Kamis, 05 November 2026
03:39 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Krisis di Venezuela

Krisis di Venezuela

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang krisis sosioeconomi dan politik di Venezuela. Untuk krisis presidensial 2019, lihat krisis presidensial Venezuela 2019. Untuk krisis lain di Venezuela, lihat Krisis Venezuela (disambiguasi).
Crisis in Venezuela
330px-Protesters_in_front_of_police..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Venezuelan_eating_from_garbage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Escasez_en_Venezuela%2C_Central_Madeirense_8.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail250px-People_lines_in_Venezuela.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal2 Juni 2010[1] — sekarang
(16tahun, 5bulan, 1minggu dan 2hari)
Tokoh utama

Sebuah krisis politik sosioekonomi yang dimulai di Venezuela pada masa kepresidenan Hugo Chávez, telah berlanjut pada masa kepresidenan Nicolás Maduro. Peristiwa tersebut ditandai oleh hiperinflasi, peningkatan kelaparan, penyakit, kejahatan dan tingkat kematian, dan imigrasi masif dari negara tersebut.[2] Keadaan tersebut adalah krisis ekonomi terburuk dalam sejarah Venezuela dan terburuk yang dihadapi negara yang tak mengalami perang sejak pertengahan abad kedua puluh.[3][4][5] Dalam perbandingan krisis-krisis pada zaman dulu, krisis di Venezuela lebih parah ketimbang Amerika Serikat pada Depresi Besar, krisis ekonomi Brasil 1985-94, krisis hiperinflasi Zimbabwe 2008-09 atau Rusia, Kuba dan Albania setelah keruntuhan Uni Soviet.[5][6]

Catatan

Referensi

  1. ↑ "Chávez declara "guerra económica" a burguesía en Venezuela". El Universo (dalam bahasa Spanyol). 2010. Diakses tanggal 16 Juli 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    * Ellsworth, Brian (14 Februari 2012). "Insight: Post-election hangover looms for Venezuela economy". Reuters. Diakses tanggal 22 Februari 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Larmer, Brook (1 November 2018). "What 52,000 Percent Inflation Can Do to a Country". New York Times. Diakses tanggal 2 November 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Salmerón, Víctor (21 Februari 2018). "¿Qué dice la Encovi 2017 sobre la calidad de vida de los venezolanos?". Prodavinci (dalam bahasa Spanish). Diakses tanggal 23 Maret 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Biller, David and Patricia Laya (9 April 2019). "Venezuela unemployment nears that of war-ruined Bosnia, IMF says". Bloomberg. Diakses tanggal 9 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Kurmanaev, Anatoly (2019-05-17). "Venezuela's Collapse Is the Worst Outside of War in Decades, Economists Say". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2019-05-18. Venezuela's fall is the single largest economic collapse outside of war in at least 45 years, economists say. ... economists say, the poor governance, corruption and misguided policies of President Nicolás Maduro and his predecessor, Hugo Chávez, have fueled runaway inflation, shuttered businesses and brought the country to its knees. ... most independent economists say the recession began years before the sanctions, ...
  6. ↑ Krauze, Enrique (8 Maret 2018). "Hell of a Fiesta". New York Review of Books. Diakses tanggal 23 April 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    * Goodman, Joshua and Luis Alonso Lugo (19 April 2018). "US officials: 16 nations agree to track Venezuela corruption". The Washington Post. ISSN 0190-8286. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 20 April 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan