Minggu, 20 September 2026
23:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Gelembung dot-com

Gelembung dot-com (bahasa Inggris:dot-com bubble) atau kadang-kadang disebut gelembung teknologi informasi[1] adalah gelembung spekulasi yang terjadi antara tahun 1998–2000 (berpuncak pada 10 Maret 2000 ketika NASDAQ mencapai 5132,52 poin) ketika bursa saham di negara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor Internet dan bidang-bidang yang terkait. Pesatnya pertumbuhan internet dimulai pada tahun 1993 dan berlangsung hingga tahun 1990-an [2] yang ditandai dengan teknologi world wide web yang semakin maju setelah dirilisnya versi pertama penjelajah web Mosaic.

Dampak dari Gelembung Teknologi Infomasi

Periode gelembung dot-com ditandai oleh didirikannya (dan berakhir dengan kegagalan usaha) perusahaan-perusahaan baru di bidang situs-situs Internet yang disebut perusahaan dot-com. Pemilik perusahaan mengalami kenaikan tajam pada harga saham dengan hanya menambah awalan atau akhiran .com pada nama perusahaan mereka. Praktik ini disebut salah seorang penulis sebagai investasi prefiks.[3]

Kombinasi dari meningkatnya harga saham secara cepat dan kepercayaan pasar bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan untung pada masa depan, spekulasi saham oleh individu, dan modal ventura yang dapat diperoleh secara mudah membuat investor melupakan indikator tradisional seperti rasio P/E rasio harga terhadap laba, dan lebih percaya terhadap kemajuan teknologi.

Manfaat Gelombang Teknologi Informasi

Gelombang teknologi informasi ini bermanfaat dalam memantau nilai saham yang dapat dilakukan dimana saja, sehingga memudahkan individu dalam melihat saham.[4]

Referensi

  1. James K. Galbraith and Travis Hale (2004). Income Distribution and the Information Technology Bubble Diarsipkan 2016-03-20 di Wayback Machine.. University of Texas Inequality Project Working Paper
  2. Indonesia, Data Lake (2025-10-03). "Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia". Data Lake Indonesia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-20.
  3. Nanotech Excitement Boosts Wrong Stock Diarsipkan 2020-11-11 di Wayback Machine., The Market by Mike Maznick, Techdirt.com, 4 Desember 2003
  4. Río, Alejandro Del (2025-11-20). "Gelembung dot-com: penyebab, kronologi, dampak, dan pelajaran yang dapat dipetik". Rural Caja. Diakses tanggal 2026-05-20.

Pranala luar

Pra-1000
Revolusi Perdagangan
(1000-1760)
Revolusi Industri
(1760–1840)
1840–1870
Revolusi Industri Kedua
(1870–1914)
Periode antarperang
(1918–1939)
1931–1973
Inflasi Hebat
(1973–1982)
Moderasi Hebat
(1982–2007)
Resesi Hebat
(2007–2013)
Revolusi Digital
(2013–sekarang)
1000–1760
1760–1840
18401870
1870–1914
1918–1939
1945–1973
1973–1982
1982–2007
2007–sekarang
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan