Jumat, 25 September 2026
04:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Kampilan

Kampilan

250px-Kampilan_moro_sword_laminated_blade.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pedang Kampilan

Kampilan adalah pedang panjang yang berasal dari Filipina, Sulawesi (suku Minahasa dan Mongondow), kepulauan Talaud dan Kalimantan dari abad 14. Pedang ini dikembangkan oleh suku Dayak di Kalimantan. Kemudian digunakan oleh suku Moro dari daerah Sulu dan Mindanao. Saat ini kampilan masih dipakai beberapa suku Muslim Filipina Maguindanao dan Moro Maranao.

Deskripsi

Panjang kampilan sekitar 100 cm – 112 cm, mempunyai ketajaman satu sisi pada bilahnya, semakin melebar pada ujungnya di mana digunakan untuk menambah momentum dalam ayunan. Dalam sejarah suku-suku pemenggal kepala, kampilan dapat memotong leher lawan dengan hanya sekali tebas.

Hulu atau pegangan, dibuat agak panjang untuk memungkinkan keseimbangan dengan panjangnya bilah, oleh karena itu kampilan bisa digunakan dengan dua tangan. Kebanyakan hulu terbuat dari kayu keras, tidak begitu banyak variasi dalam bentuknya, semua mempunyai pelindung tangan yang disebut sampak dan bagian ujung hulu seperti rahang buaya yang sedang menganga, ada yang mengatakan bahwa bentuk tersebut adalah bentukan ekor sejenis burung yang ada di Filipina. Beberapa suku di Filipina memasang rambut binatang pada ujung hulu tersebut (bandingkan dengan mandau Kalimantan).

Sarung Kampilan berbentuk sederhana, terbuat dari dua papan kayu yang diberikan coakan pada bagian tengahnya kemudian ditelangkupkan dan diikat dengan rotan.

Sejarah

Kampilan pertama kali disebutkan dalam laporan tentang perjalanan Ferdinand Magellan. Laporan Pertempuran Mactan pada tanggal 27 April 1521 itu disebutkan bahwa kepala suku Filipina, Datu Lapu-lapu (c. 1484, † oleh 1564) berperang melawan Magellan menggunakan Kampilan dan menyebabkan Magellan tewas dalam pertempuran ini.

Referensi

  • Albert G. van Zonneveld: Traditional weapons of the Indonesian archipelago. Verlag C. Zwartenkot Art Books, 2001, ISBN 978-90-5450-004-9, Seite 60.
  • William Henry Scott: Barangay: sixteenth-century Philippine culture and society. Verlag Ateneo de Manila University Press, 1994, ISBN 978-971-550-135-4.

Pranala luar

Senjata tradisional, pelindung, dan senjata berbasis bubuk mesiu wilayah Indonesia
Senjata tradisional
Pedang
Belati & pisau
Perimbas & parang
Senjata hantam
Senjata galah atau tombak
Senjata lentur
Senjata lainnya
Keris display
Meriam perunggu isian belakang dan garuda kayu
Peurise teumaga
Senjata berbasis Mesiu
Senjata api
Meriam
Dari nama
Pelindung dan pakaian
Perisai
Zirah
Helm


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan