Jumat, 06 November 2026
05:37 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Plastron

Plastron

Bagikan:
250px-15th_century_Gothic_breastplate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plastron gotik dari abad ke-15.

Plastron atau lemena adalah pakaian yang dikenakan pada dada untuk melindungi bagian tubuh tersebut, atau sebagai penanda status seseorang. Pada peperangan Abad Pertengahan, plastron adalah bagian dari zirah yang menutupi bagian dada. Pakaian ini sudah dikenal sejak Era Klasik, biasanya dibuat dari kulit, perunggu, atau besi. Di Eropa sekitar abad ke-11, penggunaannya mulai jarang sejak para kesatria lebih memilih untuk menggunakan zirah rantai dalam bentuk baju halkah.[1] Lempeng pelindung dada populer kembali pada abad ke-13 dalam bentuk kuiras atau sebagai lempeng logam yang dijahit langsung pada pakaian kesatria yang disebut surkot.[1]

Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 memproduksi plastron, yang disebut karambalangan. Orang yang terkenal menggunakan plastron jenis ini adalah Gajah Mada, yang dilaporkan oleh patih Sunda mengenakan karambalangan berhias timbul dari emas, bersenjata tombak berlapis emas, dan perisai penuh dengan hiasan dari intan berlian.[2][3] Dalam Kidung Sunda pupuh 2 bait 85 dijelaskan bahwa mantri-mantri (berarti menteri atau perwira) Gajah Mada mengenakan baju besi dalam bentuk zirah rantai atau plastron dengan hiasan emas dan mengenakan pakaian kuning.[4]: 103 

Plastron suku Indian pada abad ke-19 dibuat dari kerang India Barat, dibawa ke New York sebagai balas (tolak bahara) dan dijual kepada bangsa Indian di hilir sungai Missouri. Popularitasnya berkembang setelah diciptakan oleh suku Comanche tahun 1854. Plastron ini rapuh dan mahal untuk dianggap sebagai zirah, sehingga cenderung dianggap simbol kemakmuran selama depresi ekonomi di kalangan suku Indian padang rumput setelah banyak bison diburu.[5]

== Lihat juga ==çok güzêl yaratıklar 09⁹2c2cfd êv insannar

Catatan kaki

  1. 1 2 Walker, Paul F (2013). The history of armour 1100-1700. Crowood press. hlm. 36–38. ISBN 9781847974525.
  2. ↑ Berg, Kindung Sundāyana (Kidung Sunda C), Soerakarta, Drukkerij “De Bliksem”, 1928.
  3. ↑ Nugroho, Irawan Djoko (6 Agustus 2018). "Baju Baja Emas Gajah Mada". Nusantara Review. Diakses tanggal 14 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Berg, C. C., 1927, Kidung Sunda. Inleiding, tekst, vertaling en aanteekeningen, BKI LXXXIII : 1-161.
  5. ↑ David E. Jones (2004). Native North American Armor, Shields, and Fortifications. Austin, TX: University of Texas. hlm. 42–44. ISBN 0-292-70170-5.
Ikon rintisan

Artikel bertopik zirah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan