Jumat, 23 Oktober 2026
19:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Codot besar

Codot besar

Bagikan:
Codot Besar
250px-Cynopt_titthae100824-6317_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cynopterus t. titthaecheilus dari Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. titthaecheilus
Nama binomial
Cynopterus titthaecheilus
(Temminck, 1825)
Artikel takson sembarang

Codot besar[1] (Cynopterus titthaecheilus) adalah sejenis kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae (kalong-kalongan). Kelelawar ini ditemukan terbatas (endemik) di Indonesia.

Pengenalan

Sebagaimana namanya, codot ini memiliki ukuran tubuh yang paling besar di antara genus Cynopterus di Indonesia. Di antaranya, memiliki panjang total tengkorak antara 35-39 mm (spesies lainnya < 33,7 mm); panjang lengan bawah 74–83 mm (lainnya < 76 mm); panjang betis 29–33 mm (lainnya < 27,6 mm); dan panjang kaki belakang 19–22 mm (lainnya < 18,5 mm).[2]

Memiliki garis putih di tepi cuping telinga; panjang cuping telinga 18–21 mm.[2] Tubuh berwarna coklat gelap.

Pemanfaatan dan konservasi

Di beberapa tempat, codot ini kadang-kadang diburu untuk dimakan. Akan tetapi sejauh ini populasinya masih dianggap aman, sehingga IUCN menetapkannya pada status Least Concern (LC).[3]

Anak jenis

Jenis ini memiliki 3 subspesies, yakni:[4][5]

Galeri

  • 120px-Cynopt_titthae100824-6295_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Cynopt_titthae100824-6270_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Punggung
    Punggung
  • 120px-Cynopt_titthae100824-6308_tdp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation" (PDF) (Edisi 2). LIPI. 2002. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  2. 1 2 Suyanto, A. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi LIPI, Bogor. Hal. 40
  3. ↑ Ruedas, L., I. Maryanto & U. Sinaga. 2008. Cynopterus titthaecheilus[pranala nonaktif permanen]. In: IUCN 2012. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.2. Diakses pada 14 September 2012.
  4. ↑ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of the Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Pub. – Oxford Univ. Press. Pp. 80
  5. ↑ Wilson, D.E. & D.M. Reeder. 2005. Cynopterus titthaecheilus Diarsipkan 2012-10-23 di Wayback Machine, pada laman Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Third Edition. (online). Diakses pada 14-09-12.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cynopterus titthaecheilus.
Spesies hidup famili Pteropodidae
Subfamili Nyctimeninae
Nyctimene
(Paniki)
Paranyctimene
Subfamili Cynopterinae
Aethalops
(Pygmy fruit bats)
Alionycteris
Balionycteris
Chironax
Cynopterus
(Dog-faced fruit bats)
Dyacopterus
(kusing dayak)
Haplonycteris
Latidens
Megaerops
Otopteropus
Penthetor
Ptenochirus
(Musky fruit bats)
Sphaerias
Thoopterus
Aproteles
Dobsonia
(kubu)
Harpyionycteris
Subfamili Macroglossinae
Macroglossus
(Cecadu pisang)
Melonycteris
Notopteris
(Long-tailed fruit bats)
Syconycteris
(blossom bats)
Subfamili Pteropodinae
Acerodon
Desmalopex
Eidolon
(Kelelawar buah jerami)
Mirimiri
Neopteryx
Pteralopex
Pteropus
(kalong)
Styloctenium
Subfamili Rousettinae
Eonycteris
(kelelawar kembang/lalai)
Rousettus
(nyap)
Subfamili Epomophorinae
Epomophorini
Epomophorus
(Epauleted fruit bats)
Epomops
(Epauleted bats)
Hypsignathus
Micropteropus
(Dwarf epauleted bats)
Nanonycteris
Myonycterini
Megaloglossus
Myonycteris
(Little collared fruit bats)
Plerotini
Plerotes
Scotonycterini
Casinycteris
Scotonycteris


Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan