Kamis, 05 November 2026
21:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Sewar

Sewar

Suatu jenis belati dari Indonesia

Bagikan:
Sewar
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Kris_met_houten_greep_en_houten_schede_TMnr_A-3916a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Sewar, sebelum tahun 1887.
Jenis Belati
Negara asal Indonesia (Aceh)
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh suku Alas, suku Aceh, suku Gayo, suku Minangkabau
Spesifikasi
Panjang 12 - 29 cm
Tipe pedang Bersisi tajam satu, terkadang kedua sisinya tajam
Tipe gagang Kayu, tanduk, gading, akar pohon Bahar
Jenis sarung Kayu, tanduk, gading

Sewar (atau Sejwa, Sivas, Siwah, Siwai, Siwar, Siwaz) mengacu pada belati asal Indonesia, biasanya dibawa dalam sabuk dan digunakan terutama di Sumatera, Indonesia. Belati ini juga disebut sebagai Sewah oleh orang Gayo, Seiva oleh orang Minangkabau, Siva oleh orang Alas, dan Siwaih oleh orang Aceh.

Deskripsi

Sewar adalah belati bermata pendek yang digunakan dalam gaya bertarung jarak dekat tradisional Indonesia.[1] Senjata ini memiliki bilah bermata tunggal atau bermata dua yang sedikit melengkung. Dari dasar gagang, bilahnya menyempit atau melebar di ujungnya, tergantung pada jenisnya. Sewar bermata dua memiliki tepi tajam belakang yang membentang dari ujung bilah sampai ke dasar gagang.

Sarungnya biasanya terbuat dari kayu, dengan penampang berbentuk lonjong, dan dihiasi ukiran. Versi mahal sering kali dihiasi dengan logam mulia atau permata. Sarungnya terdiri dari dua potong kayu yang disatukan dengan ikatan rotan atau perak dan emas. Di satu sisi "tenggorokan" sarung, di mana terlihat ada tonjolan, sewar yang lebih mahal ditutupi dengan penyangga plique-à-jour [en] yang dibuat dari logam mulia dan diisi dengan enamel. Sewar dianggap sangat baik untuk menyabet.[2]

Sewar mirip dengan rencong dan tumbuk lada [ms], tetapi bilahnya lebih panjang, lebih berat dan memiliki sarung yang sangat berbeda.[3] Sewar memiliki kesamaan fungsi, ornamen dan budaya dengan keris, yang berasal dari pulau Jawa, Indonesia, dengan varian dari Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand dan Filipina selatan.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Centre for Strategic and International Studies (1977). The Indonesian Quarterly, Volume 5, Issues 1-3. Yayasan Proklamasi, Centre for Strategic and International Studies.
  2. ↑ Draeger, Donn F. (1992). Weapons & Fighting Arts of Indonesia. Tuttle Publishing. ISBN 978-0-8048-1716-5.
  3. ↑ Zonneveld, Albert G. van (2001). Traditional Weapons of the Indonesian Archipelago. C. Zwartenkot Art Books. ISBN 978-90-5450-004-9.

Bacaan lanjut

Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan