Rabu, 21 Oktober 2026
16:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Purwokerto (kota)

Purwokerto (kota)

ibu kota Kabupaten Banyumas, Indonesia

Bagikan:
"Purwokerto" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Kota Purwakarta atau Kabupaten Purwakarta.
Kota Purwokerto
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawiڤورووكرتو
 • Hanacarakaꦥꦸꦂꦮꦏꦼꦂꦠ
 • Pegonڤوروَاكۤرتا
Pemandangan Monumen Jenderal Gatot Soebroto di Purwokerto
Pemandangan Monumen Jenderal Gatot Soebroto di Purwokerto
Julukan: 
  • Kota Satria
  • Kota Mendoan
  • Kota Pensiunan
  • Kota Seribu Curug
Kota Purwokerto di Jawa
Kota Purwokerto
Kota Purwokerto
Tampilkan peta Jawa
Kota Purwokerto di Indonesia
Kota Purwokerto
Kota Purwokerto
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 7°26′S 109°14′E / 7.433°S 109.233°E / -7.433; 109.233
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 4
  • Kelurahan: 27
Luas
 • Total42,62 km2 (16,46 sq mi)
Populasi
 (2022)[1]
 • Total249.618
Demografi
 • AgamaIslam 87,98%
Kristen 10,73%
— Protestan 6,13%
— Katolik 4,60%
Hindu 0,70%
Buddha 0,51%
Lainnya 0,07%[2]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Jawa Banyumasan (daerah)
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0281
Pelat kendaraanR xxxx *A/*E/*G/*H/*J/*S/*X
Semboyan daerahSatria
(Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman)

Purwokerto (bahasa Jawa:ꦥꦸꦂꦮꦏꦼꦂꦠ , Pegon: ڤوروَاكۤرتا, translit. Purwåkertå) adalah sebuah wilayah yang menjadi pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Jumlah penduduknya 249.618 jiwa di Oktober tahun 2020 menurut data BPS Kabupaten Banyumas 2020.[2][3]

Wilayah Purwokerto dibentuk oleh 4 kecamatan yaitu Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara dan Purwokerto Selatan. Purwokerto bukan merupakan sebuah kota otonom, tetapi menjadi pusat dari aktivitas perekonomian hingga pendidikan di bagian barat Jawa Tengah dan menjadi pusat koordinasi kabupaten/kota wilayah Jawa Tengah bagian barat atau Bakorlin III.[4][5]

Julukan kota yang berada di jalur selatan Jawa Tengah ini adalah kota wisata, kota keripik, kota transit, kota pendidikan, sampai kota pensiunan karena begitu banyaknya pensiunan yang menetap di Purwokerto dengan alasan kenyamanan di wilayah ini. Di Purwokerto terdapat Museum Bank Rakyat Indonesia sebagai penanda bahwa Bank tersebut dulu didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja di Purwokerto.[6] Kota Ini memiliki nama kuno Purwocarito yang tercatat dalam catatan serat sejarah dalem pangiwa panengen.

330px-Pendapa_Purwokerto.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah Bupati Purwokerto
330px-Stasiun_Purwokerto_dan_Emplasemen_SDS.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emplasemen sisi selatan Stasiun Barang Purwokerto milik Staatsspoorwegen (SS) berlatarkan Gunung Slamet
330px-Peta_Purwokerto_saat_masih_berstatus_kabupaten_jaman_Hindia_Belanda.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kabupaten Purwokerto sebelum dilebur dengan Kabupaten Banyumas tahun 1936.

Pemerintahan

Purwokerto bukan kota otonom melainkan kawasan di mana pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas berada, dan secara de jure masih di bawah pemerintah daerah Kabupaten Banyumas sebagai pusat pemerintahan. Purwokerto terbagi menjadi 4 kecamatan dengan 27 kelurahan. Terdapat wacana pembentukan Kota Purwokerto yang lepas dari Kabupaten Banyumas menjadi daerah otonom.[7]

Apabila dilihat dari sejarahnya, Purwokerto dahulu berstatus Kota Administratif (Kotif), di mana sebagian kotif lain sudah menyandang status kota dengan otonomi tersendiri. Jika Purwokerto dimekarkan menjadi Kota, minimal ada 4 kecamatan yang akan digabung,[8] yaitu:

Kecamatan di Purwokerto[2][9]
Nama kecamatanIbu kota kecamatanJumlah kelurahanJumlah penduduk s.d. Okt 2020[10]
Purwokerto BaratRejasari755.071
Purwokerto TimurPurwokerto Wetan659.369
Purwokerto UtaraBancarkembar749.434
Purwokerto SelatanKarangklesem776.254

Geografi

Purwokerto terletak di selatan Gunung Slamet, merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa atau gunung tertinggi di Jawa Tengah. Secara geografi, Purwokerto berada di ketinggian 71 hingga 286 m dpl (ketinggian rata-rata 183,87 mdpl) dan terletak di koordinat 7°26′S 109°14′E / 7.433°S 109.233°E / -7.433; 109.233. Selain itu, Purwokerto menjadi pusat pemerintahan karena merupakan pusat koordinasi daerah Jawa Tengah bagian Barat Bakorlin III. Purwokerto berbatasan dengan Sokaraja yang terdapat Kali Pelus.[11]

Rencana Pemekaran

Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengusulkan pemekaran wilayah Banyumas menjadi tiga daerah otonomi atas persetujuan Bupati dan DPRD Kabupaten Banyumas, yakni Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas Barat, dan Kabupaten Banyumas.[12]

Sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas, Kota Purwokerto dinilai sudah layak dari berbagai sisi untuk dimekarkan menjadi kota otonom. Namun wacana pemekaran tersebut terhambat oleh kebijakan moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat.[13]

Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Purwokerto sendiri diperkirakan akan memiliki luas wilayah 288,39 km² dengan jumlah penduduk 724.513 Jiwa (per 2023) yang wilayahnya meliputi eks-wilayah Kota Administratif Purwokerto beserta beberapa kecamatan penyangga disekitarnya. Berikut kecamatan yang diperkirakan akan dimekarkan menjadi Kota Purwokerto:[13]

Kecamatan di Rencana DOB Kota Purwokerto[2][14]
Nama KecamatanJumlah kelurahanLuas km²Jumlah penduduk s.d. 2023[15]
Purwokerto Barat77,4053.860
Purwokerto Timur68,4258.679
Purwokerto Utara79,0155.573
Purwokerto Selatan713,7573.753
Karanglewas1332,5069.377
Kedungbanteng1460,2269.209
Baturraden1245,5364.622
Sumbang1955,7297.752
Kembaran1625,9283.387
Sokaraja1829,9298.604
(Rencana) Kota Purwokerto 118 288,39 724.513

Wacana pemekaran di Wilayah Purwokerto dan Banyumas Raya bukan hanya sebatas pemekaran kota/kabupaten saja tetapi mengemuka juga pembahasan di masyarakat maupun kalangan akademisi tentang pemekaran provinsi, terdapat dua wacana pemekaran provinsi yaitu, Provinsi Banyumas Raya dan Provinsi Jawa Selatan.[16]

Pada wacana yang mengemuka tersebut Provinsi Banyumas Raya akan meliputi wilayah - wilayah dengan penutur dialek Ngapak (Banyumasan), seperti Wilayah eks Karesidenan Banyumas dan sebagian Karesidenan Pekalongan seperti, Brebes, Tegal, dan Pemalang. Selain wacana Provinsi Banyumas Raya berkembang pula wacana Provinsi Jawa Selatan dikalangan akademisi.[17]

Provinsi Jawa Selatan dinilai lebih rasional secara geografis. Karena seluruh wilayahnya terletak di sisi selatan Pulau Jawa yang jauh dari pusat Jawa Tengah, dan memiliki potensi wilayah yang lebih luas dari Banyumas Raya yaitu seluruh Wilayah eks - Karesidenan Banyumas dan Karesidenan Kedu (kecuali Temanggung). Ibukota dari Jawa Selatan akan berada di titik paling tengah yaitu, sekitar Kebumen, seperti Karanganyar dan Gombong. Selain itu, sudah terdapat bandara taraf internasional di perbatasan Purworejo - Yogyakarta yaitu Bandar Udara Internasional Yogyakarta.[18]

Sejarah

lossy-page1-250px-Regent_van_Poerwokerto%2C_Raden_Toemenggoeng_Mertha_dhi_Redja%2C_KITLV_4740.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bupati Purwokerto, Raden Tumenggung Mertadireja, koleksi KITLV 4740.

Pada awal abad ke-20, Purwokerto mengalami babak baru dalam tata ruang yang tengah memasuki kota tersebut. Saat itu, kota-kota di Pulau Jawa tengah mengalami lonjakan penduduk. Hampir di setiap kota, pertambahan penduduk sekitar 10 kali sampai 20 kali lipat. Kota-kota tersebut pada umumnya mengalami masalah akut tentang tata ruang. Pemerintah kolonial Belanda yang kelimpungan menghadapi persoalan itu sibuk mencari model pembangunan bagi kota-kota di Jawa.[butuh rujukan]

Saat kesibukan meliputi Pemerintah Kolonial Belanda, Herman Thomas Kartsen menjejakkan kaki di Semarang pada 1914. Kota yang juga tengah mengalami persoalan pertambahan penduduk. Dalam catatan W.F. Wertheim melalui buku Masyarakat Indonesia dalam Transisi, pertambahan penduduk di kota itu hampir mencapai seratus persen. Di kota tersebut, Kartsen menemui Henri Maclaine Pont. Pont adalah teman Kartsen semasa kuliah di Insitut Teknologi Delf, Amsterdam, Belanda. Di Semarang, Pont mendirikan biro arsitek. Melalui Pont, Kartsen mendapat banyak informasi tentang keadaan Semarang dan kota lainnya. Kedatangan Kartsen di Semarang adalah guna merancang Kota Semarang dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa, termasuk Purwokerto.[butuh rujukan]

Pada masa Hindia Belanda, di sekitar kota Purwokerto dibangun juga beberapa pabrik gula seperti Pabrik Gula Kalibagor, Purwokerto dan Kalirejo.[19]

Ekonomi

Dalam sejarahnya, Purwokerto bukan merupakan kota industri maupun perdagangan. Sampai saat ini, aktivitas industri jarang ditemukan di Purwokerto. Kota ini bisa dikatakan tidak memiliki industri dalam skala besar yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja atau mencakup wilayah puluhan hektare. Jika pun ada industri, itu umumnya industri-industri tradisional yang hanya mempekerjakan puluhan pekerja, seperti industri rokok rumahan, industri mi atau sohun kering, pabrik pengolah susu skala kecil, industri peralatan dari logam, dan industri oleh-oleh yang hanya ramai pada musim lebaran. Purwokerto tidak memiliki aktivitas perdagangan dalam skala besar dan tidak terdapat areal pergudangan yang dapat menyimpan komoditas dalam jumlah ribuan kubik. Pendek kata, dahulu kota ini sama sekali bukan kota industri dan perdagangan.[butuh rujukan]

Awal dekade 2000-an, kota ini lebih cocok disebut sebagai kota pegawai dan kota pelajar. Mata pencaharian penduduk yang bisa diandalkan untuk hidup cukup adalah dengan menjadi pegawai negeri maupun BUMN. Perubahan secara cukup signifikan terjadi mulai tahun 2000-an, yakni saat kota ini mulai dibanjiri mahasiswa-mahasiswa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi, terutama di Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun berkembang. Usaha indekos dibangun untuk disewakan kepada para mahasiswa pendatang. Usaha barang dan jasa didirikan untuk melayani kebutuhan mahasiswa. Kondisi ini membuat perekonomian kota Purwokerto tumbuh cukup signifikan sebagai kota jasa.[butuh rujukan]

Di akhir tahun 2011, telah berdiri hotel bintang lima Aston Imperium Hotel dengan 12 lantai.[20] Pada pertengahan tahun 2012, dibangun Rita Supermall, dengan 16 lantai dan 2 lantai bawah tanah, yang berlokasi di selatan Alun-Alun Purwokerto[21] dan pemekaran Moro Mall menjadi mal besar dengan 3 bangunan menara.[butuh rujukan]

Bahasa dan budaya

250px-Pagelaran_budaya_di_kota_purwokerto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pergelaran budaya di Kota Purwokerto

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Purwokerto adalah bahasa Jawa dialek Banyumasan.[22] Wikipedia juga turut melestarikan bahasa banyumasan ini dengan menerbitkan Wikipedia bahasa Banyumasan.

Kenthongan atau musik thek-thek adalah seni musik Purwokerto yang dimainkan dengan alat musik bambu dan dimainkan oleh 20-40 orang.[23] Kebudayaan Begalan[24] dan Ronggeng adalah kesenian asli Banyumas yang sekarang sudah mulai pudar keberadaanya.[25]

Pariwisata

330px-Baturraden_overview_from_ridge%2C_Purwokerto%2C_2015-03-23.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokawisata Baturraden, Purwokerto

Purwokerto memiliki beberapa tempat wisata alam berskala nasional berupa gua, air terjun dan wanawisata. Wisata alam di Purwokerto antara lain: Baturraden, Pancuran Pitu, Pancuran Telu, Gua Sarabadak, Museum BRI, Curug Gede, Curug Ceheng, Curug Belot, Curug Cipendok, Masjid Saka Tunggal, Bumi Perkemahan Baturraden, Bumi Perkemahan Kendalisada, Telaga Sunyi, Hutan Pinus Limpakuwus, Mata Air Panas Kalibacin, Bendung Gerak Serayu, Wahana Wisata Lembah Combong, Combong Valley Paint Ball and War Games, Serayu River Voyage, Baturraden Adventure Forest,[26]

Kebun Raya Baturraden yang diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada Desember 2015 dan dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Perhutani.

Pariwisata urban di Purwokerto berpusat pada beberapa markah tanah, pusat kegiatan rakyat, dan taman perkotaan, seperti Alun-Alun Purwokerto, Taman Satria Berkoh, Taman Pangsar Soedirman Karanglewas Taman Andhang Pangrenan, Taman Maskemambang, dan Menara Pandang Teratai Purwokerto.

Pendidikan

Purwokerto dikenal sebagai salah satu kota pelajar di Pulau Jawa karena memiliki beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Perguruan tinggi

Purwokerto dikenal sebagai Kota Pelajar karena letak yang strategis untuk menimba ilmu dan menjadi salah satu wilayah dengan biaya hidup murah di Indonesia.[27]

330px-Universitas_jenderal_soedirman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Universitas Jenderal Soedirman, perguruan tinggi negeri tertua di Purwokerto.

Perguruan tinggi yang terdapat di Purwokerto antara lain:

Olahraga

Olahraga yang banyak menetaskan atlet-atlet dari kota ini adalah atlet cabang bulu tangkis, atletik, dan renang. Ada dua stadion besar di Purwokerto, yakni GOR Satria (milik Pemerintah Kabupaten Banyumas) dan GOR Soesilo Soedarman Unsoed yang sering dijadikan lokasi Pelatnas Atletik karena memiliki trek lari yang berstandar Internasional.[28] Purwokerto pernah melahirkan pelari nasional Poernomo yang menjadi pelari jarak pendek Indonesia pertama yang mengikuti Olimpiade.[29] Pebulu tangkis Christian Hadinata dan Fung Permadi juga atlet kelahiran Purwokerto yang telah meraih berbagai macam penghargaan tingkat internasional,[30] lalu Meitri Widya Pangastika adalah atlet renang putri andalan nasional di zamannya.[31]

Begitu melekatnya cabang aletik di Purwokerto sehingga SMAN 3 Purwokerto mengkhususkan satu kelasnya untuk menjadi atlet.[32] Persibas Banyumas merupakan klub sepak bola daerah ini. Pendukungnya disebut "Bombastik".[33]

Kuliner

330px-Mendoan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mendoan khas Purwokerto

Makanan khas dari Purwokerto adalah:

  • Mendoan, makanan yang terbuat dari tempe yang tipis, kemudian dibalur tepung bumbu dan digoreng setengah matang
  • Tahu brontak, makanan yang terbuat dari tahu yang ditepungi, dibumbui, dan digoreng. Istilah "brontak" berasal dari sayuran yang keluar dari tahu ketika digoreng
  • Keripik tempe, Kota Keripik merupakan salah satu julukan dari kota Purwokerto
  • Sroto Sokaraja merupakan soto khas Banyumas maupun Purwokerto yang disajikan dengan kupat
  • Getuk goreng, pusat pembuatannya adalah Kecamatan Sokaraja di pinggir Kota Purwokerto
  • Kraca, adalah keong sawah yang dimasak berkuah dengan bumbu pedas
  • Dage, kudapan mirip kue berbahan dasar ampas kacang yang digumpalkan dan dijamurkan. Biasa disajikan dengan tepung berbumbu dan disantap dengan cabe rawit
  • Semayi, lauk dari ampas kelapa yang dibumbui dan dipanggang. Makanan yang menjadi simbol kemelaratan ini sudah sulit ditemukan.
  • Tegean, adalah sebutan khas Banyumas untuk sup sayur berkuah bening. Tegean umumnya terdiri atas bayam, kecambah kedelai hitam, daun katuk, dan kedelai hitam. yang dibumbui bawang merah, bawang putih, dan kencur
  • Empal basah, adalah masakan berbahan dasar daging dan tetelan sapi yang dimasak dengan kuah santan yang kental. Kekhasan empal basah Banyumasan adalah sensasi gatal yang ditimbulkan oleh campuran serunding. Empal basah umumnya dimakan bersama ketupat berkulit janur
  • Themlek, kudapan ringan dari ampas tahu berbumbu yang digoreng dengan adonan tepung
  • Nopia, adalah kudapan manis asal Banyumas yang terdiri atas isian gula merah disalut kulit mirip pastri.
  • Mino, adalah versi mini dari nopia yaitu mino atau mini nopia yang sama juga terdiri dari isian gula merah disalut kulit mirip pastri.

Infrastruktur dan transportasi

Kereta api

330px-Interior_of_Purwokerto_Station%2C_Purwokerto_2015-03-20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suasana peron Stasiun Purwokerto

Stasiun Purwokerto merupakan stasiun terbesar di wilayah Jawa Tengah bagian barat dan merupakan pusat dari Daerah Operasi V Purwokerto KAI. Per 2023, jalur ganda lintas selatan Pulau Jawa (DKI Jakarta–Kota Surabaya via Stasiun Purwokerto) sudah sepenuhnya beroperasi sehingga mempercepat waktu tempuh dari Jakarta ke Purwokerto dengan waktu tempuh rata-rata 4 jam 16 menit per perjalanan.[34]

Seluruh kereta api yang melintasi Purwokerto berhenti di Stasiun Purwokerto. Stasiun Purwokerto melayani seluruh rute kereta api yang ada di Jawa, di antaranya dari serta tujuan menuju DKI Jakarta, Kota Bandung, dan Kota Surabaya melalui lintas selatan Pulau Jawa.

Jalur rel kereta api nonaktif

Purwokerto juga dilintasi oleh jalur rel nonaktif yang termasuk dalam Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur dan Purwokerto–Wonosobo yang dahulunya merupakan milik Serajoedal Stoomtram Maatschappij, membentang dari Stasiun Purwokerto Ke Stasiun Purwokerto Timur yang bercabang di dekat Terowongan Jenderal Besar Soedirman. Jalur rel nonaktif tersebut dulunya menghubungkan Maos menuju Wonosobo melewati Purbalingga dan bercabang menuju Banjarnegara. Stasiun Wonosobo terletak sekitar 30 km dari Stasiun Parakan yang merupakan bagian dari Jalur kereta api Parakan–Secang milik NIS.

Bus antar kota

330px-Bulupitu-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terminal Bus Purwokerto, merupakan terminal tipe A terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Terminal Tirtonadi di Solo

Terminal Bulupitu merupakan terminal bus tipe A di Purwokerto yang melayani tranportasi antarkota di Pulau Jawa.[35]

Angkutan antar jemput

Selain kereta api dan bus, tersedia juga layanan antar jemput atau lebih dikenal dengan istilah travel. Perusahaan travel di Purwokerto bervariasi dan menyediakan rute ke beberapa kota di Pulau Jawa. Beberapa perusahaan travel akan memperluas trayeknya hingga Pulau Sumatra dan Pulau Bali yang masih dalam proses pengembangan.[perinci lagi]

Angkutan dalam kota

Tersedia transportasi taksi dengan berbagai kelas dan dengan harga yang melayani 24 jam dan angkutan kota (angkot) dengan jam layanan dari pagi hingga sore hari. Terdapat dua angkutan massal berbasis jalan (BRT), yaitu Trans Jateng yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah[36] dan Trans Banyumas yang dikelola oleh Teman Bus.[37]

Koridor Asal Tujuan Jam Operasional Pertama Kali

Dioperasikan

Trans Banyumas
K1BM Pasar Pon Terminal Ajibarang 05.00-21.00 WIB 18 Desember 2021
K2BM Terminal Notog Terminal Baturraden 05.00-21.00 WIB 16 Januari 2022
K3BM Terminal Bulupitu Terminal Kebondalem 05.00-21.00 WIB 5 November 2021
Trans Jateng
B1 Terminal Bulupitu Terminal Bukateja 05.30-19.00 WIB 13 Agustus 2018

Becak

Becak dapat dengan mudah ditemui hampir di semua sudut kota Purwokerto. Kendaraan ini masih menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Purwokerto karena harganya yang relatif terjangkau.

Dokar

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Grobak_te_Poerwokerto_Midden-Java_TMnr_10013826.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerobak di Purwokerto, koleksi Troppenmuseum

Dokar tidak lagi digunakan sebagai sarana transportasi utama dan lebih sering digunakan untuk keperluan rekreasi yang umum dijumpai di sekitar kawasan GOR Satria, Taman Satria, dan Alun-Alun Purwokerto pada hari minggu atau perayaan tertentu.

Taksi

Layanan taksi yang beroperasi di Purwokerto adalah Kobata Taxi[38] dan Satria Taxi (bergabung dengan Kondang Prima Karya karena adanya aturan dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ) dengan tiga operator taksi resmi dan armada 170 unit.[39]

Pusat perbelanjaan

250px-Inside_Rita_Supermall_Purwokerto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rita Supermall (RSM), salah satu pusat perbelanjaan modern di Purwokerto.

Purwokerto memiliki sejumlah pusat perbelanjaan, mulai dari pasar tradisional, mal, dan plaza.

  • Living Plaza
    Living Plaza
  • RITA Pasaraya Isola Purwokerto
    RITA Pasaraya Isola Purwokerto

Akomodasi

330px-Hotel_aston_purwokerto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aston Imperium Hotel Purwokerto, bangunan modern di Purwokerto yang memiliki menara setinggi 12 lantai
lossy-page1-330px-Tram_Hotel_te_Poerwokerto%2C_KITLV_181877.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tram Hotel Purwokerto, koleksi KITLV 181877

Purwokerto menyediakan banyak pilihan tempat menginap dari mulai losmen, hotel kelas melati, hingga hotel berbintang. Akomodasi yang tersedia di Purwokerto antara lain:

  • Aston Imperium Hotel Purwokerto ****
  • Java Heritage Hotel Purwokerto ****
  • Calista Hotel ****
  • Surya Yudha Hotel Purwokerto ***
  • Astro Hotel Purwokerto ***
  • Green Valley Resort Baturaden ***
  • Queen Garden Hotel Baturaden ***
  • Rosenda Cottages Baturaden ***
  • The Atrium Resort ***
  • Serela by Kagum Group ***
  • COR Hotel ***
  • Meotel by Dafam **
  • Hotel Dominic **
  • Wisata Niaga Hotel **
  • Puri Wisata Hotel Baturaden **
  • Borobudur Hotel and Restaurant **
  • Tiara Hotel and Cottage **
  • Prima Resort Baturaden **
  • Hotel Darajati **
  • Villa Sylva *
  • Hotel Moro Seneng *
  • Hotel Anggrek *
  • Royal Wonder

(*= kelas bintang hotel)

Media lokal

Televisi

Purwokerto memiliki stasiun televisi lokal BMS TV, waktu mengudara adalah pukul 06.00 sampai 23.00. BMS TV memproduksi acara sendiri dan karya rumah produksi lokal dengan muatan gaya Banyumasan yang kental. Pada jam-jam tertentu juga me-relay stasiun televisi Kompas TV. Banyumas TV berlokasi di Jalan Prof. Dr. HR. Bunyamin. Selain BMS TV, Purwokerto juga memiliki Satelit TV yang beralamat di Jalan Dr. Angka No. 79, Glempang, Bancarkembar, Purwokerto Utara.

Berikut ini adalah daftar stasiun televisi yang bisa disaksikan di Purwokerto dan sekitarnya:

Analog

Stasiun analog (PAL) beroperasi hingga tahun 2023.[41]

Kanal Signal Frekuensi Nama Nama Perusahaan Pemilik Status
22 479.25 MHz UHF NET. PT Media Televisi Purwokerto Net Visi Media Nasional
26 511.25 MHz Satelit TV PT Satelit Televisi Nusantara Satelit Post Lokal
27 519.25 MHz Ampu TV Perkumpulan Televisi Amikom Purwokerto Universitas Amikom Purwokerto Komunitas
29 531.75 MHz iNews PT Urban Televisi Media Nusantara Citra Nasional
41 634.25 MHz RCTI PT RCTI Dua Media Nusantara Citra
43 647.25 MHz MNCTV PT TPI Dua
49 695.25 MHz BMS TV PT Banyumas Citra Televisi Bina Sarana Informatika Lokal
62 805.25 MHz GTV PT GTV Purwokerto Media Nusantara Citra Nasional

Digital (DVB-T2)

Meliputi Kabupaten Banyumas (termasuk Kota Purwokerto), Kabupaten Cilacap (termasuk Kota Cilacap), Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Brebes.[a]

Kanal (UHF) Frekuensi Multipleksing Virtual Logo Nama dan Kualitas Gambar Nama Perusahaan Pemilik
28 530 MHz TVRI Gunung Depok dan TVRI Baribis 1
60px-TVRILogo2019.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TVRI HD LPP TVRI Stasiun Jawa Tengah LPP Televisi Republik Indonesia
2
60px-TVRI_Jawa_Tengah_2023.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TVRI Jawa Tengah HD
3
60px-TVRI-World.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TVRI World HD
4
60px-TVRI_Sport_2022.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
TVRI Sport HD
5
60px-Logo_KebumenTV.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebumen TV HD LPP Lokal Kebumen TV Publik
25
60px-Rajawali_Televisi.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RTV Purwokerto HD PT Tak Pernah Padam Harapanku Rajawali Corpora
16
60px-MDTV_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
MDTV Purwokerto[b] HD PT Media Televisi Purwokerto[c] MDTV Media Technologies
31 554 MHz Indosiar Banyumas 24
60px-Indosiar_2015.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Indosiar Purwokerto HD PT Indosiar Semarang Televisi Surya Citra Media
23
60px-SCTV_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SCTV Purwokerto HD PT Surya Citra Wisesa
35
60px-Moji_blue.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Moji HD  
36
60px-Mentari_TV_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mentari TV HD  
34 578 MHz MetroTV Banyumas 22 MetroTV Jateng & DIY HD PT Media Televisi Semarang Media Group
38
60px-Nusantara_TV_Symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nusantara TV Purwokerto[d] SD PT Nusantara Media Mandiri Purwokerto NT Corp
39
60px-BN_Channel.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BN Channel HD   Media Group
17
60px-Logo_GarudaTV_Primer_Flat_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Garuda TV Banyumas HD PT Televisi Amikom Purwokerto Digdaya Media Nusantara
37 602 MHz tvOne Banyumas 27
60px-TvOne_2023.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
tvOne Purwokerto  HD   Visi Media Asia
26
60px-Antv_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
antv Purwokerto  HD  
37
60px-VTV_Indonesia_2023.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
VTV Purwokerto  HD  
77
60px-Logo_Jagantara_TV.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jagantara TV  Purwokerto  HD  
40 626 MHz Trans TV Banyumas 20
60px-Trans_TV_2013.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Trans TV Purwokerto HD PT Trans TV Purwokerto Situbondo Trans Media
21 Trans7 Purwokerto HD PT Trans7 Purwokerto Jember
19
60px-CNN_Indonesia_logo_%282023%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CNN Indonesia HD  
18
60px-CNBC_Indonesia_2025.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CNBC Indonesia HD  
 
60px-Stara_TV_Sumedang_fix.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Satelit TV (Stara TV Banyumas) [e] HD PT Satelit Televisi Nusantara Stara Media Group
 
60px-BMSTV_2016.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
BMS TV[b] HD PT Banyumas Citra Televisi Bina Sarana Informatika
43 650 MHz GTV Banyumas 30
60px-GTV_%282017%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GTV Purwokerto HD PT GTV Purwokerto Media Nusantara Citra
28
60px-RCTI_logo_2015.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
RCTI Network Jawa Tengah HD PT RCTI Dua
29
60px-MNCTV_logo_2015.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
MNCTV Jawa Tengah HD PT MNCTV Dua
31
60px-INews.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
iNews Purwokerto HD PT Urban Televisi iNews Media Group

Catatan

  1. ↑ Meliputi sebagian minoritas wilayah Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Purworejo yang termasuk dalam zona siar Jawa Tengah-8.
  2. 1 2 Bersiaran dengan resolusi 720p.
  3. ↑ Kepemilikan MDTV di Purwokerto (Banyumas) melalui PT Mitra Media Purwokerto.
  4. ↑ Nusantara TV di Purwokerto bersiaran 24/7 tanpa ada sisa alokasi relai Magna Channel. Sementara Magna Channel hanya tampil sebagai logo on-air.
  5. ↑ Bersiaran dengan resolusi 1080p.

Televisi Analog Tidak Beroperasi

Section 'Banyumas' not found

Surat kabar

Surat kabar yang beredar di Purwokerto antara lain:

  • Harian Banyumas adalah surat kabar yang terbit di Banyumas dan masih satu grup dengan Suara Merdeka Semarang;
  • Radar Banyumas adalah surat kabar yang terbit di Banyumas dan masih satu grup dengan Jawa Pos Surabaya;
  • SatelitPost;
  • Banyumasi adalah koran rakyat yang dikelola oleh pengusaha lokal sejak Mei 2006 di Purwokerto;
  • Ancas, Majalah berita populer berbahasa Jawa dialek Banyumasan yang didirikan oleh Ahmad Tohari pada 6 April 2010;[42]
  • SuaraPurwokerto.com, adalah media pertama di Purwokerto yang fokus pada portal daring;
  • iNewsPurwokerto.id adalah portal berita jaringan iNews.id, bagian dari MNC Portal Indonesia (MPI) perwakilan Jateng-DIY yang berkantor di Jalan Prof. M. Yamin, Karangklesem, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas;
  • Tribunbanyumas.com adalah berita koran media daring Banyumas Raya yang berkantor di Purwokerto.

Radio

Stasiun radio yang ada di Purwokerto di antaranya adalah RRI, Mitra FM, Metro FM, Paduka FM, Dian Swara FM, Yasika FM, POP FM, Sonora Purwokerto FM, Suara Purwokerto FM, Amikom FM, Raden Mas FM, Gradiosta FM, dan SBC Sokaraja.

Musik

Purwokerto telah menyumbang beberapa warganya di pentas nasional, antara lain Titik Sandora yang cukup terkenal pada tahun 70-an, Mayangsari yang terkenal kontroversial, Eric yang menyanyi bersama Melly Goeslaw untuk film AADC. Dalam bidang musik independen (indi), Purwokerto menghasilkan musisi seperti: Tunas Bangsa Simphony, band independen yang merambah ke nasional: Supernova yang tengah naik daun dan sedang merambah ke industri musik nasional. Supernova merupakan salah satu grup musik asal Purwokerto.

Musisi asal Purwokerto, Danar Widianto, merupakan salah satu peserta dalam ajang pencarian bakat, X Factor Indonesia musim ketiga dan berhasil meraih juara ketiga. Sebelum maju sebagai peserta dalam ajang tersebut, Danar Widianto merupakan anggota dalam grup vokal Putra Banyumas.

Tokoh terkenal

Kota kembar

Referensi

  1. ↑ Badan Pusat Statistik, Jakarta, 2022.
  2. 1 2 3 4 "Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2020" (pdf). www.banyumaskab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Agustus 2020.
  3. ↑ "2018 population estimates in banyumas regency". banyumaskab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-4-8.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  4. ↑
  5. ↑ "Ganjar sebut Purwokerto pusat pertumbuhan-ekonomi baru=jateng.antaranews.com". Diakses tanggal 2015-4-8.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  6. ↑ "MUSEUM BANK RAKYAT INDONESIA". https://museumindonesia.com/. Diakses tanggal 2022-05-26.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  7. ↑ Khairina, ed. (2020-10-21). "Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-03-21.
  8. ↑ http://info-purwokerto-jateng.blogspot.com/2010/07/pemekaran-banyumas-menguat.html
  9. ↑ http://www.banyumaskab.go.id/files/data%20umum/bank%20data/BMSDA_2011.pdf[pranala nonaktif permanen]
  10. ↑ http://dindukcapil.banyumaskab.go.id/read/32627/data-profil-kependudukan-bulan-oktober-2020#.X9QBZtgzbIV[pranala nonaktif permanen]
  11. ↑ "Letak Geografis | Pemerintah Kabupaten Banyumas". setwan.banyumaskab.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-09.
  12. ↑ antaranews.com (2022-01-15). "Kemendagri: Usulan pemekaran Kabupaten Banyumas masih diproses". Antara News. Diakses tanggal 2025-04-09.
  13. 1 2 "Tim Unsoed Rekomendasikan Banyumas Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom". krjogja.com. 2020-10-07. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-24. Diakses tanggal 2023-05-24.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  14. ↑ https://banyumaskab.bps.go.id/publication/2023/09/26/fd42bc37bb6cfa029763937a/kecamatan-banyumas-dalam-angka-2023.html[pranala nonaktif permanen]
  15. ↑ https://banyumaskab.bps.go.id/publication/2023/09/26/fd42bc37bb6cfa029763937a/kecamatan-banyumas-dalam-angka-2023.html|date=Sep 2023 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}
  16. ↑ Joyosemito, Elde. "Wacana Pembentukan Provinsi Baru: Bukan Banyumas Raya tapi Provinsi Jawa Selatan, Ini Wilayahnya". purwokerto.inews.id. Diakses tanggal 2025-02-04.
  17. ↑ "Provinsi Banyumasan Pemekaran Provinsi Jawa Tengah, Ini Wilayahnya". CNN Indonesia. 2023-06-18. Diakses tanggal 2023-05-24.{{cite web}}: Periksa nilai |archive-url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ↑ "Wacana Pembentukan Provinsi Baru: Bukan Banyumas Raya tapi Provinsi Jawa Selatan, Ini Wilayahnya". Inews.id. 2022-03-22. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-14. Diakses tanggal 2024-05-14.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 2023-05-23 disarankan
  19. ↑ "www.unsoed.ac.id/cmsunsoed/detail/cat/sttcid/id1s/17/id2s/68/purwokerto". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-30. Diakses tanggal 2011-02-08.
  20. ↑ "Aston Imperium Purwokerto Hotel & Convention Center". Investor.id. 2012-01-03. Diakses tanggal 2025-02-05.
  21. ↑ Sumarwoto (2012-08-30). "Mahasiswa Tolak Pembangunan Rita Supermall". Antara Jateng. Diakses tanggal 2025-02-04.
  22. ↑ Citra, Indah. "Mengenal Lebih Dekat dengan Bahasa Ngapak Purwokerto". radarbanyumas.co.id. Diakses tanggal 2025-02-04.
  23. ↑ Purwaningsih, Dyah; Prasetyoningsih, Tri; Firmansyah, Dian. "Kenthongan". dinporabudpar.banyumaskab.go.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-02-04.
  24. ↑ Setyaningrum, Puspasari (2022-03-08). "Begalan dalam Tradisi Pernikahan Banyumasan: Asal-usul, Properti, Pelaksanaan dan Makna". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-02-05.
  25. ↑ "Lengger Banyumas Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia". dinporabudpar.banyumaskab.go.id. Diakses tanggal 2025-02-04.
  26. ↑ Baturraden Adventure Forest Website Baturraden Adventure Forest
  27. ↑ antaranews.com (2024-07-10). "Daftar kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia". Antara News. Diakses tanggal 2025-04-09.
  28. ↑ Setyawan, Budi. "Dari Tiga Cabang Olahraga Ini Purwokerto Pernah Hasilkan Atlet Handal Tingkat Internasional - Suara Merdeka Banyumas". Dari Tiga Cabang Olahraga Ini Purwokerto Pernah Hasilkan Atlet Handal Tingkat Internasional - Suara Merdeka Banyumas. Diakses tanggal 2025-04-09.
  29. ↑ "Purnomo, Legenda Atletik Indonesia, Meninggal Dunia". Tempo. 15 Februari 2019 | 11.51 WIB. Diakses tanggal 2025-02-04.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  30. ↑ "Pemerintah Kabupaten Banyumas". www.banyumaskab.go.id. Diakses tanggal 2025-02-04.
  31. ↑ Setyawan, Budi. "Dari Tiga Cabang Olahraga Ini Purwokerto Pernah Hasilkan Atlet Handal Tingkat Internasional - Suara Merdeka Banyumas". Suara Merdeka Banyumas. Diakses tanggal 2025-02-04.
  32. ↑ Rahayu, Asmi (2023-04-01). "SMA Negeri 3 Purwokerto Giatkan Lagi Kelas Khusus Olah Raga". RRI. Diakses tanggal 2025-02-05.
  33. ↑ "GenPI.co". GenPI.co. 2021-09-14. Diakses tanggal 2023-02-14.
  34. ↑ Ramli, Rully (8 Oktober 2020). "Jalur Ganda KA Cirebon–Jombang Sepanjang 550 km Terhubung". Kompas.com. Jakarta: KG Media.
  35. ↑ "Terminal Bulupitu Purwokerto Kini Lebih Bersih dan Lengkap, Penumpang Tetap Merasa Aman meski Malam". banyumas.tribunnews.com. Diakses tanggal 2025-02-04.
  36. ↑ Anugrah, Arbi. "BRT Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalinga Diluncurkan". detikcom. Diakses tanggal 2022-01-30.
  37. ↑ "Bus Trans Banyumas Resmi Beroperasi, Satu Bulan Masih Gratis". iNews.ID. 2021-12-05. Diakses tanggal 2022-01-30.
  38. ↑ Kita, Purwokerto (2016-07-29). "Ternyata Enak Naik Taksi Baru Purwokerto". Purwokertokita.com. Diakses tanggal 2025-02-04.
  39. ↑ radarbanyumas.co.id. "Armada Taksi di Purwokerto Ditambah 20 Unit". radarbanyumas.co.id. Diakses tanggal 2025-02-04.
  40. ↑ Abdulrahman, Robin (2023-11-23). "Moro, Mal Terkenal di Purwokerto Dinyatakan Tutup Permanen". RRI. Diakses tanggal 2025-02-05.
  41. ↑ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11/2021 tentang Perubahan atas Permenkominfo 6/2021". Jakarta: Kemenkominfo RI. Diakses tanggal 16 Agustus 2021.
  42. ↑ "Suara merdeka". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-01-27. Diakses tanggal 2011-02-09.

Lihat pula

Pranala luar

Wikivoyage logo
Wikiwisata memiliki panduan wisata Purwokerto.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Purwokerto.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan