Selasa, 29 September 2026
05:20 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Hiyamugi

Hiyamugi

salah satu jenis olahan pasta

250px-Hiyamugi_%282706154251%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hiyamugi dan edamame

Hiyamugi (bahasa Jepang:冷麦; secara harfiah "gandum dingin") adalah mi Jepang kering yang sangat tipis yang terbuat dari gandum.[1] Mi ini serupa dengan jenis mi Jepang tertipis yang disebut sōmen tetapi sedikit lebih tebal. Kemungkinan mi gaya Barat yang paling mirip dengan hiyamugi adalah vermicelli.[2]

Penyajian

Hiyamugi, seperti sōmen secara tradisional dinikmati dalam keadaan dingin selama musim panas. Sementara sōmen terkadang disajikan panas dalam hidangan yang disebut nyumen, hiyamugi biasanya disajikan dingin, terkadang diletakkan di atas es atau mengambang di air dalam mangkuk kaca bening. Mi dingin ini disajikan dengan saus di sebelahnya yang disebut tsukejiru yang terbuat dari dashi, kecap asin, dan mirin.[3]

Sejarah

Hiyamugi disebutkan dalam Zenrin Kouta, sebuah teks abad ke-14 oleh Ryoyo Shogei, kritikal dari Buddhisme Zen. Teks ini ditulis tidak lama setelah akhir Zaman Kamakura dan merupakan satu-satunya sastra yang menyebutkan mi dari zaman ini. Menurut Shogei, kompleks Kuil Shōkoku-ji memiliki fasilitas untuk memproduksi mi udon dan hiyamugi serta roti kukus yang disebut manjū. Di dalam kompleks Shōkoku-ji, Kuil Uncho-in bertanggung jawab atas produksi hiyamugi. Karena popularitas jenis mi ini pada musim panas, produksi "hiyamugi" dimulai pada 14 April setiap tahun di Kuil Uncho-in.[4]

Catatan Onryo-ken Nichiroku yang disimpan oleh Kikei Shinzui antara 1435 dan 1466 di Kuil Rokuon-ji (juga bagian dari kompleks Kuil Shōkoku-ji) tidak menyebutkan "mi harian" disajikan kepada para biksu setiap hari. Namun, disebutkan "hiyamugi" di antara mie yang disajikan kepada pengunjung dan tamu sebagai bagian dari makan siang "toki" (時).[4]

Hiyamugi disebutkan dalam buku harian bangsawan Jepang abad ke-15 Yamashina Noritoki yang menyatakan bahwa pada 19 Juni 1405 ia dikunjungi oleh seorang Genseido, yang ditawari makanan musim panas hiyamagi.[4]

Budaya

Di Prefektur Hokkaido, Hiyamugi berwarna hijau "Gurinmen", yang dicampur dengan bubuk chlorella banyak didistribusikan.[5] Di Prefektur Yamanashi, dalam dialek Koshu, mi seperti Hiyamugi disebut "Odara" atau "Ozara".[6][7][8]

Referensi

  1. ↑ "Hiyamugi". Food Network. Diakses tanggal 24 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Asian Foods: Science and Technology. Technomic Publishing. hlm. 48.
  3. ↑ Davidson, Alan (1999). The Oxford Companion to Food. Oxford University Press. hlm. 557.
  4. 1 2 3 Ito, Hiroshi. "Japan's Use of Flour Began With Noodles, Part 4" (PDF). Kikkoman. Diakses tanggal 24 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "秘密はクロレラ!美しい翡翠色の北海道産ひやむぎ「グリンめん」". kakakumag.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-24. Diakses tanggal 24 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "伝統食を含む食文化の継承及び地域産物の活用への取組状況(22ページ)" (PDF). Diarsipkan dari versi asli pada 2003-04-22. Diakses tanggal 2021-11-24.
  7. ↑ "日本各地の麺・めん料理". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-02. Diakses tanggal 2021-11-24.
  8. ↑ "日本の高度成長期、農家の息子はどんな様子? 第2話". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-21. Diakses tanggal 2021-11-24.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan