Jumat, 09 Oktober 2026
20:27 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Dorayaki

Dorayaki

salah satu jenis roti

Bagikan:
Dorayaki
250px-Dorayaki_004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainMikasa
JenisPanekuk
Tempat asal Jepang
Bahan utamaAdonan panekuk, selai kacang merah

Dorayaki (bahasa Jepang:どら焼き) adalah kue yang berasal dari Jepang. Kue ini berbentuk bundar sedikit tembam, dibuat dari dua lembar panekuk yang direkatkan dengan selai kacang merah dan sekarang sudah memiliki berbagai isi seperti selai, krim, dan lainnya. Dorayaki memiliki beberapa jenis seperti imagawayaki yang berbentuk lebih tebal dan taiyaki yang mempunyai bentuk seperti ikan.

Di Indonesia, kue ini mulai diperkenalkan bersamaan dengan diputarnya serial anime Doraemon di televisi. Tokoh utama Doraemon sangat menggemari dorayaki.

Asal-usul

Pada mulanya, dorayaki hanya terdiri dari satu lembar kue bundar dengan pinggiran yang dilipat sedikit hingga berbentuk segi empat. Di bagian tengah kue diberi selai kacang azuki.

Pada tahun 1914, perusahaan kue Usagiya memperkenalkan dorayaki yang dibuat dari adonan castella dan terdiri dari dua lembar panekuk.[1] Dorayaki yang terdiri dari dua lembar panekuk dan berbentuk bundar kemudian menjadi populer di seluruh Jepang. Di wilayah Kansai, kue ini dikenal dengan nama mikasa(三笠).

Kue ini diberi nama dorayaki karena bentuknya yang mirip gong (dalam bahasa Jepang: dora).[2] Menurut cerita lain, seorang samurai bernama Musashibō Benkei adalah orang yang menciptakan kue ini. Benkei menderita luka-luka dan harus dirawat di rumah penduduk. Setelah sembuh, Benkei memanggang adonan dari campuran air dan tepung terigu di atas gong.[1] Hasilnya berupa kue bundar berisi selai kacang merah, yang diberikan kepada orang yang merawatnya sebagai ucapan terima kasih.

Ikon kuliner Jepang

Dorayaki adalah kue ikonik dari Jepang yang terkenal tidak hanya karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut, tetapi juga karena makna budaya yang terkandung di dalamnya. Kacang merah, yang menjadi isian utama dalam dorayaki, memiliki peranan penting dalam tradisi Jepang. Kacang merah ini diyakini membawa keberuntungan dan melindungi dari segala macam bahaya, menjadikannya simbol perlindungan dan keselamatan. Oleh karena itu, dorayaki sering dianggap sebagai makanan yang melambangkan keberuntungan bagi siapa saja yang menikmatinya.

Dorayaki tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga telah menginspirasi beragam kreasi kuliner di berbagai belahan dunia, seperti es krim dorayaki, roti panggang dorayaki, hingga berbagai jenis kue tart bertema dorayaki. Hal ini menunjukkan bagaimana makanan tradisional ini mampu merambah ke berbagai bentuk inovasi kuliner yang lebih modern. Industri makanan juga terus berinovasi dengan menghadirkan dorayaki dalam berbagai bentuk yang lebih praktis, seperti dorayaki mini yang mudah dibawa dan dinikmati di mana saja. Selain itu, dorayaki premium dengan bahan-bahan berkualitas tinggi juga hadir untuk memenuhi selera konsumen yang mencari rasa lebih istimewa. Meski tren kuliner terus berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi, dorayaki tetap mempertahankan posisinya sebagai simbol dari tradisi kuliner Jepang yang kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Dorayaki juga sering kali menjadi pengingat masa kecil bagi banyak orang. Bagi mereka yang tumbuh dengan tokoh Doraemon, dorayaki adalah camilan yang penuh kenangan. Rasanya yang manis dan mudah ditemukan mengingatkan banyak orang pada masa kecil mereka, membuat dorayaki lebih dari sekadar makanan, tetapi juga bagian dari nostalgia dan kenangan indah. Kue dorayaki yang manis dan menggugah selera ini tidak hanya memberikan kenikmatan pada lidah, tetapi juga mengajak kita untuk merayakan keberagaman rasa dan kreativitas dalam dunia kuliner yang terus berkembang. Meskipun banyak varian baru bermunculan, dorayaki tetap memegang teguh akar tradisionalnya dan terus menginspirasi, baik di Jepang maupun di luar negeri. Seiring dengan inovasi yang terus dilakukan, dorayaki tetap menjadi ikon kuliner yang membawa pesan tentang kebersamaan, keberuntungan, dan warisan budaya yang harus dilestarikan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Food to Try at HYPER JAPAN: Dorayaki". Gaijin Gourmet. Eat-Japan. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-13. Diakses tanggal 24 Februari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Yoshizuka, Setsuko. "Dorayaki". About.com Japanese Food. About.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-12. Diakses tanggal 24 Februari 2012.
  3. ↑ Author, Author (2024-05-10' 10 Mei 2024). "Dorayaki: Lezatnya Tradisi Jepang di Lidah Dunia". KORANPALPOS.COM. Diakses tanggal 2025-03-08.{{cite news}}: |last= memiliki nama generik; Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan