Minggu, 18 Oktober 2026
06:13 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Imagawayaki

Imagawayaki

salah satu jenis roti

Bagikan:
Imagawayaki
Imagawayaki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
SajianKue
Tempat asalJepang
Bahan utamaadonan panekuk, selai kacang merah
250px-Gozasoro.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Imagawayaki (kaitenyaki) sedang dipanggang di toko Gozasōrō, Sannomiya, Kobe.

Imagawayaki (今川焼き) adalah kue Jepang berisi selai kacang merah. Adonan kue berbentuk cair, dibuat dari campuran terigu, telur, gula, dan air. Imagawayaki dipanggang di atas loyang tembaga yang memiliki lubang-lubang berbentuk bundar. Sewaktu kue hampir matang, selai kacang merah diletakkan di salah satu sisi, lalu kedua belah sisi kue direkatkan sewaktu kue masih berada di atas api. Kue ini memiliki nama berbeda-beda di berbagai daerah di Jepang.

Sejarah

Nama kue ini berasal dari nama tempat kue ini diciptakan. Imagawayaki pertama kali dijual di toko kue yang terletak di dekat Jembatan Imagawa, daerah Kanda, di Edo, sekitar tahun 1772-1780 (pertengahan periode Edo).[1] Kue ini ternyata sangat laku hingga akhirnya merek dagang imagawayaki (panggang Imagawa) berubah menjadi nama generik.

Setelah meluas ke daerah-daerah di Jepang, kue ini tidak lagi disebut imagawayaki, melainkan berubah-ubah bergantung kepada daerah atau toko yang menjualnya. Di daerah Kansai, kue ini disebut ōbanyaki (大判焼き), nijūyaki (二重焼き), kaitenyaki (回転焼き), atau sebagai kaitenmanju (回転饅頭) di Osaka dan Sakai. Di Hokkaido, Aomori, dan Hirosaki, kue ini disebut oyaki (おやき).

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Motoyama, Tekishū (1958). 飲食事典 (Inshoku Jiten). Heibonsha. hlm. 40.{{cite book}}: |access-date= memerlukan |url=
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan