Selasa, 20 Oktober 2026
02:31 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Pertempuran Mactan

Bagikan:
Pertempuran Mactan
Tanggal27 April 1521
Lokasi
Hasil Kematian Fernando de Magelhaens, kemenangan Lapu-Lapu dan penduduk Visayas di Mactan
Pihak yang terlibat
Penjelajah Spanyol penduduk asli Visayas di Mactan
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Fernao de Magalhaes† Lapu-Lapu
Kekuatan
49 orang termasuk de Magelhaens di pesisir, setidaknya 11 orang lain di kapal approx. 1.500
Korban jiwa dan kerugian
3 terbunuh, termasuk Magelhaens Tak diketahui, mungkin lebih besar

Pertempuran Mactan terjadi di Filipina pada tanggal 21 April 1521. Pasukan Lapu-Lapu, kepala suku Mactan, mengalahkan pasukan Spanyol di bawah pimpinan Fernando de Magelhaens, yang terbunuh dalam perang itu.

Latar belakang

Pada abad ke-15, para penjelajah Portugis telah menemukan jalan ke semua kesultanan Islam yang memegang jalur perdagangan ke Kepulauan Rempah-Rempah di Asia Tenggara, setelah melewati Tanjung Harapan di Afrika dan Samudra Hindia.

Selama masa ini, bangsa Portugis menjaga peta agar tetap rahasia, sebab geografi adalah kunci kekuasaan pada masa itu.

Fernão de Magalhães ditugaskan oleh kuasa Portugis di Goa, India untuk latihan militer di usia 20 tahun, dan segera takjub bahwa geografi adalah kunci kekayaan di Asia Tenggara. Setelah perjalanan ke sana, ia membuat surat perjanjian pada seorang pembantu Melayu, Enrique, untuk menjadi penerjemahnya selama perjalanannya keliling dunia. Enrique sebenarnya diambil dari kampung halamannya di Filipina, menjadi budak di Sumatra, dibawa ke Malaka, lalu dibaptis.

Kedatangan Spanyol

Setiba di Pulau Homonhon pada tanggal 16 Maret 1521, ia bertemu dengan Rajah Calambu dari Limasawa, yang memandunya ke Cebu pada tanggal 7 April. Melaluinya penerjemahnya Enrique, Rajah Humabon dari Cebu menjadi Sekutu. Karena takjub dengan 12 meriam dan 50 panah silang milik de Magelhaens, Rajah Humabon meminta de Magelhaens untuk mengalahkan Lapu-Lapu dari Mactan.

Kekalahan Spanyol

de Magelhaens menyebarkan 48 pasukan lapis baja, kurang dari separuh anak buahnya, dengan panah silang dan senapan, tetapi tak bisa mendarat di Mactan. ABK-nya harus menyeberangi ombak untuk mendarat. 8 ABK terbunuh. Antonio Pigafetta, seorang cadangan dalam perjalanan itu yang kemudian kembali ke Sevilla, Spanyol mencatat bahwa Lapu-Lapu setidaknya memiliki 1500 prajurit dalam pertempuran itu.

de Magelhaens terluka di kaki, saat masih di perairan. Saat kembali, para ABK mencatat bahwa ketuanya dikelilingi oleh para prajurit itu.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan