sameacas" dan menganggap mereka sebagai orang gunung yang penyendiri dan terkadang bermusuhan. (Wulff 1978: 149; Haylaya 1980: 13) Pada awal tahun 1970-an, beberapa orang Yakan pindah ke Kota Zamboanga karena kerusuhan politik yang menyebabkan konflik bersenjata antara militan Moro dan tentara pemerintah.

Budaya

Secara tradisional, mereka mengenakan pakaian hasil tenunan tangan yang berwarna-warni. Para wanita mengenakan blus pendek ketat dan baik pria dan wanita memakai celana sempit. Para wanita menutupinya sebagian dengan kain sementara sang pria menggunakan sehelai kain di sekitar pinggang sebagai tempat menaruh senjata - biasanya pisau panjang. Saat ini, kebanyakan orang Yakan mengenakan pakaian barat dan hanya menggunakan pakaian tradisional dalam festival budaya.

Desa Yakan di Kalaria terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara karena seni tenun mereka. Secara tradisional, mereka menggunakan serat nanas dan abaka sebagai bahan dasar tenun. Dengan menggunakan ekstrak tumbuhan dari daun, akar dan kulit kayu, suku Yakan mewarnai serat dan menghasilkan kombinasi warna-warni dan desain yang rumit. Contoh motif yang dibuat adalah seputangan, palipattang, dan bunga-sama.

Kontak dengan pemukim dari Luzon, Visayas, dan American Peace Corps membawa perubahan dalam seni dan gaya menenun. Karena alasan kenyamanan, banyak yang memilih menggunakan pewarna sintetis dan mereka juga mulai menenun taplak meja, alas piring, dekorasi dinding, dompet, dan barang-barang lain yang tidak dijumpai di rumah tradisional. Dengan kata lain, penduduk asli melayani jasa pembuatan barang-barang modern karena alasan ekonomi guna menambah pendapatan. Pola baru juga diperkenalkan seperti kenna-kenna, menampilkan pola ikan; Dawen-dawen, berupa daun pohon anggur; Pene mata-mata, diambil dari bentuk mata, serta kabang buddi, desain berbentuk berlian.

Catatan kaki

  1. ↑ "2010 Census of Population and Housing, Report No. 2A: Demographic and Housing Characteristics (Non-Sample Variables) - Philippines" (PDF). Philippine Statistics Authority. Diakses tanggal 19 Mei 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "2010 CENSUS OF POPULATION AND HOUSING PHILIPPINES: Basilan" (PDF). 2010. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. ↑ "2010 CENSUS OF POPULATION AND HOUSING ZAMBOANGA CITY" (PDF). 2010. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ de Jong, Ronald. "The last Tribes of Mindanao, the Yakan; Mountain Dwellers". ThingsAsian. Global Directions, Inc. Diakses tanggal 16 November 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Charles O. Frake (2006). Chapter 14. The Cultural Construction of Rank, Identity and Ethnic Origins in the Sulu Archipelago: compiled by James J. Fox and Clifford Sather (2006) in Origins, Ancestry and Alliance: Explorations in Austronesian Ethnography. ANU Press.

Pranala luar

Pribumi
Dataran rendah
Luzon
Moro
Visayan
Dataran tinggi
Igorot
Lumad
Mangyan
Negrito
Palaweño
Suludnon
Non-pribumi
Amerika
Asia
Eropa
Timur Tengah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan