Senin, 21 September 2026
04:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Europium

Europium

unsur kimia dengan lambang Eu dan nomor atom 63

63Eu
Europium
250px-Europium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Europium yang sedikit teroksidasi, berukuran 6×16 mm
250px-Europium_spectrum_visible.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Garis spektrum europium
Sifat umum
Pengucapan
  • /êuropium/[1]
  • /èuropium/
Penampilanputih keperakan, dengan warna kuning pucat;[2] tetapi jarang terlihat tanpa perubahan warna oksida
Europium dalam tabel periodik
Perbesar gambar

63Eu
Hidrogen Helium
Litium Berilium Boron Karbon Nitrogen Oksigen Fluorin Neon
Natrium Magnesium Aluminium Silikon Fosforus Belerang Klorin Argon
Kalium Kalsium Skandium Titanium Vanadium Kromium Mangan Besi Kobalt Nikel Tembaga Seng Galium Germanium Arsen Selenium Bromin Kripton
Rubidium Stronsium Itrium Zirkonium Niobium Molibdenum Teknesium Rutenium Rodium Paladium Perak Kadmium Indium Timah Antimon Telurium Iodin Xenon
Sesium Barium Lantanum Serium Praseodimium Neodimium Prometium Samarium Europium Gadolinium Terbium Disprosium Holmium Erbium Tulium Iterbium Lutesium Hafnium Tantalum Wolfram Renium Osmium Iridium Platina Emas Raksa Talium Timbal Bismut Polonium Astatin Radon
Fransium Radium Aktinium Torium Protaktinium Uranium Neptunium Plutonium Amerisium Kurium Berkelium Kalifornium Einsteinium Fermium Mendelevium Nobelium Lawrensium Ruterfordium Dubnium Seaborgium Bohrium Hasium Meitnerium Darmstadtium Roentgenium Kopernisium Nihonium Flerovium Moskovium Livermorium Tenesin Oganeson


Eu

Am
samariumeuropiumgadolinium
Lihat bagan navigasi yang diperbesar
Nomor atom (Z)63
Golongangolongan n/a
Periodeperiode 6
Blokblok-f
Kategori unsur  lantanida
Berat atom standar(Ar)
  • 151,964±0,001
  • 151,96±0,01 (diringkas)
Konfigurasi elektron[Xe] 4f7 6s2
Elektron per kelopak2, 8, 18, 25, 8, 2
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)padat
Titik lebur1099 K(826 °C,1519 °F)
Titik didih1802 K(1529 °C,2784 °F)
Kepadatanmendekati s.k.5,264 g/cm3
saat cair, pada t.l.5,13 g/cm3
Kalor peleburan9,21 kJ/mol
Kalor penguapan176 kJ/mol
Kapasitas kalor molar27,66 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 863 957 1072 1234 1452 1796
Sifat atom
Bilangan oksidasi0,[3] +2, +3 (oksida agak basa)
ElektronegativitasSkala Pauling: 1,2
Energi ionisasike-1: 547,1 kJ/mol
ke-2: 1085 kJ/mol
ke-3: 2404 kJ/mol
Jari-jari atomempiris:180 pm
Jari-jari kovalen198±6 pm
Lain-lain
Kelimpahan alamiprimordial
Struktur kristalkubus berpusat badan (bcc)
Struktur kristal Body-centered cubic untuk europium
Ekspansi kalorpoli: 35,0 µm/(m·K)(pada s.k.)
Konduktivitas termalest. 13,9 W/(m·K)
Resistivitas listrikpoli: 0,900 µΩ·m(pada s.k.)
Arah magnetparamagnetik[4]
Suseptibilitas magnetik molar+34.000,0×10−6 cm3/mol[5]
Modulus Young18,2 GPa
Modulus Shear7,9 GPa
Modulus curah8,3 GPa
Rasio Poisson0,152
Skala Vickers165–200 MPa
Nomor CAS7440-53-1
Sejarah
Penamaandari Eropa
Penemuan dan isolasi pertamaE. Demarçay(1896,1901)
Isotop europium yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
150Eu sintetis 36,9 thn ε 150Sm
151Eu 47,8% 5×1018 thn α 147Pm
152Eu sintetis 13,54 thn ε 152Sm
β 152Gd
153Eu 52,2% stabil
154Eu sintetis 8,59 thn β 154Gd
155Eu sintetis 4,76 thn β 155Gd
|referensi|di Wikidata

Europium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Eu dan nomor atom 63. Europium merupakan logam berwarna putih keperakan dari deret lantanida yang mudah bereaksi dengan udara sehingga membentuk lapisan oksida berwarna gelap. Europium adalah unsur yang paling reaktif secara kimia, paling ringan, dan paling lunak di antara unsur-unsur lantanida. Logam ini cukup lunak sehingga dapat dipotong dengan pisau. Europium ditemukan pada tahun 1896 dan untuk sementara diberi nama Σ; pada tahun 1901, unsur ini dinamai berdasarkan Eropa.[6] Europium biasanya memiliki bilangan oksidasi +3, seperti anggota deret lantanida lainnya, tetapi senyawa dengan bilangan oksidasi +2 juga umum ditemukan. Semua senyawa europium dengan bilangan oksidasi +2 bersifat sedikit reduktif karena cenderung teroksidasi menjadi keadaan +3 yang lebih stabil. Europium tidak memiliki peran biologis yang signifikan, tetapi relatif tidak beracun dibandingkan logam berat lainnya. Sebagian besar penggunaan europium memanfaatkan sifat fosforesensi dari senyawa-senyawanya. Europium merupakan salah satu unsur tanah jarang yang paling langka di Bumi.[7]

Etimologi

Penemunya, Eugène-Anatole Demarçay, menamai unsur ini berdasarkan nama benua Eropa.[6]

Sifat fisik

250px-Eu-Block.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sekitar 300 g europium murni 99,998% berbentuk dendritik hasil sublimasi, ditangani di dalam kotak sarung tangan
250px-Europium_on_air_oxidized.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Europium yang telah teroksidasi, dilapisi oleh europium(II) karbonat berwarna kuning

Europium adalah logam yang ulet, dengan tingkat kekerasan yang mirip dengan timbal. Europium mengkristal dalam struktur kisi kubus berpusat-badan.[8] Di antara unsur-unsur lantanida, europium bersama iterbium, memiliki volume terbesar per mol logam. Pengukuran magnetik menunjukkan bahwa hal ini merupakan akibat dari kedua logam tersebut yang secara efektif bersifat divalen, sedangkan unsur-unsur lantanida lainnya merupakan logam trivalen.[8]:1700

Sifat kimia

Kimia europium secara umum merupakan kimia khas unsur lantanida, tetapi europium adalah lantanida yang paling reaktif.[8]:1703 Europium dengan cepat mengalami oksidasi di udara, bahkan oksidasi pada seluruh bagian sampel berukuran sekitar satu sentimeter dapat terjadi dalam beberapa hari.[9] Reaktivitasnya terhadap air sebanding dengan kalsium, dengan reaksi:

2 Eu + 6 H2O → 2 Eu(OH)3 + 3 H2

Karena reaktivitasnya yang tinggi, sampel europium padat jarang memiliki tampilan mengilap seperti logam europium yang baru, bahkan ketika dilapisi dengan lapisan pelindung berupa minyak mineral. Europium dapat terbakar di udara pada suhu 150–180 °C dan membentuk europium(III) oksida:[10]

4 Eu + 3 O2 → 2 Eu2O3

Europium mudah larut dalam asam sulfat encer dan menghasilkan larutan berwarna merah muda pucat[11] yang mengandung ion [Eu(H2O)9]3+:

2 Eu + 3 H2SO4 + 18 H2O → 2 [Eu(H2O)9]3+ + 3 SO2−4 + 3 H2

Eu(II) vs. Eu(III)

Meskipun biasanya berada dalam bilangan oksidasi +3, europium dengan mudah membentuk senyawa dalam bilangan oksidasi +2. Sifat ini tidak umum pada sebagian besar lantanida, yang hampir selalu membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +3. Bilangan oksidasi +2 pada europium memiliki konfigurasi elektron 4f7, karena kulit-f yang terisi setengah memberikan kestabilan yang lebih besar. Dalam hal ukuran dan bilangan koordinasi, europium(II) memiliki kemiripan dengan barium(II). Sulfat dari barium and europium(II) juga sama-sama sangat sukar larut dalam air.[12] Europium divalen merupakan agen pereduksi lemah dan dapat teroksidasi oleh udara menjadi senyawa Eu(III). Dalam kondisi anaerob, terutama pada lingkungan geotermal, bentuk divalen ini cukup stabil sehingga cenderung masuk ke dalam mineral kalsium dan unsur-unsur alkali tanah lainnya. Proses pertukaran ion ini menjadi dasar terjadinya "anomali europium negatif", yaitu rendahnya kandungan europium dalam banyak mineral lantanida seperti monasit dibandingkan dengan kelimpahan yang diperkirakan berdasarkan komposisi kondrit. Bastnäsit cenderung menunjukkan anomali europium negatif yang lebih kecil dibandingkan monasit dan karena itu saat ini menjadi sumber utama europium. Pengembangan metode yang mudah untuk memisahkan europium divalen dari lantanida lainnya yang bersifat trivalen membuat europium dapat diperoleh meskipun terdapat dalam konsentrasi rendah, sebagaimana biasanya ditemukan di alam.[13]

Senyawa

Artikel utama: Senyawa europium
250px-Eu-sulfate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Europium(III) sulfat, Eu2(SO4)3
250px-Eu-sulfate-luminescence.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Europium(III) sulfat berfluoresensi merah ketika terkena sinar ultraungu

Senyawa europium cenderung berada dalam bilangan oksidasi trivalen (+3) pada sebagian besar kondisi. Umumnya, senyawa-senyawa ini memiliki Eu(III) yang berikatan dengan 6–9 ligan donor oksigen. Sulfat, nitrat, dan klorida Eu(III) larut dalam air atau pelarut organik polar. Kompleks europium yang bersifat lipofilik sering memiliki ligan yang mirip dengan asetilasetonat, seperti EuFOD.

Halida

Logam europium bereaksi dengan semua unsur halogen:

2 Eu + 3 X2 → 2 EuX3 (X = F, Cl, Br, I)

Reaksi ini menghasilkan europium(III) fluorida (EuF3) berwarna putih, europium(III) klorida (EuCl3) berwarna kuning, europium(III) bromida (EuBr3) berwarna abu-abu,[14] dan europium(III) iodida (EuI3) yang tidak berwarna. Europium juga membentuk dihalida yang sesuai, yaitu europium(II) fluorida (EuF2) berwarna kuning kehijauan, europium(II) klorida (EuCl2) yang tidak berwarna (tetapi menunjukkan fluoresensi biru terang di bawah sinar UV),[15] europium(II) bromida (EuBr2) yang tidak berwarna, dan europium(II) iodida (EuI2) berwarna hijau.[8]

Kalkogenida dan pniktida

Europium membentuk senyawa stabil dengan semua unsur kalkogen, tetapi kalkogen yang lebih berat (S, Se, dan Te) cenderung menstabilkan bilangan oksidasi yang lebih rendah. Tiga jenis oksida europium yang diketahui adalah europium(II) oksida (EuO), europium(III) oksida (Eu2O3), dan oksida valensi campuran Eu3O4, yang mengandung Eu(II) dan Eu(III). Selain itu, kalkogenida utama europium adalah europium(II) sulfida (EuS), europium(II) selenida (EuSe), dan europium(II) telurida (EuTe): ketiganya merupakan padatan berwarna hitam. Europium(II) sulfida dibuat dengan mereaksikan oksida europium dengan belerang pada suhu yang cukup tinggi untuk menguraikan Eu2O3:[16]

Eu2O3 + 3 H2S → 2 EuS + 3 H2O + S

Nitrida utama europium adalah europium(III) nitrida (EuN).

Isotop

Artikel utama: Isotop europium

Europium yang terdapat secara alami terdiri dari dua isotop, yaitu 151Eu dan 153Eu, yang terdapat dalam jumlah yang hampir sama. Isotop 153Eu sedikit lebih melimpah, dengan kelimpahan alami sekitar 52,2%. Meskipun 153Eu stabil, 151Eu ternyata tidak sepenuhnya stabil terhadap peluruhan alfa, dengan waktu paruh sekitar 4,6×1018 tahun.[17] Hal ini menyebabkan sekitar satu peluruhan alfa setiap dua menit pada setiap kilogram europium alami. Selain radioisotop alami 151Eu, telah diketahui 39 radioisotop europium buatan, mulai dari 130Eu hingga 170Eu.[18][19] Isotop-isotop yang paling stabil di antaranya adalah 150Eu dengan waktu paruh 36,9 tahun, 152Eu dengan waktu paruh 13,516 tahun, 154Eu dengan waktu paruh 8,592 tahun, dan 155Eu dengan waktu paruh 4,742 tahun. Semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 100 hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 3 menit.

Unsur ini juga memiliki 27 keadaan metastabil. Yang paling stabil di antaranya adalah 150mEu dengan waktu paruh 12,8 jam, 152m1Eu dengan waktu paruh 9,3116 jam, dan 152m5Eu dengan waktu paruh 96 menit.[18] Mode peluruhan utama untuk isotop yang lebih ringan daripada 153Eu adalah penangkapan elektron yang menghasilkan isotop-isotop samarium. Sementara itu, isotop yang lebih berat daripada 153Eu terutama mengalami peluruhan beta minus yang menghasilkan isotop-isotop gadolinium.

Europium sebagai produk fisi nuklir

Nuklida t½ Hasil Q[n 1] βγ (a) (%)[n 2] (keV) 155Eu 4,740,0803[n 3]252 βγ 85Kr 10,730,2180[n 4]687 βγ 113mCd 13,90,0008[n 3]316 β 90Sr 28,914,5052826[n 5] β 137Cs 30,046,3371176 βγ 121mSn 43,90,00005390 βγ 151Sm 94,60,5314[n 3]77 β
  1. Energi peluruhan terbagi di antara β, ν, dan γ, jika ada.
  2. Per 65 peristiwa fisi neutron termal pada 235U dan 35 pada 239Pu.
  3. 1 2 3 Racun neutron; dalam reaktor termal, sebagian besar dihancurkan melalui penangkapan neutron lebih lanjut.
  4. Kurang dari 1/4 produk pembelahan atom bermassa 85, karena sebagian besar tidak melalui keadaan dasar, melainkan mengikuti jalur: 85Br → 85mKr → 85Rb.
  5. Memiliki energi peluruhan sebesar 546 keV; produk peluruhannya, 90Y memiliki energi peluruhan sebesar 2,28 MeV dengan percabangan emisi sinar gama yang lemah.

Europium dapat dihasilkan melalui fisi nuklir. Isotop 155Eu (waktu paruh 4,742 tahun) memiliki hasil fisi sebesar 0,033% dari 235U yang mengalami fisi akibat neutron termal.[20] Hasil fisi isotop-isotop europium relatif rendah karena isotop tersebut berada di dekat batas atas rentang massa produk fisi.

Seperti halnya lantanida lainnya, banyak isotop europium memiliki penampang lintang penangkapan neutron yang tinggi, bahkan sering kali cukup tinggi sehingga dapat bertindak sebagai racun neutron.[butuh rujukan]

Penampang lintang penangkapan neutron termal[butuh rujukan]
Isotop 151Eu152Eu153Eu154Eu155Eu
Hasil
[butuh klarifikasi]
~10rendah1580>2,5330
Barn 5.90012.8003121.3403.950

151Eu merupakan produk peluruhan beta dari 151Sm. Isotop 151Sm tidak termasuk dalam hasil fisi yang disebutkan di atas. Namun, karena 151Sm memiliki waktu paruh yang panjang dan waktu rata-rata yang singkat sebelum menangkap neutron, sebagian besar 151Sm akhirnya berubah menjadi 152Sm melalui penangkapan neutron.

152Eu (waktu paruh 13,517 tahun) dan 154Eu (waktu paruh 8,592 tahun) tidak dapat terbentuk melalui peluruhan beta karena 152Sm dan 154Sm merupakan isotop yang tidak radioaktif. Namun, 154Eu merupakan satu-satunya nuklida "berperisai" berumur panjang, selain 134Cs, yang memiliki hasil fisi lebih dari 2,5 ppm fisi.[21] Jumlah 154Eu yang lebih besar dihasilkan melalui aktivasi neutron terhadap sebagian besar 153Eu yang bersifat nonradioaktif. Akan tetapi, berdasarkan nilai penampang lintangnya, sebagian besar 154Eu ini kemudian mengalami penangkapan neutron lebih lanjut dan diubah menjadi 155Eu dan 156Eu, yang pada akhirnya mengalami transformasi menjadi gadolinium.

Keterjadian

250px-Monazit_-_Mosambik%2C_O-Afrika.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monasit

Europium tidak ditemukan di alam sebagai unsur bebas. Banyak mineral mengandung europium, dengan sumber terpenting antara lain bastnäsit, monasit, xenotim, dan loparit-(Ce).[22]

Berkurang atau bertambahnya kandungan europium dalam mineral dibandingkan dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya dikenal sebagai anomali europium.[23] Europium sering digunakan dalam penelitian unsur renik pada bidang geokimia dan petrologi untuk memahami proses pembentukan batuan beku, yaitu batuan yang terbentuk dari pendinginan magma atau lava. Karakter anomali europium yang ditemukan dapat membantu merekonstruksi hubungan antara berbagai batuan dalam suatu kelompok batuan beku. Kelimpahan median europium di kerak Bumi adalah sekitar 2 ppm. Nilai kelimpahan unsur-unsur yang lebih jarang dapat bervariasi menurut lokasi hingga beberapa orde besaran.[24]

Europium divalen (Eu2+) dalam jumlah kecil berperan sebagai aktivator fluoresensi biru terang pada beberapa sampel mineral fluorit (CaF2). Reduksi dari Eu3+ menjadi Eu2+ dipicu oleh iradiasi dengan partikel berenergi tinggi.[25] Contoh yang paling terkenal berasal dari daerah sekitar Weardale dan wilayah di sekitarnya di Inggris bagian utara. Fluorit yang ditemukan di daerah tersebut menjadi dasar penamaan fenomena fluoresensi pada tahun 1852, meskipun baru jauh kemudian diketahui bahwa europium merupakan penyebabnya.[26][27][28][29]

Dalam astrofisika, keberadaan europium dalam spektrum bintang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan bintang serta membantu menjelaskan bagaimana dan di mana sebuah bintang terbentuk. Sebagai contoh, para astronom menggunakan perbandingan kadar europium terhadap besi pada bintang LAMOST J112456.61+453531.3 untuk mengusulkan bahwa proses akresi yang membentuk bintang tersebut terjadi pada tahap yang relatif akhir.[30]

Produksi

Europium berasosiasi dengan unsur-unsur tanah jarang lainnya, sehingga penambangannya dilakukan bersama dengan unsur-unsur tersebut. Pemisahan unsur-unsur tanah jarang dilakukan pada tahap pengolahan berikutnya. Unsur-unsur tanah jarang ditemukan dalam jumlah yang dapat ditambang pada mineral bastnäsit, loparit-(Ce), xenotim, dan monasit. in mineable quantities. Bastnäsit merupakan kelompok mineral fluorokarbonat dengan rumus Ln(CO3)(F,OH). Monasit merupakan kelompok mineral ortofosfat dengan rumus LnPO4 (Ln menunjukkan campuran semua unsur lantanida kecuali prometium). Loparit-(Ce) merupakan oksida, sedangkan xenotim merupakan ortofosfat (Y,Yb,Er,...)PO4. Monasit juga mengandung torium dan itrium, sehingga penanganannya menjadi lebih rumit karena torium dan produk peluruhannya bersifat radioaktif. Untuk mengekstraksi unsur dari bijih dan memisahkan masing-masing lantanida, telah dikembangkan berbagai metode. Pemilihan metode bergantung pada konsentrasi dan komposisi bijih, serta distribusi masing-masing lantanida dalam konsentrat yang dihasilkan. Pemanggangan bijih, kemudian dilanjutkan dengan pelindian menggunakan asam dan basa, digunakan terutama untuk menghasilkan konsentrat lantanida. Jika serium merupakan lantanida yang dominan, serium(III) diubah menjadi serium(IV) dan kemudian diendapkan. Pemisahan lebih lanjut melalui ekstraksi pelarut atau kromatografi pertukaran ion menghasilkan fraksi yang diperkaya europium. Fraksi ini kemudian direduksi menggunakan seng, seng/amalgam, elektrolisis, atau metode lainnya untuk mengubah europium(III) menjadi europium(II). Europium(II) bereaksi dengan cara yang mirip dengan logam alkali tanah, sehingga dapat diendapkan sebagai karbonat atau diendapkan bersama barium sulfat.[31] Logam europium dapat diperoleh melalui elektrolisis campuran EuCl3 dan NaCl (atau CaCl2) cair dalam sel grafit. Grafit digunakan sebagai katoda sekaligus anoda sesuai konfigurasi elektrolisis yang digunakan. Produk lainnya adalah gas klorin.[22][31][32][33][34]

Beberapa deposit besar menghasilkan atau pernah menghasilkan bagian yang signifikan dari produksi dunia. Deposit bijih besi Bayan Obo di Mongolia Dalam mengandung sejumlah besar bastnäsit dan monasit. Dengan perkiraan 36 juta ton oksida unsur tanah jarang, Bayan Obo merupakan deposit terbesar yang diketahui.[35][36][37] Aktivitas pertambangan di Bayan Obo menjadikan Tiongkok sebagai pemasok unsur tanah jarang terbesar pada tahun 1990-an. Namun, hanya sekitar 0,2% kandungan unsur tanah jarang di deposit tersebut yang berupa europium. Sumber unsur tanah jarang terbesar kedua antara 1965 hingga penutupannya pada akhir 1990-an adalah tambang tanah jarang Mountain Pass di California. Bastnäsit yang ditambang di sana sangat kaya akan unsur tanah jarang ringan (La-Gd, Sc, and Y) dan hanya mengandung sekitar 0,1% europium. Sumber besar lainnya adalah loparit yang ditemukan di Semenanjung Kola. Mineral ini mengandung hingga 30% unsur tanah jarang, selain niobium, tantalum, dan titanium, dan merupakan sumber terbesar unsur-unsur tersebut di Rusia.[22][38]

Sejarah

Meskipun europium terdapat dalam sebagian besar mineral yang juga mengandung unsur-unsur tanah jarang lainnya, kesulitan dalam memisahkan unsur-unsur tersebut menyebabkan europium baru berhasil diisolasi pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1885, William Crookes pertama kali mengamati beberapa garis spektrum yang tidak biasa dalam spektrum optik bijih samarium–itrium.[39]:936 Pada tahun 1892, Paul-Émile L. de Boisbaudran memperoleh fraksi basa dari konsentrat samarium–gadolinium yang menunjukkan garis-garis spektrum yang tidak dapat dijelaskan oleh keberadaan samarium maupun gadolinium. Kimiawan Prancis Eugène-Anatole Demarçay kemudian melakukan penelitian secara lebih rinci terhadap garis-garis spektrum tersebut. Pada tahun 1896, dia menduga bahwa sampel unsur yang baru ditemukan, yaitu samarium, telah terkontaminasi oleh unsur yang belum diketahui. Demarçay berhasil mengisolasi unsur tersebut pada tahun 1901, kemudian menamakannya europium, yang namanya diambil dari Eropa.[40][41][42] Pada tahun 1905, Crookes mengonfirmasi penemuan tersebut dan mengamati spektrum fosforesen dari unsur-unsur tanah jarang, termasuk spektrum yang kemudian diketahui berasal dari europium.[43][39]

Aplikasi

250px-Aperture_Grille.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Europium adalah salah satu unsur yang berperan dalam menghasilkan cahaya merah pada televisi CRT.

Dibandingkan dengan sebagian besar unsur lainnya, aplikasi komersial europium relatif sedikit dan cukup khusus. Hampir selalu, sifat fosforesensinya dimanfaatkan, baik dalam bilangan oksidasi +2 maupun +3.

Europium digunakan sebagai dopan pada beberapa jenis kaca dalam laser dan perangkat optoelektronik lainnya. Europium oksida (Eu2O3) banyak digunakan sebagai fosfor merah pada televisi dan lampu fluoresen, serta sebagai pengaktif untuk fosfor berbasis itrium.[44][45] Layar televisi berwarna mengandung sekitar 0,5–1 g of europium oksida.[46] Europium trivalen menghasilkan fosfor merah,[47] sedangkan luminesensi europium divalen sangat bergantung pada komposisi struktur inangnya. Luminesensi mulai dari sinar ultraungu hingga merah tua dapat dihasilkan.[48][49] Dua jenis fosfor berbasis europium, yaitu merah dan biru, jika dikombinasikan dengan fosfor terbium terbium berwarna kuning/hijau, dapat menghasilkan cahaya "putih". Suhu warna cahaya tersebut dapat diubah dengan mengatur perbandingan atau komposisi tertentu dari masing-masing fosfor. Sistem fosfor ini umumnya ditemukan pada lampu fluoresen berbentuk spiral. Penggabungan ketiga jenis fosfor tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat sistem trikromatik pada layar televisi dan komputer.[44] Sebagai bahan tambahan, europium sangat efektif dalam meningkatkan intensitas fosfor merah.[7] Europium juga digunakan dalam pembuatan kaca fluoresen untuk meningkatkan efisiensi keseluruhan lampu fluoresen.[7] Salah satu fosfor dengan efek pijar setelah cahaya (afterglow) yang umum digunakan, selain seng sulfida yang didoping tembaga, adalah stronsium aluminat yang didoping europium.[50] Fluoresensi europium digunakan untuk mempelajari interaksi biomolekuler dalam proses penemuan obat. Europium juga digunakan dalam fosfor antipemalsuan pada uang kertas euro.[51][52]

Salah satu aplikasi yang hampir tidak lagi digunakan sejak diperkenalkannya magnet superkonduktor yang terjangkau adalah penggunaan kompleks europium, seperti Eu(fod)3, sebagai pereaksi penggeser dalam spektroskopi NMR. Pereaksi penggeser kiral, seperti Eu(hfc)3, masih digunakan untuk menentukan kemurnian enantiomerik.[53]

Senyawa europium digunakan untuk menandai antibodi agar antigen dapat dideteksi dengan lebih sensitif dalam cairan tubuh, yaitu dalam suatu metode imunoasai. Ketika antibodi yang diberi label europium ini berikatan dengan antigen tertentu, kompleks yang terbentuk dapat dideteksi melalui fluoresensi yang dirangsang oleh laser.[54]

Pencegahan

Europium
Bahaya
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakar
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H250
P222, P231, P422[55]

Tidak ada indikasi yang jelas bahwa europium memiliki sifat beracun yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam berat lainnya. Europium klorida, europium nitrat, dan europium oksida telah diuji toksisitasnya. Europium klorida menunjukkan LD50 akut secara intraperitoneal sebesar 550 mg/kg, sedangkan LD50 akut secara oral adalah 5.000 mg/kg. Europium nitrat menunjukkan LD50 intraperitoneal yang sedikit lebih rendah, yaitu 320 mg/kg, sementara toksisitas secara oral berada di atas 5.000 mg/kg.[56][57] Serbuk logam europium dapat menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan.[58]

Referensi

  1. (Indonesia) "Europium". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  2. Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, hlm. 112, ISBN 0-7506-3365-4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. Yttrium and all lanthanides except Ce and Pm have been observed in the oxidation state 0 in bis(1,3,5-tri-t-butylbenzene) complexes, see Cloke, F. Geoffrey N. (1993). "Zero Oxidation State Compounds of Scandium, Yttrium, and the Lanthanides". Chem. Soc. Rev. 22: 17–24. doi:10.1039/CS9932200017. and Arnold, Polly L.; Petrukhina, Marina A.; Bochenkov, Vladimir E.; Shabatina, Tatyana I.; Zagorskii, Vyacheslav V.; Cloke (2003-12-15). "Arene complexation of Sm, Eu, Tm and Yb atoms: a variable temperature spectroscopic investigation". Journal of Organometallic Chemistry. 688 (1–2): 49–55. doi:10.1016/j.jorganchem.2003.08.028.
  4. Lide, D. R., ed. (2005). "Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds". CRC Handbook of Chemistry and Physics (PDF) (Edisi 86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5.
  5. Weast, Robert (1984). CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4.
  6. 1 2 "Periodic Table: Europium". Royal Society of Chemistry.
  7. 1 2 3 Stwertka, Albert. A Guide to the Elements, Oxford University Press, 1996, hlm. 156. ISBN0-19-508083-1
  8. 1 2 3 4 Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. ISBN0-12-352651-5.
  9. Hamric, David (November 2007). "Rare-Earth Metal Long Term Air Exposure Test". elementsales.com. Diakses tanggal 17 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Ugale, Akhilesh; Kalyani, Thejo N.; Dhoble, Sanjay J. (2018). "Potential of europium and samarium β -diketonates as red light emitters in organic light-emitting diodes". Lanthanide-Based Multifunctional Materials. hlm. 59–97. doi:10.1016/B978-0-12-813840-3.00002-8. ISBN 978-0-12-813840-3.
  11. Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, hlm. 1243, ISBN 0-7506-3365-4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  12. Cooley, Robert A.; Yost, Don M.; Stone, Hosmer W. (2006) [1946]. "Europium(II) Salts". Inorganic Syntheses. Vol. 2. hlm. 69–73. doi:10.1002/9780470132333.ch19. ISBN 978-0-470-13233-3.
  13. McGill, Ian (2005), "Rare Earth Elements", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, vol. 31, Weinheim: Wiley-VCH, hlm. 199, doi:10.1002/14356007.a22_607{{citation}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |authors=.
  14. Phillips, Sidney L.; Perry, Dale L. (1995). Handbook of inorganic compounds. Boca Raton: CRC Press. hlm. 159. ISBN 978-0-8493-8671-8.
  15. Howell, J.K.; Pytlewski, L.L. (Agustus 1969). "Synthesis of divalent europium and ytterbium halides in liquid ammonia". Journal of the Less Common Metals. 18 (4): 437–439. doi:10.1016/0022-5088(69)90017-4.
  16. Archer, R. D.; Mitchell, W. N.; Mazelsky, R. (1967). "Europium (II) Sulfide". Inorganic Syntheses. Vol. 10. hlm. 77–79. doi:10.1002/9780470132418.ch15. ISBN 978-0-470-13241-8.
  17. Casali, N.; Nagorny, S. S.; Orio, F.; Pattavina, L.; et al. (2014). "Discovery of the 151Eu α decay". Journal of Physics G: Nuclear and Particle Physics. 41 (7) 075101. arXiv:1311.2834. Bibcode:2014JPhG...41g5101C. doi:10.1088/0954-3899/41/7/075101. S2CID 116920467.
  18. 1 2 Kondev, F.G.; Wang, M.; Huang, W.J.; Naimi, S.; Audi, G. (2021). "The NUBASE2020 evaluation of nuclear properties" (PDF). Chinese Physics C. 45 (3): 030001. doi:10.1088/1674-1137/abddae.
  19. Kiss, G. G.; Vitéz-Sveiczer, A.; Saito, Y.; et al. (2022). "Measuring the β-decay properties of neutron-rich exotic Pm, Sm, Eu, and Gd isotopes to constrain the nucleosynthesis yields in the rare-earth region". The Astrophysical Journal. 936 (107): 107. Bibcode:2022ApJ...936..107K. doi:10.3847/1538-4357/ac80fc. hdl:2117/375253. S2CID 252108123.
  20. Aarkrog, A.; Lippert, J. (28 Juli 1967). "Europium-155 in Debris from Nuclear Weapons". Science. 157 (3787): 425–427. Bibcode:1967Sci...157..425A. doi:10.1126/science.157.3787.425. PMID 6028023.
  21. Tables of Nuclear Data, Badan Tenaga Atom Jepang. Diarsipkan 10 Juni 2015 di Wayback Machine.
  22. 1 2 3 Bünzli, Jean-Claude G. (2013). "Lanthanides". Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. hlm. 1–43. doi:10.1002/0471238961.1201142019010215.a01.pub3. ISBN 978-0-471-48494-3.
  23. Sinha, Shyama P.; Scientific Affairs Division, North Atlantic Treaty Organization (1983). "The Europium anomaly". Systematics and the properties of the lanthanides. Springer. hlm. 550–553. ISBN 978-90-277-1613-2.
  24. ABUNDANCE OF ELEMENTS IN THE EARTH'S CRUST AND IN THE SEA, CRC Handbook of Chemistry and Physics. Edisi 97 (2016–2017), hlm. 14-17.
  25. Bill, H.; Calas, G. (1978). "Color centers, associated rare-earth ions and the origin of coloration in natural fluorites". Physics and Chemistry of Minerals. 3 (2): 117–131. Bibcode:1978PCM.....3..117B. doi:10.1007/BF00308116. S2CID 93952343.
  26. Allen, Robert D. (1952). "Variations in chemical and physical properties of fluorite" (PDF). Am. Mineral. 37: 910–30.
  27. Valeur, Bernard; Berberan-Santos, Mário N. (Juni 2011). "A Brief History of Fluorescence and Phosphorescence before the Emergence of Quantum Theory". Journal of Chemical Education. 88 (6): 731–738. Bibcode:2011JChEd..88..731V. doi:10.1021/ed100182h.
  28. Mariano, A.N; King, P.J (Mei 1975). "Europium-activated cathodoluminescence in minerals". Geochimica et Cosmochimica Acta. 39 (5): 649–660. Bibcode:1975GeCoA..39..649M. doi:10.1016/0016-7037(75)90008-3.
  29. Przibram, K. (Januari 1935). "Fluorescence of Fluorite and the Bivalent Europium Ion". Nature. 135 (3403): 100. Bibcode:1935Natur.135..100P. doi:10.1038/135100a0.
  30. Xing, Qian-Fan; Zhao, Gang; Aoki, Wako; Honda, Satoshi; Li, Hai-Ning; Ishigaki, Miho N.; Matsuno, Tadafumi (29 April 2019). "Evidence for the accretion origin of halo stars with an extreme r-process enhancement". Nature. 3 (7): 631–635. arXiv:1905.04141. Bibcode:2019NatAs...3..631X. doi:10.1038/s41550-019-0764-5. S2CID 150373875.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. 1 2 Gupta, C. K.; Krishnamurthy, N. (1992). "Extractive metallurgy of rare earths". International Materials Reviews. 37 (1): 197–248. Bibcode:1992IMRv...37..197G. doi:10.1179/imr.1992.37.1.197.
  32. Morais, C.; Ciminelli, V. S. T. (2001). "Recovery of europium by chemical reduction of a commercial solution of europium and gadolinium chlorides". Hydrometallurgy. 60 (3): 247–253. Bibcode:2001HydMe..60..247M. doi:10.1016/S0304-386X(01)00156-6.
  33. McCoy, Herbert N. (1936). "Contribution to the chemistry of europium". Journal of the American Chemical Society. 58 (9): 1577–1580. Bibcode:1936JAChS..58.1577M. doi:10.1021/ja01300a020.
  34. Neikov, Oleg D.; Naboychenko, Stanislav; Gopienko, Victor G.; Frishberg, Irina V. (15 Januari 2009). Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applications. Elsevier. hlm. 505. ISBN 978-1-85617-422-0.
  35. Lawrence J. Drew; Meng Qingrun & Sun Weijun (1990). "The Bayan Obo iron-rare-earth-niobium deposits, Inner Mongolia, China". Lithos. 26 (1–2): 43–65. Bibcode:1990Litho..26...43D. doi:10.1016/0024-4937(90)90040-8.
  36. Xue-Ming Yang; Michael J. Le Bas (2004). "Chemical compositions of carbonate minerals from Bayan Obo, Inner Mongolia, China: implications for petrogenesis". Lithos. 72 (1–2): 97–116. Bibcode:2004Litho..72...97Y. doi:10.1016/j.lithos.2003.09.002.
  37. Chengyu Wu (2007). "Bayan Obo Controversy: Carbonatites versus Iron Oxide-Cu-Au-(REE-U)". Resource Geology. 58 (4): 348–354. doi:10.1111/j.1751-3928.2008.00069.x. S2CID 130453872.
  38. Hedrick, J.; Sinha, S.; Kosynkin, V. (1997). "Loparite, a rare-earth ore (Ce, Na, Sr, Ca)(Ti, Nb, Ta, Fe+3)O3". Journal of Alloys and Compounds. 250 (1–2): 467–470. Bibcode:1997JAllC.250..467H. doi:10.1016/S0925-8388(96)02824-1.
  39. 1 2 Sicius, Hermann (2024). Handbook of the Chemical Elements (dalam bahasa Inggris). Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg. doi:10.1007/978-3-662-68921-9. ISBN 978-3-662-68920-2.
  40. Demarçay, Eugène-Anatole (1901). "Sur un nouvel élément l'europium". Comptes rendus. 132: 1484–1486.
  41. Weeks, Mary Elvira (1932). "The discovery of the elements. XVI. The rare earth elements". Journal of Chemical Education. 9 (10): 1751. Bibcode:1932JChEd...9.1751W. doi:10.1021/ed009p1751.
  42. Marshall, James L.; Marshall, Virginia R. (2003). "Rediscovery of the Elements: Europium-Eugene Demarçay" (PDF). The Hexagon (Summer): 19–21. Diakses tanggal 17 Juli 2023.
  43. Crookes, W. (1905). "On the Phosphorescent Spectra of S δ and Europium". Proceedings of the Royal Society of London. 76 (511): 411–414. Bibcode:1905RSPSA..76..411C. doi:10.1098/rspa.1905.0043. JSTOR 92772.
  44. 1 2 Caro, Paul (1 Juni 1998). "Rare earths in luminescence". Rare earths. Editorial Complutense. hlm. 323–325. ISBN 978-84-89784-33-8.
  45. Bamfield, Peter (2001). "Inorganic Phosphors". Chromic phenomena: technological applications of colour chemistry. Royal Society of Chemistry. hlm. 159–171. ISBN 978-0-85404-474-0.
  46. Gupta, C. K.; Krishnamurthy, N. (2005). "Ch. 1.7.10 Phosphors" (PDF). Extractive metallurgy of rare earths (PDF). CRC Press. ISBN 978-0-415-33340-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-06-23.
  47. Jansen, T.; Jüstel, T.; Kirm, M.; Mägi, H.; Nagirnyi, V.; Tõldsepp, E.; Vielhauer, S.; Khaidukov, N.M.; Makhov, V.N. (2017). "Site selective, time and temperature dependent spectroscopy of Eu 3+ doped apatites (Mg,Ca,Sr) 2 Y 8 Si 6 O 26". Journal of Luminescence. 186: 205–211. Bibcode:2017JLum..186..205J. doi:10.1016/j.jlumin.2017.02.004.
  48. Blasse, G.; Grabmaier, B. C. (1994). Luminescent Materials (dalam bahasa Inggris (Britania)). doi:10.1007/978-3-642-79017-1. ISBN 978-3-540-58019-5.
  49. Jansen, Thomas; Böhnisch, David; Jüstel, Thomas (1 Januari 2016). "On the Photoluminescence Linearity of Eu2+ Based LED Phosphors upon High Excitation Density". ECS Journal of Solid State Science and Technology (dalam bahasa Inggris). 5 (6): R91–R97. doi:10.1149/2.0101606jss. ISSN 2162-8769. S2CID 99095492.
  50. Lakshmanan, Arunachalam (2008). "Persistent Afterglow Phosphors". Luminescence and Display Phosphors: Phenomena and Applications. Nova Publishers. ISBN 978-1-60456-018-3.
  51. "Europium and the Euro". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-04. Diakses tanggal 17 Juli 2023.
  52. Cotton, Simon (2006). "Euro banknotes". Lanthanide and actinide chemistry. Wiley. hlm. 77. ISBN 978-0-470-01006-8.
  53. Wenzel, Thomas J (2007). Discrimination of chiral compounds using NMR spectroscopy. John Wiley & Sons. hlm. 339. ISBN 978-0-471-76352-9.
  54. Hagan, A. K.; Zuchner, T. (Juli 2011). "Lanthanide-based time-resolved luminescence immunoassays". Analytical and Bioanalytical Chemistry. 400 (9): 2847–2864. Bibcode:2011ABiCh.400.2847H. doi:10.1007/s00216-011-5047-7. PMC 3102841. PMID 21556751.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. "Europium 261092". Sigma-Aldrich. Diakses tanggal 17 Juli 2023.
  56. Haley, Thomas J.; Komesu, N.; Colvin, G.; Koste, L.; Upham, H. C. (1965). "Pharmacology and toxicology of europium chloride". Journal of Pharmaceutical Sciences. 54 (4): 643–5. Bibcode:1965JPhmS..54..643H. doi:10.1002/jps.2600540435. PMID 5842357.
  57. Bruce, D.; Hietbrink, Bernard E.; Dubois, Kenneth P. (1963). "The acute mammalian toxicity of rare earth nitrates and oxides". Toxicology and Applied Pharmacology. 5 (6): 750–9. Bibcode:1963ToxAP...5..750B. doi:10.1016/0041-008X(63)90067-X. PMID 14082480. DTIC AD0419188.
  58. Lenntech BV. "Europium (Eu) – Chemical properties, Health and Environmental effects". Lenntech Periodic Table. Lenntech BV. Diakses tanggal 17 Juli 2023.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Europium.
Lihat entri europium di kamus bebas Wikikamus.
(besar)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 H He
2 Li Be B C N O F Ne
3 Na Mg Al Si P S Cl Ar
4 K Ca Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn Ga Ge As Se Br Kr
5 Rb Sr Y Zr Nb Mo Tc Ru Rh Pd Ag Cd In Sn Sb Te I Xe
6 Cs Ba La Ce Pr Nd Pm Sm Eu Gd Tb Dy Ho Er Tm Yb Lu Hf Ta W Re Os Ir Pt Au Hg Tl Pb Bi Po At Rn
7 Fr Ra Ac Th Pa U Np Pu Am Cm Bk Cf Es Fm Md No Lr Rf Db Sg Bh Hs Mt Ds Rg Cn Nh Fl Mc Lv Ts Og
Logam alkali Logam alkali tanah Lan­tanida Aktinida Logam transisi Logam miskin Metaloid Nonlogam poliatomik Nonlogam diatomik Gas mulia Sifat kimia
belum diketahui
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan