Rabu, 21 Oktober 2026
06:20 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Restorasi Manchu

Restorasi Manchu

Bagikan:
Restorasi Manchu
Bagian dari Era Panglima Perang
250px-TropasRepublicanasCiudadProhibida19170712--fightforrepublic00putn.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Republik bertempur untuk merebut kembali Kota Terlarang pada 12 Juli 1917, setelah upaya restorasi kekaisaran dari Zhang Xun
Tanggal1–12 Juli 1917
Lokasi
Hasil Upaya restorasi gagal
Pihak yang terlibat
Dinasti Qing Pemerintahan Kekaisaran Qing Restorasi Republik Tiongkok (1912–1949) Republik Tiongkok
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Dinasti Qing Zhang Xun
Dinasti Qing Puyi
Dinasti Qing Jiang Chaozong
Dinasti Qing Wang Shizhen
Dinasti Qing Zhu Jiabao
Dinasti Qing Zaitao
Republik Tiongkok (1912–1949) Li Yuanhong
Republik Tiongkok (1912–1949) Feng Gouzhang
Republik Tiongkok (1912–1949) Duan Qirui
Republik Tiongkok (1912–1949) Feng Yuxiang
Republik Tiongkok (1912–1949) Song Zheyuan
Republik Tiongkok (1912–1949) Zhang Zuolin

Restorasi Manchu bulan Juli 1917 adalah suatu upaya untuk merestorasi monarki di Tiongkok oleh Jenderal Zhang Xun, yang tentaranya merebut Beijing dan secara singkat menempatkan kembali kaisar terakhir Dinasti Qing, Puyi, ke takhta. Restorasi tersebut hanya berlangsung beberapa hari, mulai 1 Juli hingga 12 Juli, dan dengan cepat dijungkirkan oleh pasukan Republik.

Latar belakang

250px-Zhang_Xun2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panglima perang pendukung kaisar Zhang Xun, atas , mencoba untuk memulihkan kaisar Qing terakhir Puyi, kanan, ke takhta di Beijing.
250px-Puyi_%281922%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Konfrontasi antara Presiden Li Yuanhong dan Perdana Menteri Duan Qirui tentang apakah akan bergabung dengan Blok Sekutu dalam Perang Dunia I dan menyatakan perang kepada Jerman menyebabkan kekisruhan politik di ibu kota Beijing pada musim semi tahun 1917.[1]

Gubernur militer meninggalkan Beijing setelah pemecatan Duan Qirui sebagai Perdana Menteri. Mereka berkumpul di Tianjin, meminta pasukan dari provinsi tersebut untuk memberontak melawan Li dan merebut ibu kota, meskipun ada penentangan dari angkatan laut dan provinsi-provinsi selatan. Sebagai tanggapan, pada 7 Juni 1917, Li meminta agar Jenderal Zhang Xun menengahi. Jenderal Zhang menuntut agar parlemen dibubarkan, yang menurut Li tidak konstitusional.

Restorasi

250px-AtaqueRepublicanoALaCiudadProhibida19170712--fightforrepublic00putn.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Republik memanjat tembok Kota Terlarang.
250px-PartidariosDeLaMonarqu%C3%ADaJuntoAlTemploDelCielo1917--historywartimes14londuoft.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pendukung monarki dan penonton berkumpul di Kuil Langit di Beijing semasa upaya pemulihan Dinasti Qing oleh Zhang Xun.

Pada pagi hari tanggal 1 Juli 1917, jenderal pendukung kekaisaran, Zhang Xun mengambil keuntungan dari kekisruhan tersebut dan memasuki ibu kota, memproklamasikan pemulihan Puyi sebagai Kaisar Tiongkok pada pukul 4 pagi bersama rombongan kecil dan menghidupkan kembali monarki Qing yang telah ditinggalkan sebelumnya pada 12 Februari 1912. Polisi ibu kota segera menyerahkan diri kepada pemerintah baru tersebut.[1][2] Jenderal Xu kemudian menerbitkan sebuah dekret restorasi yang memalsukan persetujuan presiden republik, Li Yuanhong.[3] Dia juga didukung oleh beberapa pejabat lainnya, termasuk Jenderal Beiyang Jiang Chaozong,[4] mantan menteri perang Qing Wang Shizhen,[5][6] menteri urusan sipil Zhu Jiabao,[6] dan diplomat Xie Jieshi.[7]

Selama 48 jam berikutnya, dekret diproklamasikan dalam upaya untuk menopang restorasi, untuk mengatasi kekagetan masyarakat umum. Pada 3 Juli, Li meninggalkan istana presiden bersama dua asistennya dan berlindung di distrik kedutaan, pertama di kedutaan Prancis dan kemudian di kedutaan besar Jepang.[8]

Sebelum berlindung di kedutaan besar Jepang, Li telah mengambil tindakan tertentu, termasuk meninggalkan segel kepresidenan di Istana Kepresidenan, mengangkat Wakil Presiden Feng Guozhang sebagai Pelaksana Tugas Presiden, dan memulihkan Duan Qirui sebagai Perdana Menteri, dalam upaya untuk mengikutsertakan mereka dalam pertahanan republik.[8]

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Nathan (1998), p. 91
  2. ↑ Putnam Weale (1917), p. 355
  3. ↑ Putnam Weale (1917), p. 356
  4. ↑ Sergei Leonidovich Tikhvinsky (1983). Modern History of China. Progress Publishers. hlm. 735. Diakses tanggal 2016-09-24.
  5. ↑ Xu Youchun. People's Republic of China Zeng Dictionary (revised edition). Hebei People's Publishing House. 2007. ISBN978-7-202-03014-1.
  6. 1 2 Liushou Lin. Republic of China Official Chronology. Zhonghua Book Company. 1995. ISBN7-101-01320-1.
  7. ↑ Yamamuro, Shinichi (2005). Manchuria Under Japanese Domination. University of Pennsylvania Press. ISBN0-8122-3912-1
  8. 1 2 Putnam Weale (1917), p. 360

Sumber

Sejarah
Awal
(1616–1683)
Kejayaan Qing
(1683–1839)
Akhir
(1840–1912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan