Kamis, 15 Oktober 2026
10:05 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Kantong teh

Kantong teh

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Kantong teh (disambiguasi).
250px-Tea_bag.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kantung teh yang diangkat dari secangkir teh hangat
250px-Teebeutel_Polylactid_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantung teh berbentuk tetrahedron yang terbuat dari polilaktida (PLA), sebuah bioplastik, yang ditampilkan di sini diisi dengan daun pepermin kering
250px-Tea_bags.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tiga teh berbeda dalam kantung teh

Kantong teh adalah sebuah kemasan kecil, berpori dan tersegel yang diisi dengan bahan tumbuhan kering. Biasanya, kantong tersebut diisi dengan daun teh (Camellia sinensis), tetapi istilah tersebut juga ditujukan kepada teh herbal yang terbuat dari herbal atau rempah-rempah. Kantong teh umumnya terbuat dari kertas filter atau plastik layak pangan, atau terkadang sutra. Kantong teh dicelupkan ke dalam air untuk membuat teh atau infusi.

Sejarah

Pengemasan teh dalam kertas telah ada di Tiongkok pada zaman dinasti Tang pada abad ke-8, saat kertas dilipat dan dibentuk kantong persegi untuk menyajikan rasa dan aroma teh. Kemudian, kantong teh kertas tersebut dijahit dari semua sudut untuk menciptakan pemasangan perlindungan untuk daun teh.[1][2][3]

Kantong teh modern pertama di Dunia Barat adalah kantung kain buatan tangan; paten kantung teh telah ada pada awal 1903.[4] Mula-mula muncul secara komersial pada sekitar tahun 1904, kantong teh sukses dipasarkan pada sekitar tahun 1908 oleh pengimpor teh dan kopi Thomas Sullivan asal New York, yang mengirim kantung-kantung teh sutranya ke seluruh dunia.[5] Teh tersebut ditujukan untuk dikeluarkan dari kantung tersebut oleh para pelanggannya, tetapi mereka menyadari bahwa akan lebih mudah untuk mencelup teh dengan keadaan teh yang masih tertutup dalam kantung berpori.[6] Mesin pengemasan kantong teh pertama ditemukan pada 1929 oleh Adolf Rambold untuk perusahaan Jerman Teekanne.[7]

Referensi

  1. ↑ Tsien, Tsuen-Hsuin (1985). Paper and Printing. Joseph Needham, Science and Civilisation in China, Chemistry and Chemical Technology. Vol. Vol. 5 part 1. Cambridge University Press. hlm. 122.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  2. ↑ "Facts About Tea Bags". Darjeerling Tea Boutique.
  3. ↑ Lloyd, Christopher (2009). What on Earth Happened?... in Brief: The Planet, Life and People from the Big Bang to the Present Day. Bloomsbury Publishing. ISBN 978-1408802168.
  4. ↑ "Tea-leaf holder". USPTO. Diakses tanggal 25 Oktober 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) US patent 723287 was issued on MAR. 24, 1903 to R. G.LAWSON & M. McLAREN for a 'novel tea-holding pocket constructed of open-mesh woven fabric, inexpensively made of cotton thread'.
  5. ↑ Begley, Sarah (3 September 2015). "The History of the Tea Bag". Time (dalam bahasa Inggris).{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Editors, Time-Life (1991). Inventive Genius. New York: Time-Life Books. hlm. 99. ISBN 0-8094-7699-1.{{cite book}}: |last= memiliki nama generik
  7. ↑ Rexing, Bernd (2011-05-14). "14. Mai 1996 - Teebeutel-Entwickler Adolf Rambold stirbt" (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2018-08-03.
Varietas
umum
Teh hitam
Teh oolong
Wuyi
Teh hijau
Teh putih
Teh kuning
Teh fermentasi
Teh campuran atau
beraroma
Umum
Budaya
Kebiasaan
Area
Per negara
Sejarah
Penyiapan
Kesehatan
Minuman
berbasis teh
Lihat pula
Teh herbal
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan