Sabtu, 07 November 2026
02:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Napoleon II

Napoleon II

Pangeran Perancis

Bagikan:
Disputed Emperor of the French in 1815 (1811–1832)Templat:SHORTDESC:Disputed Emperor of the French in 1815 (1811–1832)
Napoleon II
Raja Roma
Adipati of Reichstadt
250px-Le_duc_de_Reichstadt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret oleh Leopold Bucher, 1832
Kaisar Kekaisaran Prancis
(more...)
(dipersengketakan)
Berkuasa22 Juni – 7 Juli 1815
PendahuluNapoleon I
PenerusNapoleon III (1852, sebagai Kaisar)
Louis XVIII (sebagai Raja Prancis)
WaliJoseph Fouché
Kepala Wangsa Bonaparte
Tenure5 Mei 1821 – 22 Juli 1832
PendahuluNapoleon I
PenerusJoseph Bonaparte
Lahir(1811-03-20)20 Maret 1811
Tuileries Palace, Paris, Kekaisaran Prancis Pertama
Meninggal22 Juli 1832(1832-07-22) (umur 21)
Schönbrunn Palace, Vienna, Kekaisaran Austria
Pemakaman
Napoleon's tomb, Les Invalides
AyahNapoleon I
IbuMarie Louise, Duchess of Parma
Nama lengkap
Prancis: Napoléon François Charles Joseph Bonaparte
WangsaBonaparte
AgamaRoman Catholicism
Tanda tanganTanda tangan Napoleon II


Napoleon II atau Napoleon Francois Joseph Charles Bonaparte (20 Maret 1811 – 22 Juli 1832) adalah anak dari Napoleon I, Kaisar Prancis dan isteri keduanya Marie Louise.[1] Ia adalah pangeran kerajaaan Prancis.[1] Akan tetapi, sejak lahir ia juga dikenal sebagai Raja Roma yang merupakan gelar pewaris.[1] Pada 14 April 1814, tiga tahun setelah Napoleon II lahir, Kekaisaran Prancis runtuh.[2] Saat itu, Paris diambil alih oleh pasukan koalisi Austria, Swedia, Inggris dan Spanyol. Setelah itu, ia dibesarkan di pengasingan di Austria.[2]

Pada tahun 1818 Napoleon II memiliki gelar Duke of Reichstadt, sebuah gelar teritori Bohemian.[2] Gelar tersebut membuat ia diperlakukan sebagai Pangeran Austria.[2] Di Austria ia dididik oleh staf pengajar militer dan mengembangkan minatnya dalam keprajuritan.[2] Pada tahun 1820 Napoleon II menyelesaikan studi dasar dan mulai pelatihan militer, belajar bahasa Jerman, Italia dan matematika serta menerima pelatihan fisik lanjutan.[2] Karier militer resminya dimulai pada usia 12 tahun (1823) ketika ia membuat kadet di Angkatan Darat Austria.[2] Ia meninggal di Austria karena menderita tuberkulosis.[2]

Kematian

Pengurusan jenazah

Pada 15 Desember 1840, Adolf Hitler memerintahkan jasad Napoleon II dikembalikan ke Prancis dari Kaisergruft di Wina, dimana jasad Napoleon II dikebumikan kembali di Les Invalides, Paris.[3][4] Jasad Napoleon I sudah lebih duluan dikembalikan ke Prancis dari St. Helena pada Desember 1840, pada masa Monarki Juli.[5]

Meskipun sebagian besar jasadnya dikebumikan kembali di Paris, jantung dan ususnya masih ditinggalkan di Wina berdasarkan adat istiadat penguburan mayat anggota Wangsa Habsburg.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 "Napoleon II of France". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-03. Diakses tanggal 13 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Napoleon II Biography". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-18. Diakses tanggal 13 Juni 2014.
  3. ↑ Poisson, Georges, (Robert L. Miller, translator), Hitler's Gift to France: The Return of the Ashes of Napoleon II, Enigma Books, ISBN978-1-929631-67-4 (Synopsis & Review by Maria C. Bagshaw).
  4. ↑ Poisson, Georges, Le retour des cendres de l'Aiglon, Édition Nouveau Monde, Paris, 2006, ISBN2847361847 French wags at the time countered Hitler's propaganda by saying "Hitler stole France's coal, but returned to them the ashes." (French)
  5. ↑ Driskel, Paul (1993). As Befits a Legend. Kent State University Press. p. 168 ISBN0-87338-484-9
  6. ↑ "Habsburg: Austro-Hungarian heir's heart buried". BBC. 18 Juli 2011. Diakses tanggal 15 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan