Kamis, 24 September 2026
14:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Tekpi

Tekpi

250px-Tjabang_Indonesian_sai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tepki/Chabang

Tekpi atau cabang (ejaan lama, tjabang),[1] siang té pi (雙短鞭, berarti "sepasang cambuk pendek") dalam Bahasa Hokkien dan trisoon (berarti "trisula") dalam Bahasa Thai adalah senjata yang dikenal luas dalam beladiri Melayu tetapi bukan merupakan senjata asli budaya Melayu. Karena itulah sebenarnya sangat sulit menemukan Tekpi di museum peninggalan Melayu.

Senjata ini mirip dengan senjata Sai dalam budaya Jepang. Senjata ini diduga dikembangkan oleh imigran Tiongkok beratus tahun yang lalu. Karakteristiknya sendiri berbeda dengan kebanyakan senjata khas Melayu.

Sejarah

Kemungkinan besar Tekpi berasal dari daerah Tiongkok, tetapi pesilat Melayu di Malaysia, Indonesia, dan Nusantara mahir menggunakan Tekpi yang penggunaannya berbeda dengan Sai di dalam Karate. Dalam seni bela diri Tiongkok sendiri, penggunaan Tekpi adalah cukup langka. Tekpi juga tidak ditemukan dalam nomor-nomor Wushu. Film beladiri Tiongkok juga jarang menampilkan Tekpi ataupun Sai.

Kedudukan Tekpi dalam budaya Melayu

Tekpi adalah senjata yang secara luas digunakan dalam banyak pertandingan seni beladiri silat Melayu. Misalnya Sendeng Malaysia memosisikan tekpi sebagai senjata pilihan kedua setelah keris, atau Kuntau Tekpi yang menggunakan tekpi sebagai senjata utama.

Silat jenis kuntau hampir mirip dengan gerakan-gerakan keras dan efektif di dalam Kuntao Tiongkok (Cina) . Hal ini merupakan hal yang wajar terjadi karena pengaruh peradaban Tiongkok yang sangat besar di Asia Tenggara.

Catatan kaki

Lihat pula

Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan