Selasa, 03 November 2026
09:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Blokade Nepal 2015

Blokade Nepal 2015

Bagikan:
250px-Line_of_gas_cylinder_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kekurangan bensin memicu krisis bahan bakar selama blokade.

Blokade Nepal 2015 yang dimulai pada tanggal 23 September 2015 adalah krisis ekonomi dan kemanusiaan yang memengaruhi Nepal dan ekonominya. Pemerintah Nepal menuduh bahwa India telah melakukan blokade.[1] India menampik tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kekurangan persediaan dipicu oleh demonstrasi Madheshi di Nepal. Namun, sedikitnya jumlah truk bahan bakar yang masuk di perbatasan memperkuat tuduhan bahwa India telah melakukan blokade.[2]

Sebagai negara yang terkurung daratan, Nepal mengimpor semua persediaan bahan bakarnya dari India. Kurang lebih 300 truk bahan bakar masuk dari India setiap harinya. Jumlahnya berkurang menjadi hanya 5-10 truk bahan bakar per hari semenjak krisis berlangsung, meskipun pengiriman barang yang habis sekali pakai seperti buah-buahan dan sayur-sayuran masih diperbolehkan.[3] Blokade ini telah mencekik impor bahan bakar dan juga obat-batan dan benda-benda lainnya yang diperlukan pasca bencana gempa bumi.[4]

Latar belakang

Akar masalah dari blokade ini adalah permintaan otonomi dari kaum Madheshi (yang didukung oleh India)[5] yang berlawanan dengan permintaan dua kelompok lainnya. Kelompok etnis Tharu dan Kiranti telah melancarkan bandh (demonstrasi umum/blokade) dan meminta otonomi penuh dari Kathmandu. Kelompok Madheshi sudah beberapa kali bentrok dengan demonstran Tharu dan aparat pemerintah.[6][7]

Catatan kaki

  1. ↑ "Nepal PM Wants India to Lift Undeclared Blockade". Diakses tanggal 2016-09-12.
  2. ↑ http://www.bbc.com/hindi/india/2015/12/151209_nepal_blockade_and_india_sr BBC Hindi Title"नेपाल सीमा पर 14 किलोमीटर लंबा जाम" 10 December 2015
  3. ↑ http://kathmandupost.ekantipur.com/news/2015-10-05/ioc-refuses-to-provide-fuel-despite-assurances.html Kathmandu Post Title"IOC refuses to provide fuel despite assurances" 4 October 2015
  4. ↑ Arora, Vishal. "R.I.P., India's Influence in Nepal". www.thediplomat.com. The Diplomat. Diakses tanggal 30 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Who are the Madhesis, why are they angry?". 2015-10-05. Diakses tanggal 2016-09-12.
  6. ↑ "The Federal Map That Madhesis and Tharus Want".
  7. ↑ "The Kathmandu Post :: Limbuwan committee enforces vehicular strike".
Pra-1000
Revolusi Perdagangan
(1000-1760)
Revolusi Industri
(1760–1840)
1840–1870
Revolusi Industri Kedua
(1870–1914)
Periode antarperang
(1918–1939)
1931–1973
Inflasi Hebat
(1973–1982)
Moderasi Hebat
(1982–2007)
Resesi Hebat
(2007–2013)
Revolusi Digital
(2013–sekarang)
Nepal

Artikel bertopik Nepal ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan