Senin, 21 September 2026
20:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Taucang

Taucang

Boxer_queue.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Taucang pemberontak Boxer.

Taucang (頭鬃)atau Bianzi (辫子)adalah kuncir rambut pria pada zaman Dinasti Qing (1644-1911) di Tiongkok. Model rambut ini diperkenalkan oleh Nurhaci setelah menyingkirkan dominasi Dinasti Ming atas Tiongkok pada awal abad ke-17. Istilah taucang digunakan oleh Tionghoa perantauan dari kelompok Hokkien yang banyak berimigrasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dalam periode Qing.

Sejarah

Peraturan untuk mengikuti gaya berpakaian dan penampilan ala Manchu diberlakukan sejak Suku Manchu menundukkan Tiongkok dan menduduki Beijing pada tahun 1644. Pada tahun berikutnya, dibuat peraturan taucang (剃发令) yang mewajibkan semua pria Tionghoa (Han) untuk mengubah gaya rambutnya menjadi taucang. Peraturan tersebut berlaku selama 10 hari kepada semua orang Han. Hal ini dipandang sebagai simbol tunduknya Ming terhadap Manchu. Di beberapa daerah dibuat ultimatum, apabila dalam waktu 10 hari mereka tidak memotong rambut dan membuat taucang, kepala mereka yang akan dipenggal. Bagi orang Han yang menjunjung tinggi ajaran Konghucu, memotong rambut adalah bentuk penghinaan kepada leluhur.

Butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk peraturan taucang dilaksanakan, itupun dengan banyak pertumpahan darah. Namun begitu, pada akhirnya orang Tionghoa rela memotong rambut dan membuat taucang sampai berakhirnya masa kekuasaan Manchu pada tahun 1911.

Budaya Tionghoa lama kelamaan berakulturasi dengan budaya Manchu selama pemerintahan Dinasti Qing, tidak hanya mengadaptasikan gaya rambut, tapi juga mengadopsi model pakaian Manchu. Orang Manchu pun lama kelamaan lebih mempergunakan Bahasa Tionghoa dibanding bahasa mereka sendiri dan berasimilasi dengan orang Han.

Ciri khas

Taucang dilakukan dengan cara mencukur semua rambut di setengah bagian kepala dan menyisakan yang di belakang untuk dikuncir. Model rambut ini kemudian menjadi ciri khas orang Tionghoa yang berimigrasi ke seluruh dunia sebelum Dinasti Qing jatuh.

Lihat pula

Sejarah
Awal
(16161683)
Kejayaan Qing
(16831839)
Akhir
(18401912)
Pangeran Qing

Pangeran Qing

Bendera Qing
Pemerintahan
Militer
Wilayah khusus
Istana &
mausoleum
Masyarakat &
budaya
Traktat
Mata uang
Uang logam
Uang kertas
Topik lainnya


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan