Zhang Zuolin | |
|---|---|
張作霖 | |
Zhang pada 1924 | |
| Generalissimo Pemerintahan Militer Tiongkok | |
| Masa jabatan 18 Juni 1927 –4 Juni 1928 | |
| Perdana Menteri | Pan Fu |
| Pendahulu | Wellington Koo (sebagai Pj. Presiden) |
| Pengganti | Tan Yankai (sebagai Ketua Pemerintahan Nasional) |
| Panglima Perang Manchuria | |
| Masa jabatan 1922 –June 4, 1928 | |
| Pengganti | Zhang Xueliang |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1875-03-19)19 Maret 1875 |
| Meninggal | 4 Juni 1928(1928-06-04) (umur 53) Shenyang, Fengtian, Republik Tiongkok |
| Sebab kematian | pembunuhan berencana/terarah menggunakan bom |
| Partai politik | Kelompok Fengtian |
| Suami/istri |
|
| Anak | 14, including: |
Penghargaan sipil | Order of Rank and Merit Order of the Golden Grain Order of Wen-Hu |
| Julukan | Old Marshal Rain Marshal Mukden Tiger King of the Northeast |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Pangkat | Marsekal Besar Republik tiongkok, generalissimo |
| Pertempuran/perang | |
Zhang Zuolin (Hanzi: 张作霖, 19 Maret 1873-4 Juni 1928) adalah salah satu panglima perang Tiongkok pada zaman Republik Tiongkok awal abad 20. Dia adalah panglima perang untuk wilayah Manchuria dan pernah menguasai daerah yang luas di bagian utara Tiongkok. Julukannya adalah Komandan Besar (大帥), Komandan Hujan (雨帥) atau Harimau Mukden.
Zhang lahir dari keluarga sederhana. Dalam karier militernya dia pernah membantu Jepang dalam perang Rusia-Jepang (1904-1905) sebagai pemimpin dari milisi Manchuria. Di bawah pemerintahan Republik Tiongkok dia menduduki beberapa jabatan penting dalam militer. Sejak diangkat sebagai inspektur jendral Manchuria hingga kematiannya, dia memegang kendali efektif atas wilayah itu. Dia tak henti-hentinya melancarkan peperangan untuk memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah selatan sejak tahun 1920 dan seterusnya, terlibat dalam pertikaian tiga pihak dengan panglima perang lainnya Wu Peifu dan Feng Yuxiang untuk memperebutkan kontrol atas Beijing. Pasukan Fengtian yang dipimpinnya berhasil menduduki daerah Beijing dan Tianjin hingga dipukul mundur tahun 1926 oleh Jiang Jieshi (Chiang Kai-shek) dalam ekspedisi utaranya. Jiang kemudian memaksa para panglima perang untuk menyerah dan membangun pemerintahan nasional Tiongkok, dengan demikian zaman para panglima perang berakhir sudah.
Tahun 1928, Zhang makin bersikap tidak kooperatif dengan pemerintah Jepang di Manchuria dan dia berangkat ke Beijing untuk menyerah pada Jiang. Akibatnya dia dihabisi oleh Jepang dengan cara mengebom kereta yang ditumpanginya dalam perjalanan pulang ke Shenyang setelah baru saja menyerahkan kontrol atas Beijing kepada pemerintah nasionalis Guomindang yang dipimpin Jiang Jieshi. Pembunuhan ini dilaksanakan oleh sekelompok kecil tentara dari pasukan Guandong dan dipimpin oleh perwira senior pasukan Guandong, Kolonel Daisaku Komoto. Ini adalah bagian dari persekongkolan untuk mengamankan sebagian besar Manchuria di luar jalur kereta api Manchuria selatan yang diserahkan pada Jepang setelah perang Rusia-Jepang. Kekuasaannya atas Manchuria diteruskan oleh anaknya Zhang Xueliang yang juga dikenal dengan julukan Komandan Muda.
Zhang Zuolin | ||
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Duan Qirui |
Presiden Republik Tiongkok 18 Juni 1927 – 2 Juni 1928 |
Diteruskan oleh: Tan Yankai |
| Pemerintahan Provisional (1912–1913) | ||
|---|---|---|
| Pemerintahan Beiyang (1913–1928) | ||
| Pemerintahan Nasionalis (1928–1948) | ||
| Pemerintahan Konstitusional (sejak 1948) | ||
Yang dimiringkan menandakan pelaksana jabatan Presiden | ||