Kamis, 22 Oktober 2026
06:22 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Louis-Nicolas Davout

Louis-Nicolas Davout

Bagikan:
Louis-Nicolas Davout
250px-Louis_nicolas_davout.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Perang dan Angkatan Bersenjata Kekaisaran Prancis
Masa jabatan
20 Maret 1815 –9 Juli 1815
Penguasa monarkiNapoleon I
Napoleon II
Louis XVIII
PendahuluHenri Jacques Guillaume Clarke
PenggantiLaurent de Gouvion Saint-Cyr
Gubernur Jenderal Kadipaten Warsawa
Masa jabatan
15 Juli 1807 –1809
Wali Kota Savigny-sur-Orge
Masa jabatan
8 Oktober 1822 –1 Juni 1823
Informasi pribadi
Lahir(1770-05-10)10 Mei 1770
Meninggal1 Juni 1823(1823-06-01) (umur 53)
MakamPère Lachaise Cemetery
Anak8
KabinetSeratus Hari
Penghargaan sipil
Legion of Honour
Tanda tangan
JulukanThe Iron Marshal (Marsekal Besi)
Karier militer
Pihak Kerajaan Prancis
 Kerajaan Prancis
 Republik Prancis Pertama
 Kekaisaran Prancis Pertama
Dinas/cabangAngkatan Bersenjata Prancis
PangkatMarsekal Kekaisaran
Komando
Pertempuran/perang


Louis Nicolas d'Avout (10 Mei 1770 – 1 Juni 1823), lebih dikenal dengan nama Davout, Duc d'Auerstaedt, Pangeran d'Eckmuhl ke-1, adalah adalah seorang komandan militer Prancis dan Marsekal Kekaisaran yang bertugas selama Perang Revolusi Prancis dan Perang Napoleon. Sering disebut sebagai Le Maréchal de fer, Marsekal Bertangan Besi, karena talentanya yang luar biasa dalam peperangan, juga reputasi terkenalnya sebagai komandan yang sangat menekankan disiplin. Hanya dialah satu-satunya marsekal Napoleon yang tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran sampai dengan berakhirnya Perang Napoleon. Dia berada di peringkat atas bersama dengan Marsekal André Masséna dan Jean Lannes, sebagai salah satu komandan terbaik Napoleon.[1][2] Kesetiaan dan kepatuhannya kepada Napoleon sering disebut bersifat mutlak. Selama masa hidupnya, nama Davout biasanya dieja Davoust, ejaan ini muncul di Arc de Triomphe dan dalam banyak korespondensi antara Napoleon dan para jenderalnya.

Lahir di keluarga bangsawan kecil di Bourgogne, Davout menempuh pendidikan di École Militaire dan bergabung dengan resimen kavaleri kerajaan pada tahun 1788. Saat Revolusi Prancis meletus, Davout mendukung gerakan revolusioner dan pertama kali menunjukkan kecakapannya dalam Pertempuran Neerwinden. Ia meniti karier militer dengan pesat, berpartisipasi dalam kampanye Rhein tahun 1796 serta ekspedisi Napoleon ke Mesir, dan pada tahun 1800 telah mencapai pangkat jenderal divisi.

Biografi

Davout lahir di Annoux (Yonne), putra dari Jean-François d'Avout (1739–1779), seorang perwira kavaleri dan istrinya (menikah tahun 1768) Françoise-Adélaïde Minard de Velars (1741–1810).[3] Keluarga d'Avout merupakan keluarga bangsawan kecil dengan tradisi militer yang kuat dan dapat ditelusuri kembali ke zaman Perang Salib. Karena ia merupakan putra sulung, maka sangat dipastikan bahwa ia juga akan masuk ke dinas militer. Ia dididik di École de Brienne di Brienne-le-Chateau, akademi militer yang juga dihadiri oleh Napoleon, sebelum juga pindah ke École Militaire di Paris pada 29 September 1785 Ia lulus pada 19 Februari 1788 dan diangkat sebagai sous-letnan di Resimen Kavaleri Royal-Champagne di garnisun Hesdin (Pas-de Calais).[4] Pada saat pecahnya Revolusi Prancis, Davout mengikuti prinsip-prinsip yang dibawa revolusi. Dia kemudian menjadi chef de bataillon di korps sukarelawan dalam kampanye tahun 1792, dan menonjolkan dirinya di Pertempuran Neerwinden pada musim semi berikutnya. Dia baru saja dipromosikan menjadi jenderal brigade ketika dia dikeluarkan dari daftar aktif karena kelahirannya yang mulia. Dia tetap bertugas dalam kampanye 1796 di Rhine, dan menemani Jenderal Louis Desaix dalam Ekspedisi Mesir Napoleon Bonaparte.

Karakter militer Davout telah ditafsirkan sebagai kejam dan dia harus mempertahankan diri dari banyak kritik atas perilakunya di Hamburg. Dia adalah seorang pendisiplin yang keras, yang menuntut kepatuhan yang kaku dan tepat dari pasukannya. Akibatnya korpsnya lebih dapat dipercaya dan berperilaku tepat dalam melaksanakan tugasnya daripada pasukan yang lain. Misalnya, Davout melarang pasukannya menjarah desa musuh, kebijakan yang akan dia terapkan dengan menggunakan hukuman mati. Jadi, pada masa-masa awal Grande Armée, Korps III cenderung dipercayakan dengan pekerjaan yang paling sulit. Dia dianggap oleh orang-orang sezamannya sebagai salah satu perwira terbaik Napoleon. Setelah pemulihan pertama monarki Bourbon, dia pensiun ke kehidupan pribadi, secara terbuka menunjukkan permusuhannya kepada Dinasti Bourbon. Ketika Napoleon kembali dari Elba, Davout segera bergabung kembali dengannya.

Konsulat Prancis

Sekembalinya dari kampanye Italia, temannya Jean-Andoche Junot dan Auguste de Marmont menambahkan Davout dalam sebuah lingkaran pertemanan yang juga termasuk Napoleon Bonaparte supaya dapat berhubungan lebih dekat dengannya. Napoleon yang awalnya tidak memandang Davout dengan baik kali ini melihatnya sebagai seseorang yang berdedikasi dan berprestasi. Napoleon juga melihat kemampuan Davout dalam kedisiplinan, organisasi dan pelatihan militer, sesuatu yang ia tidak banyak perhatikan dalam militer Prancis.[5][6] Di saat Bonaparte tengah merancang upaya untuk mengubah pasukan Republik yang kacau-balau menjadi penjamin perdamaian yang tak tergoyahkan, ia memperoleh kesempatan untuk mewujudkan gagasannya melalui sosok yang mampu memahami dan menerapkannya. Pada tanggal 24 Juni 1801, Davout diangkat sebagai Inspektur Jenderal pasukan berkuda, dan kemudian, pada tanggal 28 November, sebagai komandan pasukan grenadier infanteri dari Garda Konsuler.[7] Napoleon yang semakin memercayai keahlian Davout dan terkesan atas keahliannya kemudian memasangkan Davout dengan kakak ipar Paolina Bonaparte, Aimée Leclerc, kakak dari Charles Victoire Emmanuel Leclerc. Pernikahan ini menarik Davout ke lingkaran keluarga Napoleon.[7] Pernikahan Davout dan Leclerc diadakan pada 9 November 1801.[8][9]

Pada tanggal 17 Mei 1803, setelah satu tahun masa damai, pemerintah Inggris memutuskan—tanpa deklarasi perang sebelumnya—untuk menyita semua kapal Prancis dan Belanda yang berada dalam jangkauan mereka. Akibat kembali pecahnya permusuhan, Davout diberi komando atas Kamp Bruges pada bulan Agustus, dengan misi melindungi garis pantai dari muara Sungai Scheldt hingga Calais serta mengorganisasi pasukan yang dipersiapkan untuk menaklukkan Britania Raya.[10] Selama dua tahun tersebut, ia terlibat dalam serangkaian aktivitas yang sangat intens[11] yang memungkinkannya membentuk sebuah korps yang berjumlah 25.000 orang tentara[12] dibawah komandonya serta menanamkan semangat korsa yang menjadi ciri pembeda Korps ke-3 dari korps-korps lainnya pada masa Kekaisaran.[13][14]

Kekaisaran Prancis

Davout diangkat menjadi salah satu dari 18 Marsekal Kekaisaran[15] Napoleon pada 19 Mei 1804 pasca penobatan Napoleon sebagai Kaisar Prancis.[16] Diantara mereka, Davout merupakan marsekal termuda dengan usia 34 dan yang paling tidak berpengalaman. Penunjukkannya membuat banyak orang terkejut[17] meskipun ia memiliki catatan karir yang gemilang. Banyak pihak berspekulasi bahwa Davout diberikan gelar tersebut karena kematian dua penyokongnya (Desaix yang gugur di Marengo dan Leclerc yang meninggal sakit di Haiti), menyebabkan banyak jenderal dan marsekal lain sangat dengki terhadapnya. Namun sepanjang Perang Napoleon, karirnya membuktikan bahwa Davout pantas meraih gelar tersebut, menjadi jenderal militer terbaik diantara seluruh jenderal Napoleon.

Kegemilangan di Austerlitz

Menghadapi Koalisi Ketiga yang didanai oleh Britania Raya, Napoleon terpaksa membatalkan invasi ke Inggris dan memutuskan untuk mengerahkan pasukan ke Kerajaan Bayern yang saat itu merupakan sekutu Prancis dan diserang oleh Austria dan Rusia.[18] Maka, korps yang dilatih oleh Davout menjadi Korps ke-3 Grande Armée[19] dan Davout menerima perintah untuk menyerang Wina. Davout menyeberangi Sungai Rhein di Mannheim pada tanggal 23 September,[20] meluluhlantakkan korps tentara Jenderal Merveldt—yang sebelumnya berhasil lolos dari pengepungan pasukan Austria di Ulm—di Mariazell pada tanggal 8 November,[21] lalu memasuki ibu kota Austria.

Sementara Napoleon bergerak maju ke Moravia untuk memancing pasukan Austria-Rusia ke dalam pertempuran yang ia harapkan akan menjadi penentu, Davout menempatkan pasukan garnisun di Wina untuk melindungi sayap timur Prancis dan mengantisipasi serangan mendadak dari arah Hungaria.[22] Pada malam tanggal 29 November, ia menerima perintah untuk segera bergerak menuju pasukan utama dan menempati posisi di sayap kanan. Ia beserta pasukannya kemudian menempuh perjalanan sejauh 112 km dalam waktu 44 jam, yang memungkinkannya untuk bergabung kembali dengan Grande Armée pada malam sebelum pertempuran.[23] Untuk meyakinkan pihak Sekutu bahwa sayap kanannya merupakan titik lemah dalam formasi pasukannya, Napoleon sengaja menempatkan sedikit pasukan di sayap kanan tersebut; langkah ini dimaksudkan untuk memancing Sekutu—yang tidak percaya bahwa Korps ke-3 bisa tiba dalam waktu sesingkat itu[24]—agar meninggalkan posisi strategis mereka di Dataran Tinggi Pratzen demi mengepung sayap kanan Prancis, sehingga membiarkan bagian tengah pasukan mereka sendiri menjadi terbuka dan rentan.[25] Korps III Davout—tanpa divisi Caffarelli yang telah diperbantukan kepada Lannes[26]—dengan demikian berhasil menahan serangan musuh terhadap Sokolnitz dan Telnitz sepanjang pagi hari tanggal 2 Desember 1805; serangan tersebut dilancarkan dalam empat kolom yang dipimpin oleh Jenderal Przybyszewski, Langeron, Dokhtourov, dan Kienmayer.[27]

Keteguhan resimen-resimen Korps ke-3 begitu luar biasa sehingga gelombang demi gelombang serangan dari seluruh korps tentara lawan gagal mematahkan pertahanan mereka.[28] Desa Sokolnitz, yang menjadi lokasi pertempuran paling sengit antara pukul 10.00 pagi hingga tengah hari,[29] berpindah tangan sebanyak enam kali sebelum akhirnya tetap berada di bawah kendali Prancis. Davout, yang hanya memiliki pasukan terbatas untuk mengamankan sayap kanan Prancis, berhasil—melalui pengerahan intensif infanteri ringan—menahan laju lawan dan memutus jalur komunikasi mereka; hal ini memungkinkannya untuk mengalihkan serangan balasan antara kedua desa yang diperintahkan untuk ia pertahankan, bergantung pada manuver musuh.[30] Namun, jumlah korban jiwa dan luka-luka sangat besar: Korps III kehilangan sepertiga kekuatannya hanya dalam satu hari pertempuran.[28] Divisi Friant dari Korps III menderita kerugian terbesar dibandingkan divisi mana pun di Grande Armée selama pertempuran tersebut, dengan kehilangan tiga perlima personelnya—tepatnya 325 orang tewas dan 1.660 orang terluka.[31] Selama kampanye ini, sang Marsekal untuk pertama kalinya bertugas di bawah komando langsung Kaisar, yang telah memercayakan tanggung jawab atas sayap kanan kepadanya—sebuah kehormatan yang secara tradisional dalam angkatan darat Prancis diperuntukkan bagi jenderal paling senior.[28]

Perang melawan Prusia dan Rusia

250px-Davout-a-auerstaedt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Davout at the Battle of Auerstedt, oleh Dick de Lonlay

Prusia yang menolak pembentukan Konfederasi Rhein dan takut atas hasil Perdamaian Pressburg yang akan membuat Prusia semakin melemah dalam hegemoni Eropa[32] memutuskan untuk meninggalkan sikap netralitas dan mendeklarasikan perang melawan Prancis yang baru menang di Austerlitz. Davout saat itu memimpin sebuah korps militer dan bertempur dan menang melawan Adipati Braunschweig yang memimpin pasukan utama Prusia[33] di Pertempuran Auerstedt. Pasukan Adipati Braunschweig lebih besar dibandingkan Davout (lebih dari 63,000 melawan 28,000 pimpinan Davout) dan atas pencapaian tersebut Davout dijuluki "Marsekal Besi". Napoleon yang bertarung di Pertempuran Jena mendengar laporan kemenangan Davout di Auerstedt dan sempat tidak percaya dan mengejek Davout, berkata kepada ajudannya, "Marsekal kamu mungkin melihat ganda", sebuah rujukan pada kebiasaannya mengenakan kacamata. Sejarawan François-Guy Hourtoulle menulis: "Napoleon memenangkan sebuah pertempuran yang ia tidak boleh kalah, sementara Davout memenangkan sebuah pertempuran yang mustahil dimenangkan".[34] Setelah melihat bahwa Davout benar-benar mengalahkan pasukan yang besar, Napoleon menghubungi ajudan Davout dengan pesan "Katakanlah kepada Marsekal bahwa ia, jenderalnya, serta pasukan dibawahnya menerima hak abadi atas rasa terima kasih saya!".[35] Sebagai penghargaan, ketika menginvasi Berlin Napoleon mempersilakan Davout untuk masuk ke dalam kota lebih duluan.

Sementara pasukan Prusia melarikan diri, Prancis kemudian berperang melawan Rusia, mengubah kampanye Prusia menjadi kampanye Polandia. Pasukan Rusia yang terkejut atas kemenangan di Pertempuran Jena dan Auerstedt terpaksa mundur ke Sungai Vistula.[36] Setelah mengejar pasukan Rusia, Napoleon memulaikan Pertempuran Eylau, menerjunkan pasukan Davout menghadap Pyotr Bagration dan memerintahnya untuk mengepung pasukan Rusia ke utara menuju jalur yang menuju Friedland.[37] Kekurangan artileri sampai jam 6 malam akibat kondisi cuaca setempat, Korps III mengalami kerugian berat saat menyerbu pasukan Rusia. Davout juga terluka dan kuda perangnya terbunuh.[38] Meskipun demikian, pasukan Davout tetap menghantam pasukan Rusia, ditambah dengan bantuan dari Marsekal Michel Ney yang telat mengepung pasukan Rusia dari jalur ke Königsberg[39] yang mengancam jalur mundur Jenderal Bennigsen, pada akhirnya menentukan hasil pertempuran.[38][40] Davout tidak mengikuti Pertempuran Friedland secara langsung tetapi peran yang dimainkan oleh korps pimpinannya memungkinkan Napoleon untuk memenangkan pertempuran tersebut dengan gemilang.[41] Napoleon kemudian memaksakan pihak yang kalah untuk menandatangani Perjanjian Tilsit dimana Austria, Prusia, dan Rusia melepaskan wilayah Polandia sebagai Kadipaten Warsawa.

Davout yang memiliki kemampuan manajemen ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal Warsawa pada 15 Juli 1807.[42] Dalam kapasitas tersebut, ia diberi komando atas seluruh pasukan yang ditempatkan di wilayah kadipaten dan ditugaskan untuk mengorganisasi pembentukan tentara nasional berkekuatan 30.000 personel. Sebagai penghargaan atas jasanya dalam kampanye militer sebelumnya dan sehubungan dengan tugas barunya, ia memperoleh 18% dari wilayah-wilayah Polandia yang direbut kembali oleh Prancis dari Prusia; hal ini menjadikannya penerima manfaat terbesar di antara dua puluh enam jenderal yang tercakup dalam dekret tanggal 30 Juni 1807.[43] Dengan demikian, bersama Berthier, ia menjadi salah satu marsekal terkaya di angkatan darat, dengan perkiraan pendapatan tahunan sebesar 910.840 franc pada musim semi tahun 1809.[44] Pada tahun 1808, secara resmi Napoleon memberikan gelar Adipati Auerstedt kepadanya.

Akhir kehidupan

Pada tahun 1822, Davout terpilih sebagai wali kota Savigny-sur-Orge, posisi yang dipegangnya selama setahun. Putranya Louis-Napoléon juga menjadi wali kota kota dari tahun 1843 hingga 1846. Alun-alun utama menyandang nama mereka di kota, seperti halnya sebuah bulevar di Paris.[45][46]

Davout meninggal pada tanggal 1 Juni 1823. Jenazahnya disemayamkan di Pemakaman Père Lachaise, di mana sebuah makam unik yang menandai tempat peristirahatannya.

Gelar Kehormatan dan penghargaan

Davout memegang penghargaan dan penghargaan berikut:

  • Kesatria Salib Agung dari Ordo Legiun Kehormatan
  • Ksatria dari Ordo Mahkota Besi
  • Salib Agung dan Bintang dari Virtuti Militari
  • Kesatria Salib Agung dari Ordo Elang Putih
  • Kesatria dari Ordo Kristus
  • Kesatria Salib Agung dari Ordo militer St. Henry
  • Kesatria Salib Agung dari ordo militer Max Joseph
  • Kesatria dari Ordo Kerajaan St. Stephen dari Hungaria
  • Kesatria dari Ordo militer Maria Theresa
  • Kesatria Salib Agung dari Ordo Gajah

Kehidupan pribadi

Davout dikenal sebagai orang yang metodis dalam urusan militer dan pribadi. Di dalam tentara dan di antara teman-teman sosialnya, dia sering dianggap dingin dan jauh; sementara dihormati, dia tidak disukai. Selama masa damai, ia lebih suka menghabiskan waktu bersama keluarga dan merawat rumahnya, daripada memupuk status sosialnya yang tinggi.

Karena kepribadiannya yang keras kepala dan keterampilan sosialnya yang terbatas, ia mengembangkan banyak musuh dan antagonis di dalam korps perwira tentara, terutama Jean-Baptiste Bernadotte, Joachim Murat (yang mana mereka bersitegang selama kampanye 1812), Louis-Alexandre Berthier dan Baron Thiébault ( yang akan mengkritik keras Davout dalam memoarnya).

Mungkin, Davout paling membenci Bernadotte yang ia merasa telah mengabaikannya di Auerstedt meskipun pasukannya sangat berdekatan dengan Davout setidaknya dapat mendengar suara tembakan meriam dan melihat asap. Davout sangat geram sampai meminta agar dapat menyelesaikan perselisihan dengan Bernadotte melalui sebuah duel, namun permintaan tersebut ditolak oleh Napoleon secara langsung. Bernadotte pada akhirnya dipulangkan ke Paris secara tidak terhormat setelah ketahuan memerintah pasukannya untuk mundur tanpa persetujuan Napoleon di Pertempuran Wagram.

Diantara para marsekal yang lain, Davout memiliki hubungan yang sangat baik dengan Michel Ney, Édouard Mortier, Nicolas Oudinot dan Laurent de Gouvion-Saint-Cyr. Ia juga merupakan teman bagi Louis Desaix yang gugur di Pertempuran Marengo.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Napoleonic Marshals : Louis Davout". www.napoleonguide.com. Diakses tanggal 2022-06-22.
  2. ↑ Napoleon's marshals. David G. Chandler. New York: Macmillan. 1987. hlm. 94. ISBN 0-02-905930-5. OCLC 13581389.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Gallaher, John G. (2000). The Iron Marshal : a biography of Louis N. Davout. hlm. 4. ISBN 1-5267-3832-5. OCLC 1019646341.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Napoleon's marshals. David G. Chandler. London: Weidenfeld and Nicolson. 1987. hlm. 93–117. ISBN 0-297-79124-9. OCLC 16081692.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Charrier 2005, hlm. 111 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  6. ↑ Charrier 2005, hlm. 90 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  7. 1 2 Reichel 1975, hlm. 297 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  8. ↑ Reichel 1975, hlm. 298 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  9. ↑ "Louis Nicolas Davout - Napoleon's best lieutenant". Napoleon & Empire (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-10-09.
  10. ↑ Chénier 1866, hlm. 113 harv error: tanpa target: CITEREFChénier1866 (bantuan).
  11. ↑ Reichel 1975, hlm. 305 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  12. ↑ Charrier 2005, hlm. 111 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  13. ↑ Templat:Ouvrage. Chłapowski écrit à ce sujet : {{citation}}: Kutipan kosong.
  14. ↑ Templat:Ouvrage : {{citation}}: Kutipan kosong.
  15. ↑ Reichel 1975, hlm. 300 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  16. ↑ Reichel 1975, hlm. 300 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  17. ↑ Charrier 2005, hlm. 124 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  18. ↑ Charrier 2005, hlm. 128 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  19. ↑ Charrier 2005, hlm. 129 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  20. ↑ Chénier 1866, hlm. 147 harv error: tanpa target: CITEREFChénier1866 (bantuan).
  21. ↑ Chénier 1866, hlm. 148 harv error: tanpa target: CITEREFChénier1866 (bantuan).
  22. ↑ Charrier 2005, hlm. 143 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  23. ↑ Charrier 2005, hlm. 145 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  24. ↑ Reichel 1975, hlm. 309 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  25. ↑ Charrier 2005, hlm. 146 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  26. ↑ Charrier 2005, hlm. 142 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  27. ↑ Templat:Ouvrage.
  28. 1 2 3 Reichel 1975, hlm. 310 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  29. ↑ Templat:Ouvrage.
  30. ↑ Templat:Ouvrage.
  31. ↑ Charrier 2005, hlm. 157 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  32. ↑ Reichel 1975, hlm. 311 harv error: tanpa target: CITEREFReichel1975 (bantuan).
  33. ↑  Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Davout, Louis Nicolas" . Encyclopædia Britannica. Vol. 7 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 870–871. Cites as sources:
    • The Marquise de Blocqueville (Davout's daughter) (1870–1880, 1887). Le Maréchal Davout raconté par les siens et lui-même. Paris.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
    • Chenier (1866). Davout, duc d'Auerstaedt. Paris.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  34. ↑ Shosenberg, James W. (Oktober 2009). "Napoleon's Double Knock-out Punch". Military History. 23 (7): 22.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Mark, Harrison W. (2023-07-19). "Battle of Jena-Auerstedt". World History Encyclopedia (dalam bahasa Inggris).
  36. ↑ Charrier 2005, hlm. 227 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  37. ↑ Charrier 2005, hlm. 253 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  38. 1 2 Charrier 2005, hlm. 254 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  39. ↑ Charrier 2005, hlm. 255 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  40. ↑ Templat:Ouvrage : {{citation}}: Kutipan kosong.
  41. ↑ Charrier 2005, hlm. 261 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  42. ↑ Charrier 2005, hlm. 268 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  43. ↑ Charrier2005, hlm. 271 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  44. ↑ Charrier 2005, hlm. 366 harv error: tanpa target: CITEREFCharrier2005 (bantuan).
  45. ↑ "Google query". www.google.it. Diakses tanggal 28 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ "Google query for the square". www.google.it. Diakses tanggal 28 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan selanjutnya

  • Potocka-Wąsowiczowa, Anna z Tyszkiewiczów. Wspomnienia naocznego świadka. Warszawa: Państwowy Instytut Wydawniczy, 1965.
  • Gallaher, John G. (2000). The Iron Marshal. A Biography of Louis N. Davout. London: The Greenhill Books.

Pranala luar

Peristiwa sipil dan politik yang signifikan menurut tahun
1788
1789
1790
1791
1792
1793
1794
1795
1797
1799
Operasi militer revolusioner
1792
1793
1794
1795
1796
1797
1798
1799
1800
1801
1802
Pemimpin militer
Prancis Angkatan Darat
Prancis
Prancis French Navy
Opposition
Kekaisaran Austria Austria
Kerajaan Britania Raya Britania Raya
Republik Belanda Republik Belanda
Prusia Prusia
Kekaisaran Rusia Rusia
Spanyol Spanyol
Tokoh dan faksi berpengaruh lainnya
Society of 1789
Girondis
The Plain
Montagnards
Hébertists
dan Enragés
Others
Pemikir berpengaruh
Efek budaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan