Rabu, 04 November 2026
07:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Cupang (ikan)

Cupang (ikan)

genus ikan dalam famili Osphronemidae

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Cupang.
Ikan Cupang
250px-Betta_albimarginata_060311_8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Betta albimarginata
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Anabantiformes
Famili: Osphronemidae
Subfamili: Macropodusinae
Genus: Betta
Bleeker, 1850
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Cupang, ikan laga, atau ikan adu siam (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, dan Indonesia. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Habitat

Ikan cupang biasanya ditemukan di perairan yang tenang seperti rawa-rawa, kolam, dan sungai yang memiliki vegetasi air, seperti tumbuhan air dan akar terendam. Mereka lebih memilih habitat yang memiliki air hangat dan sedikit arus.

Habitat ikan cupang sering kali memiliki vegetasi air yang lebat, seperti eceng gondok, tanaman air, dan akar-akar tumbuhan yang menjuntai ke dalam air. Vegetasi ini memberikan tempat berlindung dan menciptakan zona-zona dengan intensitas cahaya yang berbeda di dalam perairan.

Di beberapa habitat, ikan cupang hidup di perairan dengan dasar lumpur yang berlumpur atau berpasir. Mereka dapat mencari makanan dan mencari tempat bertelur di antara lapisan tanah tersebut.

Jenis

Perkembangan variasi ditinjau dari segi bentuk dan warna terbilang pesat dalam beberapa generasi terakhir. Beberapa jenis cupang yang dikenal sekarang ini:[1]

Ikan cupang di atas dikenal sebagai mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut, sedangkan kelompok di bawah ini merupakan ikan cupang yang membangun sarangnya dengan busa (bubble nest)

Jenis-jenis ikan cupang lain yang diketahui antara lain :

Cupang hias

Cupang hias dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Halfmoon (setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidayakan di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.
  • Crowntail (ekor mahkota) atau serit
  • Double tail (ekor ganda)
  • Plakat Halfmoon
  • Giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm.
  • Koi Galaxy, cupang jenis ini berwarna seperti ikan koi dengan warna dasar putih sedikit merah muda dengan tutul-tutul berwarna hitam, merah, biru.
  • Blue Rim, cupang ini punya warna dominan putih dan pada ujung ekor dan sirip berwarna biru.
  • Hellboy, keseluruhan tubuhnya berwarna merah tua.

Galeri

  • Kampffisch betta splenden
    Kampffisch betta splenden
  • Betta cambodian
    Betta cambodian
  • Double tail betta
    Double tail betta
  • Hector betta splendens
    Hector betta splendens
  • Betta splenden
    Betta splenden
  • Ikan cupang petarung
    Ikan cupang petarung
  • betta imbellis
    betta imbellis

Referensi

  1. ↑ "Kerabat cupang". Diakses tanggal 2020-01-10.

Pranala luar

Lihat pula

Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
Pelagis kecil
Demersal
Biota laut lain
Ikan air tawar
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
Air tawar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan