Rabu, 28 Oktober 2026
03:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Chuang Guandong

Chuang Guandong

Bagikan:
250px-Long_White_Mountain_-_p235_-_Interior_of_an_inn.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para imigran dan pengelana lain di sebuah kamar penginapan di sebelah timur Tonghua, Jilin.

Chuang Guandong (Hanzi sederhana:闯关东; Hanzi tradisional:闖關東; Pinyin:Chuǎng Guāndōng, secara harfiah berarti "Menuju Guandong"; Guandong merupakan nama lama Manchuria) adalah istilah yang mendeskripsikan perpindahan orang-orang Han (terutama dari Semenanjung Shandong dan Provinsi Zhili) ke wilayah Manchuria dalam jangka waktu seratus tahun semenjak pertengahan abad ke-19. Sebelumnya, wilayah ini dianggap berada di luar daratan Tiongkok, tetapi kadang-kadang berada di bawah kendali langsung atau pengaruh tidak langsung dinasti-dinasti Tiongkok. Selama dua abad pertama Dinasti Qing, Manchuria merupakan tanah air tradisional orang-orang Manchu dan orang-orang Han tidak diperbolehkan masuk. Namun, akibat sedikitnya penduduk di wilayah ini, Rusia dapat mencaplok wilayah "Manchuria Luar" (wilayah di sebelah utara Sungai Amur dan di sebelah timur Ussuri) berdasarkan Traktat Aigun pada tahun 1858 dan Konvensi Peking pada tahun 1860. Oleh sebab itu, pemerintah Qing mulai mengubah kebijakannya dan mendorong petani miskin dari Provinsi Zhili untuk pindah ke Manchuria. Jumlah imigran Han yang memasuki Manchuria secara keseluruhan tidak dapat dihitung secara pasti karena banyaknya cara untuk masuk dan kurangnya statistik resmi pada saat itu. Meskipun begitu, berdasarkan laporan Layanan Cukai Maritim Tionghoa dan Jalur Kereta Api Manchuria Selatan, sejarawan modern Thomas Gottschang dan Diana Lary memperkirakan bahwa pada periode 1891-1942 terdapat 25,4 juta orang yang datang dari sebelah selatan Tembok Besar ke Manchuria, sementara 16,7 juta kembali dari Manchuria. Maka terdapat pertambahan penduduk sebesar 8.7 juta jiwa dalam waktu lima puluh tahun,[1] sehingga skalanya dapat dibandingkan dengan perluasan wilayah Amerika Serikat ke barat, perluasan wilayah Rusia ke Siberia, dan (dalam skala yang lebih kecil) perpindahan orang-orang Jepang ke Hokkaido. Kini, wilayah Manchuria disebut Tiongkok Timur Laut dan mayoritas terdiri dari orang-orang Han.

Lihat pula

Catatan kaki

Referensi

Sejarah
Awal
(1616–1683)
Kejayaan Qing
(1683–1839)
Akhir
(1840–1912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan