Minggu, 20 September 2026
20:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kawaca

Kawaca

Istilah bahasa Jawa untuk pakaian perang

250px-Patung_Candi_Singasari_Baju_Besi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampilan dekat dari sebuah sebuah patung candi di Singasari. Menurut I.D. Nugroho, ini adalah pakaian pelindung dari pelat yang disusun.

Kawaca adalah sebuah istilah untuk pakaian perang yang disebutkan dalam naskah-naskah Jawa Kuno.[1]:320 Namanya berasal dari kata bahasa Sanskerta kawaca yang berarti baju pelindung, kuiras, sejenis baju rantai, penutup jenis apa pun, korset, jaket.[2]:823

Keterangan

250px-Cuirass_depicted_in_Borobudur%2C_Divyavadana_reliefs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kuiras yang dipersembahkan oleh seorang brahmana, digambarkan di candi Borobudur.

Petrus Josephus Zoetmulder, dalam kamus bahasa Inggris-Jawa kunonya, mengartikan kawaca sebagai baju rantai, mungkin berbentuk seperti jaket, yang jelas berbahan dari logam. Kata itu juga memiliki arti kedua yakni kemeja yang dikenakan oleh para rohaniawan.[2]:823 Irawan Djoko Nugroho berpendapat bahwa dalam konteks militer, kawaca berarti baju besi. Ia berbentuk seperti tabung panjang dan terbuat dari tembaga yang dicetak.[1]:202,386 Menurut Jiří Jákl, kawaca adalah plastron logam yang dikenakan pada tubuh bagian atas prajurit yang bertatus tinggi.[3]:78 Pada bahasa Bali tinggi, kwaca atau kuwaca menjadi istilah umum untuk jaket, meskipun dulunya bermakna baju zirah pada bahasa Jawa kuno.[4]:216 Dalam bahasa Jawa modern, kawaca berarti kuiras atau zirah rantai.[5]

Pada Kakawin Ramayana (sekitar 870 M), yang merupakan versi Jawa dari epos Ramayana karya Valmiki (sekitar 500 tahun SM), menyebutkan pakaian dan zirah yang mencerminkan zamannya. Seorang anggota keluarga kerajaan disebutkan mengenakan mahkotanya, padaka (kerah, medali, atau pelindung dada), karambalangan (korset atau plastron) dan menggunakan baju besi berlapis emas bahkan dalam pertempuran.[1]:802[6]:27 Kakawin Ramayana menyebut istilah watek makawaca, yang berarti pasukan berbaju pelindung (armoured troops).[3]:77

Sebuah baju zirah, atau lebih tepatnya kuiras,[7]:47 digambarkan pada relief cerita Divyavadana di candi Borobudur. Dalam cerita itu, dikisahkan bahwa Rudrayana mengirim hadiah kepada raja Bimbisara berupa kuirasnya yang terkenal yang tidak hanya memiliki kekuatan ajaib tetapi juga dihiasi dengan permata yang tak ternilai harganya.[8]:282 Kuiras itu digambarkan tanpa lengan dan tampaknya ditutup di depan.[9]:233,plat XXXVII

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 Nugroho, Irawan Djoko (2011). Majapahit Peradaban Maritim. Suluh Nuswantara Bakti. ISBN 978-602-9346-00-8.
  2. 1 2 Zoetmulder, P. J. (1982). Old Javanese-English dictionary. The Hague: Martinus Nijhoff. ISBN 9024761786.
  3. 1 2 Jákl, Jiří (2014). Literary Representations of War and Warfare in Old Javanese Kakawin Poetry (PhD tesis). The University of Queensland.
  4. Jákl, Jiří; Hoogervorst, Tom (2017). "Custom, Combat, and Ceremony: Java and the Indo-Persian Textile Trade". Bulletin de l'École française d'Extrême-Orient. 103: 207–235.
  5. Robson, Stuart; Wibisono, Singgih (2013). Javanese English Dictionary. Tuttle Publishing. ISBN 9781462910618.
  6. Tjoa-Bonatz, Mai Lin (2019). "JAVA : ARTS AND REPRESENTATIONS. Art historical and Archaeometric Analyses of Ancient Jewellery (7–16th C.) : The Prillwitz Collection of Javanese Gold". Archipel (97): 19–68.
  7. Wales, H. G. Quaritch (1952). Ancient South-East Asian Warfare. London: Bernard Quaritch.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Krom, N.J. (1900). Barabudur: Archaeological Description Volume I. The Hague: Martinus Nijhoff.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Foucher, A. (1917). Beginnings of Buddhist Art and Other Essays in Indian and Central Asian Archaeology. London: Humphrey Milford.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan