Sabtu, 07 November 2026
05:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kawaca

Kawaca

Istilah bahasa Jawa untuk pakaian perang

Bagikan:
250px-Patung_Candi_Singasari_Baju_Besi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampilan dekat dari sebuah sebuah patung candi di Singasari. Menurut I.D. Nugroho, ini adalah pakaian pelindung dari pelat yang disusun.

Kawaca adalah sebuah istilah untuk pakaian perang yang disebutkan dalam naskah-naskah Jawa Kuno.[1]: 320  Namanya berasal dari kata bahasa Sanskerta kawaca yang berarti baju pelindung, kuiras, sejenis baju rantai, penutup jenis apa pun, korset, jaket.[2]: 823 

Keterangan

250px-Cuirass_depicted_in_Borobudur%2C_Divyavadana_reliefs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kuiras yang dipersembahkan oleh seorang brahmana, digambarkan di candi Borobudur.

Petrus Josephus Zoetmulder, dalam kamus bahasa Inggris-Jawa kunonya, mengartikan kawaca sebagai baju rantai, mungkin berbentuk seperti jaket, yang jelas berbahan dari logam. Kata itu juga memiliki arti kedua yakni kemeja yang dikenakan oleh para rohaniawan.[2]: 823  Irawan Djoko Nugroho berpendapat bahwa dalam konteks militer, kawaca berarti baju besi. Ia berbentuk seperti tabung panjang dan terbuat dari tembaga yang dicetak.[1]: 202, 386  Menurut Jiří Jákl, kawaca adalah plastron logam yang dikenakan pada tubuh bagian atas prajurit yang bertatus tinggi.[3]: 78  Pada bahasa Bali tinggi, kwaca atau kuwaca menjadi istilah umum untuk jaket, meskipun dulunya bermakna baju zirah pada bahasa Jawa kuno.[4]: 216  Dalam bahasa Jawa modern, kawaca berarti kuiras atau zirah rantai.[5]

Pada Kakawin Ramayana (sekitar 870 M), yang merupakan versi Jawa dari epos Ramayana karya Valmiki (sekitar 500 tahun SM), menyebutkan pakaian dan zirah yang mencerminkan zamannya. Seorang anggota keluarga kerajaan disebutkan mengenakan mahkotanya, padaka (kerah, medali, atau pelindung dada), karambalangan (korset atau plastron) dan menggunakan baju besi berlapis emas bahkan dalam pertempuran.[1]: 802 [6]: 27  Kakawin Ramayana menyebut istilah watek makawaca, yang berarti pasukan berbaju pelindung (armoured troops).[3]: 77 

Sebuah baju zirah, atau lebih tepatnya kuiras,[7]: 47  digambarkan pada relief cerita Divyavadana di candi Borobudur. Dalam cerita itu, dikisahkan bahwa Rudrayana mengirim hadiah kepada raja Bimbisara berupa kuirasnya yang terkenal yang tidak hanya memiliki kekuatan ajaib tetapi juga dihiasi dengan permata yang tak ternilai harganya.[8]: 282  Kuiras itu digambarkan tanpa lengan dan tampaknya ditutup di depan.[9]: 233, plat XXXVII 

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 Nugroho, Irawan Djoko (2011). Majapahit Peradaban Maritim. Suluh Nuswantara Bakti. ISBN 978-602-9346-00-8.
  2. 1 2 Zoetmulder, P. J. (1982). Old Javanese-English dictionary. The Hague: Martinus Nijhoff. ISBN 9024761786.
  3. 1 2 Jákl, Jiří (2014). Literary Representations of War and Warfare in Old Javanese Kakawin Poetry (PhD tesis). The University of Queensland.
  4. ↑ Jákl, Jiří; Hoogervorst, Tom (2017). "Custom, Combat, and Ceremony: Java and the Indo-Persian Textile Trade". Bulletin de l'École française d'Extrême-Orient. 103: 207–235.
  5. ↑ Robson, Stuart; Wibisono, Singgih (2013). Javanese English Dictionary. Tuttle Publishing. ISBN 9781462910618.
  6. ↑ Tjoa-Bonatz, Mai Lin (2019). "JAVA : ARTS AND REPRESENTATIONS. Art historical and Archaeometric Analyses of Ancient Jewellery (7–16th C.) : The Prillwitz Collection of Javanese Gold". Archipel (97): 19–68.
  7. ↑ Wales, H. G. Quaritch (1952). Ancient South-East Asian Warfare. London: Bernard Quaritch.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Krom, N.J. (1900). Barabudur: Archaeological Description Volume I. The Hague: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Foucher, A. (1917). Beginnings of Buddhist Art and Other Essays in Indian and Central Asian Archaeology. London: Humphrey Milford.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan