Sabtu, 24 Oktober 2026
18:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Aisin Gioro

Aisin Gioro

nama keluarga

Bagikan:
Aisin Gioro, Jin
ᠠᡳᠰᡳᠨ
ᡤᡳᠣᡵᠣ

愛新覺羅
Keluarga Kekaisaran Tiongkok
250px-Seal_of_Qing_dynasty.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
NegaraJin Akhir
 Dinasti Qing
 Manchukuo
Kelompok etnisOrang Manchu
Didirikan1616 (di Jilin); 1644 (di daratan Tiongkok)
PendiriGiocangga
Kepala saat iniJin Yuzhang[1]
Penguasa terakhirPuyi
Gelar
Gelar sapaanYang Mulia Kaisar
EstatIstana Mukden, Resor Pegunungan Chengde, Istana Musim Panas Lama, Istana Musim Panas
Turun takhta1912: Monarki dihapuskan
Aisin Gioro
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 愛新覺羅
Hanzi sederhana: 爱新觉罗
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: àixīn juéluó
Nama Manchu
Manchu: 20px-AisinGioro.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Aisin Gioro adalah nama keluarga (marga) dari para Kaisar Orang Manchu, Dinasti Qing. Keluarga Aisin Gioro memerintah Tiongkok sampai Revolusi Xinhai tahun 1911, yang mendirikan pemerintahan republik di Tiongkok. Kata aisin berarti "emas" di dalam bahasa Manchu, dan gioro adalah nama dari suatu tempat, sekarang wilayah Yilan, provinsi Heilongjiang. Di dalam adat manchu, keluarga dikenal pertama dengan Hala (哈拉), nama keluarga atau marga, dan kemudian oleh Mukūn (穆昆), pengelompokkan yang detail, biasanya merujuk kepada keluarga masing-masing. Dalam hal Aisin Gioro, Aisin adalah Mukūn, dan Gioro adalah Hala. Anggota keluarga marga Gioro yang lain adalah Irgen Gioro (伊尔根觉罗), Susu Gioro (舒舒觉罗) and Silin Gioro (西林觉罗).

Jumlah keluarga saat ini

Terdapat 29,000 orang yang berasal dari keluarga ini ataupun memiliki darah keturunannya saat Dinasti Qing runtuh pada 1912, sangat kontras dengan Dinasti Ming sebelumnya yang lebih subur, yang pemerintahan Wangsa Zhu memiliki 200.000 (0,2 juta) anggota pada jatuhnya Dinasti Ming. Kaisar Manchu rata-rata mempunyai reproduksi dan harem yang lebih kecil dibandingkan dinasti Ming dan mengenakan pajak yang lebih rendah kepada petani Tiongkok dibandingkan dinasti Ming untuk memelihara harem. Pengeluaran harian harem Kaisar Ming Wanli lebih besar daripada pengeluaran tahunan harem Kaisar Qing Yongzheng. Terdapat 6 generasi Aisin Gioro sebelum pemerintahan Kaisar Shunzhi sejak kakek Nurhaci mendirikan klan Aisin Gioro. Berdasarkan perkiraan terendah kesuburan kepala suku, lima putra per laki-laki, jumlah Aisin Gioro seharusnya berjumlah 3.000 atau 3.125 pada awal Dinasti Qing. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan populasi Tiongkok secara umum sama persis dengan tingkat pertumbuhan seluruh Dinasti Qing. Tingkat pertumbuhan klan Aisin Gioro untuk anggota laki-laki yang memiliki nama keluarga yang sama dari awal Qing hingga akhir Qing, yaitu pertumbuhan sebesar 10 kali lipat. dari angka awal pada awal Dinasti Qing. Dan angka tersebut hanya dua kali lipat dibandingkan tingkat pertumbuhan populasi umum di Tiongkok jika mencakup keturunan non-laki-laki dari keluarga kekaisaran Qing melalui perempuan Aisin Gioro yang tidak mewariskan nama keluarga kepada keturunan mereka.[2] Keluarga Zhu kekaisaran Ming memiliki lebih dari 80.000 orang pada tahun 1604, 62.000 pada tahun 1594, 28.492 pada tahun 1569, 28.840 pada tahun 1562, 19.611 pada tahun 1553, 2.495 pada tahun 1506–1521, 127 pada tahun 1403–1424 dan 58 pada tahun 1368–1398.[3] Permaisuri Qing sangat tidak subur dan seringkali ketika seorang kaisar meninggal, tidak ada putra permaisuri yang masih hidup. Kaisar Xianfeng hanya memiliki satu putra, Kaisar Tongzhi. Kaisar Tongzhi dan Guangxu walaupun sudah menikah, tidak memiliki anak. Kaisar terakhir Puyi juga tidak subur. Pada tahun 1660 cabang inti Aisin Gioro berjumlah 378 orang sedangkan pada tahun 1915 berjumlah 29.292 orang.[4][5]

Sekitar 300.000 hingga 400.000 etnis Manchu di Tiongkok bermarga Aisin-Gioro (愛新覺羅), sementara 3,8 juta orang lainnya bermarga Jin (金), bentuk Sinicized yang paling umum, yang dianut oleh anggota inti keluarga kekaisaran seperti Jin Yuzhang. Hal ini memberikan batas atas 4,2 juta orang yang berpotensi menjadi keturunan patrilineal Nurhaci, tetapi angka ini harus digunakan dengan hati-hati karena ada kelompok etnis non-Manchu (terutama orang Korea) yang juga menggunakan nama keluarga Jin (Kim) untuk alasan yang tidak terkait.

Tokoh terkemuka

Pangeran Topi Besi

Menurut tradisi kekaisaran Dinasti Qing, anak pangeran tidak langsung mewarisi gelar ayahnya di tingkat yang sama seperti yang dianugerahkan kepada ayahnya. Sebagai contoh, Yongqi memegang gelar "Pangeran Rong Tingkat Pertama", namun ketika gelar tersebut diwariskan kepada putranya, Mianyi, gelarnya berubah menjadi "Pangeran Rong Tingkat Kedua". Dengan kata lain, peringkat gelar tersebut turun satu tingkat setiap kali diwariskan ke generasi berikutnya, meskipun umumnya tidak turun lebih rendah dari peringkat kesi-be tuwakiyara gurun-de aisilara gung (adipati kekaisaran kelas dua). Akan tetapi, terdapat 12 pangeran yang dianugerahi hak istimewa shi xi wang ti (hak waris abadi atau yang dikenal sebagai gelar "topi besi"), yang berarti gelar mereka dapat diwariskan kepada generasi penerus tanpa mengalami penurunan peringkat.

Dua belas gelar kebangsawanan pangeran "topi besi" tercantum sebagai berikut. Beberapa di antaranya berganti nama pada waktu yang berbeda, sehingga memiliki lebih dari satu nama.

  • Pangeran Rui, keturunan dari Dorgon (1612–1650)
  • Pangeran Yi, keturunan dari Yinxiang (1686–1730)
  • Pangeran Qing, keturunan dari Yikuang (1838–1917)
  • Pangeran Gong, keturunan dari Yixin (1833–1898)

Politisi terkemuka

Abad ke-20

Referensi

  1. ↑ Heir to China's throne celebrates a modest life, The Age, November 27, 2004
  2. ↑ Fan, C. Simon (2016). Culture, Institution, and Development in China: The economics of national character (Edisi illustrated). Routledge Studies in the Modern World Economy: Routledge. hlm. 111. ISBN 978-1317241836.
  3. ↑ Tsai, Shih-shan Henry (1996). Eunuchs in the Ming Dynasty, The. SUNY series in Chinese local studies Suny Series, Literacy, Culture, and Learning. SUNY Press. hlm. 223. ISBN 1438422369.
  4. ↑ Watson, Rubie S.; Ebrey, Patricia Buckley, ed. (1991). Marriage and Inequality in Chinese Society. History e-book project. Vol. 12 of Studies on China. Joint Committee on Chinese Studies (U.S.), American Council of Learned Societies (Edisi illustrated, reprint). University of California Press. hlm. 197. ISBN 0520071247.
  5. ↑ Chaffee, John W. (1999). Branches of Heaven: A History of the Imperial Clan of Sung China. Vol. 183 of Harvard East Asian monographs. Sungovci (Edisi illustrated). Harvard Univ Asia Center. hlm. 274. ISBN 0674080491. ISSN 0073-0483.
  6. ↑ 曹長青 [in Tionghoa] (2009-12-14). 金溥聰是不是溥儀的堂弟? [King Pu-tsung is not the cousin of Henry Puyi?] (dalam bahasa Tionghoa). Taiwan: Liberty Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-12-17.
Sejarah
Awal
(1616–1683)
Kejayaan Qing
(1683–1839)
Akhir
(1840–1912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan