| Napoleon II | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Raja Roma Adipati of Reichstadt | |||||
Potret oleh Leopold Bucher, 1832 | |||||
| Kaisar Kekaisaran Prancis (more...) (dipersengketakan) | |||||
| Berkuasa | 22 Juni – 7 Juli 1815 | ||||
| Pendahulu | Napoleon I | ||||
| Penerus | Napoleon III (1852, sebagai Kaisar) Louis XVIII (sebagai Raja Prancis) | ||||
| Wali | Joseph Fouché | ||||
| Kepala Wangsa Bonaparte | |||||
| Tenure | 5 Mei 1821 – 22 Juli 1832 | ||||
| Pendahulu | Napoleon I | ||||
| Penerus | Joseph Bonaparte | ||||
| Lahir | (1811-03-20)20 Maret 1811 Tuileries Palace, Paris, Kekaisaran Prancis Pertama | ||||
| Meninggal | 22 Juli 1832(1832-07-22) (umur 21) Schönbrunn Palace, Vienna, Kekaisaran Austria | ||||
| Pemakaman | Napoleon's tomb, Les Invalides | ||||
| Ayah | Napoleon I | ||||
| Ibu | Marie Louise, Duchess of Parma | ||||
| |||||
| Wangsa | Bonaparte | ||||
| Agama | Roman Catholicism | ||||
| Tanda tangan | |||||
Napoleon II atau Napoleon Francois Joseph Charles Bonaparte (20 Maret 1811 – 22 Juli 1832) adalah anak dari Napoleon I, Kaisar Prancis dan isteri keduanya Marie Louise.[1] Ia adalah pangeran kerajaaan Prancis.[1] Akan tetapi, sejak lahir ia juga dikenal sebagai Raja Roma yang merupakan gelar pewaris.[1] Pada 14 April 1814, tiga tahun setelah Napoleon II lahir, Kekaisaran Prancis runtuh.[2] Saat itu, Paris diambil alih oleh pasukan koalisi Austria, Swedia, Inggris dan Spanyol. Setelah itu, ia dibesarkan di pengasingan di Austria.[2]
Pada tahun 1818 Napoleon II memiliki gelar Duke of Reichstadt, sebuah gelar teritori Bohemian.[2] Gelar tersebut membuat ia diperlakukan sebagai Pangeran Austria.[2] Di Austria ia dididik oleh staf pengajar militer dan mengembangkan minatnya dalam keprajuritan.[2] Pada tahun 1820 Napoleon II menyelesaikan studi dasar dan mulai pelatihan militer, belajar bahasa Jerman, Italia dan matematika serta menerima pelatihan fisik lanjutan.[2] Karier militer resminya dimulai pada usia 12 tahun (1823) ketika ia membuat kadet di Angkatan Darat Austria.[2] Ia meninggal di Austria karena menderita tuberkulosis.[2]
Kematian
Pengurusan jenazah
Pada 15 Desember 1840, Adolf Hitler memerintahkan jasad Napoleon II dikembalikan ke Prancis dari Kaisergruft di Wina, dimana jasad Napoleon II dikebumikan kembali di Les Invalides, Paris.[3][4] Jasad Napoleon I sudah lebih duluan dikembalikan ke Prancis dari St. Helena pada Desember 1840, pada masa Monarki Juli.[5]
Meskipun sebagian besar jasadnya dikebumikan kembali di Paris, jantung dan ususnya masih ditinggalkan di Wina berdasarkan adat istiadat penguburan mayat anggota Wangsa Habsburg.[6]
Referensi
- 1 2 3 "Napoleon II of France". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-03. Diakses tanggal 13 Juni 2014.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Napoleon II Biography". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-18. Diakses tanggal 13 Juni 2014.
- ↑ Poisson, Georges, (Robert L. Miller, translator), Hitler's Gift to France: The Return of the Ashes of Napoleon II, Enigma Books, ISBN978-1-929631-67-4 (Synopsis & Review by Maria C. Bagshaw).
- ↑ Poisson, Georges, Le retour des cendres de l'Aiglon, Édition Nouveau Monde, Paris, 2006, ISBN2847361847 French wags at the time countered Hitler's propaganda by saying "Hitler stole France's coal, but returned to them the ashes." (French)
- ↑ Driskel, Paul (1993). As Befits a Legend. Kent State University Press. p. 168 ISBN0-87338-484-9
- ↑ "Habsburg: Austro-Hungarian heir's heart buried". BBC. 18 Juli 2011. Diakses tanggal 15 Maret 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)