Minggu, 20 September 2026
18:04 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Konvensi Peking

Konvensi Peking

Konvensi Peking

330px-Convention_of_Peking.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hanzi tradisional: 北京條約
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Běijīng Tiáoyūe
Yue (Kantonis)
- Jyutping: bak1 ging1 tiu4 joek3
Wikisource Rusia memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Konvensi Peking atau Konvensi Pertama Peking adalah nama yang digunakan untuk tiga perjanjian yang berbeda, yang dilakukan antara Qing Tiongkok dan Britania Raya, Prancis, dan Rusia.

Latar belakang

Tanggal 18 Oktober 1860, ketika Perang Opium Kedua, tentara Britania dan Prancis memasuki Kota Terlarang di Beijing. Setelah kekalahan Tiongkok, Pangeran Gong dipaksa menandatangani dua perjanjian atas pemerintah Qing dengan Lord Elgin dan Baron Gros, yang mewakili Britania dan Prancis.[1] Meskipun Rusia bukan msuuh, Pangeran Gong juga menandatangani perjanjian dengan Nikolay Muravyov-Amursky.

Rencana awalnya adalah membumihanguskan Kota Terlarang sebagai hukuman atas penindasan terhadap tahanan Eropa oleh orang-orang Qing. Karena pembakaran itu dapat mengacaukan penandatanganan perjanjian ini, rencana beralih ke pembakaran rumah kebun Kaisar di Qīngyī Yuán dan Yuánmíng Yuán.[1] The treaties with France and Britain were signed in the Ministry of Rites building immediately south of the Forbidden City on 24 October 1860.[2]

Sebutan

250px-Felice_Beato_%28British%2C_born_Italy_-_Portrait_of_Prince_Kung%2C_Brother_of_the_Emperor_of_China%2C_Who_Signed_the_Treaty_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pangeran Gong difoto oleh Felice Beato, 2 November 1860, beberapa hari setelah ia menandatangan perjanjian 24 Okt. 1860.[1]

Wilayah ini dikenal sebagai Kowloon yang disewa pada Maret 1860. Konvensi Peking mengakhiri penyewaan ini, dan memberikan tanah ini pada Britania tanggal 24 Oktober 1860.[3]

Artikel 6 Konvensi antara Tiongkok dan Britania Raya memaksa Tiongkok memberikan bagian dari selatan Semenanjung Kowloon yang sekarang menjadi Boundary Street, Kowloon, dan Hong Kong (termasuk Stonecutters Island) kepada Britania.

Perjanjian ini juga memberikan bagian dari Manchuria Luar kepada Kekaisaran Rusia. Memberikan Rusia hak atas Ussuri krai, bagian dari Primorye saat ini, teritori yang berhubungan dengan provinsi Tartaria Timur di Manchu kuno. Perjanjian ini dianggap sebagai salah satu perjanjian tidak setara.

Akibat

Pemerintah Britania Raya dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melakukan Deklarasi Bersama Tiongkok-Britania atas Pertanyaan Mengenai Hong Kong tahun 1984, di mana kedaulatan teritori sewaan itu, bersama dengan Pulau Hong Kong, diberikan di bawah Perjanjian Nanking (1842), dan Kowloon (selatan Boundary Street), yang dijadwalkan diberikan pada RRT tanggal 1 Juli 1997.

Pranala luar

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Harris, David. Van Slyke, Lyman P. [2000] (2000). Of Battle and Beauty: Felice Beato's Photographs of China. University of California Press. ISBN 0-89951-100-7
  2. Naquin, Susan. [2000] (2000). Peking: Temples and City Life, 1400-1900. University of California Press. ISBN 0-520-21991-0
  3. Endacott, George Beer. Carroll, John M. [2005] (2005). A Biographical Sketch-book of Early Hong Kong. HK University press. ISBN 962-209-742-1

Lihat pula

Sejarah
Awal
(16161683)
Kejayaan Qing
(16831839)
Akhir
(18401912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan