Minggu, 08 November 2026
21:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Demam emas

Demam emas

Bagikan:
330px-California_Clipper_500.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu pelayaran untuk kapal California yang menggambarkan peristiwa demam emas di Kalifornia pada tahun 1849.[1]

Demam emas adalah penemuan kandungan emas (kadang-kadang disertai dengan logam berharga dan mineral langka lainnya) yang membuat para penambang berduyun-duyun datang ke kawasan tersebut. Demam emas besar terjadi pada abad ke-19 di Australia, Selandia Baru, Brasil, Kanada, Afrika Selatan dan Amerika Serikat.

Kekayaan yang diperoleh dari demam emas terdistribusi secara luas akibat rendahnya biaya migrasi dan orang yang ingin mencari peruntungan dari demam emas ini tidak sulit untuk memulai kiprahnya. Walaupun penambangan emas sendiri tidak menguntungkan sebagian besar penggali dan pemilik tambang, beberapa orang menjadi kaya raya, sementara para pedagang dan penyedia layanan transportasi memperoleh keuntungan yang besar. Demam emas juga meningkatkan persediaan emas dunia dan mendorong perdagangan dan investasi global. Selain itu, demam emas membantu mendorong imigrasi besar-besaran yang sering kali berujung pada pendirian permukiman permanen di kawasan tersebut.

Demam emas biasanya dicirikan dengan semangat "bebas untuk semua", dan seorang individu dapat secara mendadak menjadi kaya raya, seperti yang diungkapkan dalam bentuk idealisme Mimpi Kalifornia.

Sejarah demam emas dapat ditilik kembali ke masa Kekaisaran Romawi; penambangan emas di Romawi telah dideskripsikan oleh sejarawan Diodorus Siculus dan Plinius yang Tua. Penambangan emas sendiri mungkin juga pernah dilakukan pada masa Mesir Kuno.

Contoh

Catatan kaki

  1. ↑ Ralph K. Andrist (2015). The Gold Rush. New Word City. hlm. 29.
1000–1760
1760–1840
1840–1870
1870–1914
1918–1939
1945–1973
1973–1982
1982–2007
2007–sekarang
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gold rushes.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan