Minggu, 20 September 2026
21:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kondrit

Kondrit

250px-NWA869Meteorite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampel meteorit NWA 869, menunjukkan serpihan logam dan kondrul

Kondrit adalah meteorit berbatu (non-logam) yang belum termodifikasi, biasanya dengan cara meleleh atau diferensiasi badan induk.[1] Mereka terbentuk saat beragam jenis debu dan butiran-butiran kecil dari masa-masa awal Tata Surya berkumpul (terakresi) untuk membentuk asteroid-asteroid primitif. Beberapa asteroid-asteroid seperti itu yang terperangkap di lingkaran pengaruh gravitasi menjadi jenis meteorit paling umum dengan mengarah ke lintasan yang mengarah ke permukaan planet (baik dengan cepat, atau setelah beberapa kali orbit). Perkiraan untuk kontribusi mereka kepada populasi total meteorit berkisar antara 85.7%[2] dan 86.2%.[3]

250px-El_Menia_Meteorite.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meteorit El Menia dengan klasifikasi Kondrit L5, jatuh di Algeria tahun 2023. Terlihat kerak fusi berwarna hitam dan bagian interiornya yang berwarna putih.

Studi mengenai mereka memberi petunjuk-petunjuk penting untuk memahami usia dan asal-usul Tata Surya, pembentukan senyawa organik, asal-usul kehidupan dan keberadaan air di Bumi. Salah satu ciri dari mereka adalah asanya kondrul (dari Yunani Kuno χόνδρος chondros, bulir), yang merupakan bulir-bulir bulat kecil yang terbentuk di luar angkasa sebagai tetesan cair atau setengah cair mineral-mineral yang berbeda. Kondrul ini mencakup 20 sampai 80% volume kondrit.[4]

250px-10499_-_Detailed_Slice.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kondrul pada meteorit Kondrit LL3 NWA 10499. Kondrul yang merupakan benda padat pertama di tata surya merupakan salah satu ciri khas dari Kondrit.

Kondrit dapat dibedakan dengan meteorit besi karena kondrit memiliki kadar besi dan nikel yang rendah. Meteorit non-logam yang memiliki sedikit kondrul adalah akondrit, yang diyakini terbentuk jauh setelah kondrit (menjadikannya lebih muda).[5] Sekarang, terdapat lebih dari 27,000 kondrit pada koleksi-koleksi di seluruh dunia. Batu individual terbesar yang pernah ditemukan memiliki berat 1770 kg. Batu ini merupakan bagian dari hujan meteor Jilin pada 1976. Jatuhan kondrit dapat berkisar antara hanya berjumlah satu batu hingga hujan luar biasa yang terdiri dari ribuan batu. Contoh dari peristiwa besar ini adalah hujan meteor Holbrook pada 1912 dengan perkiraan sejumlah 14,000 batu yang jatuh di Arizona utara.

Referensi

  1. "2.2 La composición de la Tierra: el modelo condrítico in Planetología. Universidad Complutense de Madrid". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juni 2009. Diakses tanggal 19 Mei 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Calvin J. Hamilton (Translated from English by Antonio Bello). "Meteoroides y Meteoritos" (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Februari 2021. Diakses tanggal 2009-04-18.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Bischoff, A.; Geiger, T. (1995). "Meteorites for the Sahara: Find locations, shock classification, degree of weathering and pairing". Meteoritics. 30 (1): 113–122. Bibcode:1995Metic..30..113B. doi:10.1111/j.1945-5100.1995.tb01219.x. ISSN 0026-1114.
  4. Axxón. "Pistas químicas apuntan a un origen de polvo para los planetas terrestres" (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2008. Diakses tanggal 11 Mei 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Jordi, Llorca Pique (2004). "Nuestra historia en los meteoritos". El sistema solar: Nuestro pequeño rincón en la vía láctea. Universitat Jaume I. hlm. 75. ISBN 978-8480214667. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Januari 2023. Diakses tanggal 30 Oktober 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan