Selasa, 20 Oktober 2026
06:20 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Budaya teh

Budaya teh

Bagikan:
330px-Japanese_tea_ceremony_20100502_Japan_Matsuri_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang wanita Jepang sedang melakukan upacara minum teh.

Budaya teh, pengertiannya adalah cara membuat teh dan mengonsumsinya, cara orang berinteraksi dengan teh dan estetika seputar minum teh.

Teh memainkan peran penting di beberapa negara. Biasanya dikonsumsi di acara-acara sosial dan banyak budaya telah menciptakan upacara formal yang rumit untuk acara-acara minum teh. Afternoon tea (teh sore) merupakan tradisi di Inggris dengan daya tarik yang luas. Upacara minum teh, dengan akarnya pada budaya teh Tiongkok, berbeda di antara negara-negara Asia Timur lainnya, seperti Jepang atau versi Korea. Teh, mungkin sangat berbeda dalam cara penyajiannya, seperti di Tibet, minuman biasanya diseduh dengan garam dan mentega untuk meningkatkan cita rasanya.[1] Teh dapat diminum dalam pertemuan pribadi kecil (pesta teh) atau di depan umum (kedai teh yang dirancang untuk interaksi sosial).

Imperium Britania menyebarkan interpretasi tehnya sendiri ke wilayah kekuasaan dan koloninya, termasuk Hong Kong, India dan Pakistan, yang sudah memiliki tradisi teh sendiri sebelumnya, serta wilayah seperti Afrika Timur (Kenya, Tanzania dan Uganda) serta Pasifik (Australia dan Selandia Baru) yang tidak memiliki kebiasaan minum teh. Kedai teh dapat ditemukan di Amerika Serikat, Irlandia dan di banyak kota negara-negara persemakmuran.

Setiap daerah menyukai jenis teh yang berbeda misalnya teh putih, kuning, hijau, oolong, teh hitam atau pasca-fermentasi (berwarna gelap) dan menggunakan perasa yang berbeda, seperti bumbu, susu atau gula. Suhu dan daya tahan teh juga sangat bervariasi.

Referensi

  1. ↑ Lu, Yu. Cha jing. Hua xia. ISBN 9787508040066.


Ikon rintisan

Artikel bertopik teh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan